MUJAHIDDAKWAH.COM,ย TEHERAN โ Iran menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk menggalang dukungan bagi Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Konferensi Internasional Teheran tentang Palestina mendesak pencabutan blokade terhadap Gaza dan akses bantuan kemanusiaan untuk wilayah tersebut.
Konferensi tersebut bagian dari upaya diplomatik Iran untuk mendukung Palestina dan dihadiri para pejabat, politisi, tokoh agama, tokoh media dan cendekiawan lebih dari 50 negara.
Tokoh agama dari Indonesia dihadiri pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal. Di hadapan perwakilan lebih dari 50 negara dalam Konferensi Internasional pada Sabtu (23/12/23) di Teheran itu.
KH Hasan menegaskan dukungan penuh umat Islam Indonesia atas perjuangan kemerdekaan Palestina. Dia juga menyampaikan pandangannya terkait perkembangan terkini di Palestina.
Sementara Presiden Iran Ebrahim Raisi yant berbicara di konferensi tersebut menuduh Amerika Serikat sebagai pelanggar demokrasi pertama dan terbesar di dunia. Dia mendesak negara tersebut agar tidak menyusun rencana busuk bagi masa depan Gaza.
โMasa depan Gaza akan ditentukan oleh rakyatnya dan pemerintah yang sah,โ menurut pernyataan itu.
Raisi mengecam โsistem hegemoni globalโ karena melanggar hak asasi manusia di Gaza. Dia juga menyatakan penyesalannya atas kematian banyak warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, dan hancurnya banyak rumah di wilayah kantong yang dilanda perang selama beberapa minggu terakhir.
Dalam acara terpisah pada hari Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mengkritik veto AS terhadap beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata di Gaza sebagai โlangkah tidak tahu malu dan terlibatโ dengan Israel dalam pemboman terhadap warga sipil di Gaza, menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs webnya.
Pemimpin Iran kembali menyerukan negara-negara Muslim untuk menghentikan ekspor komoditas, minyak dan bahan bakar ke Israel.
Diketahui, Israel melancarkan konflik skala besar melawan Hamas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, setelah kelompok militan tersebut melancarkan serangan mendadak di Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut pihak berwenang Israel. Lebih dari 20.000 warga Palestina terbunuh.
Laporan: Azhar Azis
Editor: Admin MDcom
















































































