Ada orang yang dalam 24 jam, kalimat-kalimat dari lisannya mengeluh terus. Apapun ia pandang dengan pemahaman yang negatif. Namun, ada pula yang lebih memilih kuat.
Seperti kata Buya Hamka dalam โPribadi Hebatโ. Meraih kemenangan itu bukan perkara mudah. Pun demikian, meraih kejayaan bukan perkara kecil.
Oleh karena itu kalau ada kesulitan seperti rumit kita tembus, cek lebih dalam. Kalau itu dalam rangka meraih kemenangan dan kejayaan, maka tegarlah. Jadilah orang yang memiliki mental dan iman yang kuat.
Dalam perkataan yang lain, Buya Hamka juga menyebut bahwa pangkal kebaikan itu pahit, tapi ujungnya manis. Orang yang kuat adalah yang tak tergoda manis saat ini tapi berakhir pahit nanti.
Rasulullah Mencintai Mukmin yang Kuat
โSeorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemahโฆโ (HR. Muslim).
Jelas Islam mendorong setiap individu yang beriman penting berjuang menjadi kuat. Kuat secara intelektual, kekayaan, kedudukan dan lain sebagainya. Kemudian kekuatan itu jadi โbahteraโ kita menjadi pribadi yang senang dengan amal terbaik.
Dalam konteks ibadah saja, kita harus memilih kuat. Tidak akan puasa orang yang tak kuat menahan lapar. Plus tidak akan membayar zakat orang yang lemah imannya.
Oleh karena itu, menjadi kuat harus kita perjuangkan, terutama kuat iman dan amal.
Kuat Tanggung Jawab
Problem masyarakat sekarang sebagian besar tidak kuat memikul tanggung jawab. Ada pejabat, lemah mental, terkena kasus korupsi. Kemudian ada suami, tak kuat mendidik istri, akhirnya tak terjaga keutuhan rumah tangga.
Riset dari Albert Edward yang berjudul โLetโs Explore Your Mindโ menemukan bahwa dari 4 ribu orang yang kehilangan pekerjaan dalam 1 tahun, 10 persennya dipecat karena tidak tanggung jawab. Mereka gagal menuntaskan pekerjaannya.
Jadi, memilih kuat artinya kita memilih teguh dalam kebaikan. Dengan langkah itu kita berharap, mental, iman, pemikiran dan optimisme dalam hati tidak semakin lemah. Biarlah hidup penuh tantangan, tapi yakinlah kekuatan iman akan mengundang kemenangan dan kebahagiaan.
***********
Penulis: Ustadz Imam Nawawi, M.Pd.I
(Kepala Humas BMH Pusat, Eks Ketua Umum Pemuda Hidayatullah dan Pengasuh masimamnawawi.com)
Demikian Semoga Bermanfaatโฆ
@Wallahu โalam bishowabโฆ
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qurโan dan Sunnah)
















































































