MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin meminta Menteri Luar Negeri Sugiono membuktikan bergabungnya Indonesia dalam keanggotaan Board of Peace (BoP) berguna untuk membebaskan 9 WNI yang ditangkap Israel.
Permintaan tersebut disampaikan Kyai Zaitun dalam agenda pernyataan sikap MUI untuk menanggapi situasi darurat terkait penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel.
“MUI meminta bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto secepat-cepatnya bila masalah ini tidak terselesaikan. Kita khawatir kalau semakin lama ini berisiko karena mungkin saja ada perlakuan-perlakuan buruk,” kata dia.
Kyai Zaitun menuturkan, MUI akan mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri, Presiden, PBB, OKI, dan semua organisasi-organisasi yang dipandang dapat membantu penyelamatan 9 WNI tersebut.

“Karena sepatutnya zionis ini mendengarkan kata-kata dari Amerika dan sepatutnya Presiden Amerika Donald Trump mendengarkan delapan negara Islam yang telah mendukung BoP tersebut,” ucapnya.
Jika BoP tidak bisa bertindak, MUI berharap Presiden RI Prabowo Subianto menyelesaikan permasalahan ini secepatnya agar tidak berisiko terhadap keselamatan 9 WNI tersebut.
“Diharapkan Menteri Luar Negeri bisa bersama dengan tujuh negara Islam lainnya yang selama ini selalu koordinasi dalam BoP. Ini kita minta dibuktikan bahwa BoP itu ada gunanya,” kata Kyai Zaitun dalam konferensi pers di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

MUI menyebut tindakan Israel menangkap sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla adalah aksi yang brutal.
Sebagai informasi, 9 WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis ditangkap tentara Isr4el saat menjalankan misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0.
Laporan: Media UZR


















































































