MUJAHIDDAKWAH.COM,ย MAKASSAR โ Bekerja sama dengan Program Kaderisasi Ulama (PKU) Angkatan XVII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, STIBA Makassar menyelenggarakan Workshop Seminar Pemikiran Islam dan Peradaban Islam pada hari Ahad, 12 November 2023. Kegiatan ini diadakan secara Hybrid dengan melibatkan lima narasumber, semuanya berasal dari mahasiswa Program Kaderisasi Ulama dari kedua kampus, di mana tiga di antaranya adalah mahasiswa Program Kaderisasi Ulama UNIDA Gontor, dan dua lainnya merupakan mahasiswa PKU STIBA Makassar. Acara ini dihadiri oleh 35 peserta secara langsung di Gedung Muaโdz bin Jabal, sementara 51 peserta lainnya mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIBA Makassar, Ustaz Rahmat Badani bin Tempo, Lc., M.A. membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan kedudukan ilmu dalam agama Islam dan pentingnya peran ulama sebagai pembawa ilmu tersebut.
Ustaz Rahmat menggarisbawahi bahwa perhatian umat terhadap ilmu dan ulama harus terus diperhatikan, terutama menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, seperti maraknya pemikiran-pemikiran menyimpang. Di akhir sambutannya, ia berharap agar kerja sama antara UNIDA Gontor dan STIBA Makassar semakin erat, untuk menjaga eksistensi ilmu dan peran ulama di tengah umat.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ustaz Muhammad Wahyudi, M. Pd., seorang dosen sekaligus pembimbing di UNIDA Gontor. Ia menegaskan bahwa UNIDA Gontor dan STIBA Makassar memiliki dasar yang sama, yaitu ketakwaan dan semangat untuk menjaga eksistensi ilmu serta peran ulama. Ustaz Wahyudi juga menyarankan agar generasi muda memberikan perhatian yang lebih besar terhadap ilmu sebagai upaya menghadapi tantangan zaman, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ustaz Rahmat, sebagai bentuk jihad di era ini.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi seminar oleh para narasumber. Ustaz Randy Wahyudi, S.E., membuka materi pertama dengan judul โProblem Konsep Produksi Neo Kapitalisme dan Dampak Ekologiโ. Dalam penjelasannya, ia mengkritisi konsep produksi kapitalis Barat yang menganut sikap materialis, mendorong manusia untuk melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap alam. Dengan merujuk pada kitab Al-Kasb karya Imam Syaibaniy, ia menguraikan konsep produksi dalam Islam yang tidak hanya menekankan keuntungan dari alam tetapi juga memperhatikan etika manusia dalam berinteraksi dengan alam.
Sesi berlanjut dengan presentasi dari Ustaz Jalaluddin, S. Pd., yang membawakan materi berjudul โKrisis Relasi Guru dan Murid di Sekolah (Ditinjau dari Pandangan Imam Badruddin Ibn Al-Jamaโah)โ. Ustaz Jalaluddin mengulas masalah serius dalam adab, baik dari kalangan guru sebagai pendidik maupun murid sebagai peserta didik, yang tercermin dari meningkatnya kasus-kasus terkait. Ia memberikan solusi dengan merinci pandangan Imam Badruddin ibn Al-Jamaโah yang terdapat dalam kitab Tazkiratussami Walmutakallim sebagai upaya mengatasi krisis dalam bidang adab ini.
Berlanjut ke permasalahan fikih, materi ketiga disampaikan oleh Ustaz Muhammad Setyo Nugroho, Lc., M.H., dengan judul โBatasan Ikhtilaf dalam Fikihโ. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa ranah ikhtilaf dalam fikih tidak boleh mencakup urusan-urusan yang bersifat ushul atau pokok. Ustaz Setyo Nugroho juga menjelaskan batasan-batasan ijtihad dalam furuโ atau cabang fikih, sehingga tidak menghasilkan pandangan yang menyimpang.
Dari bidang ilmu hadis, materi keempat disampaikan oleh Ustaz Arfan Arifuddin, S.S., M.Ag., dengan judul โBatasan Pemaknaan Hadis โKalian Lebih Paham Urusan Dunia’โ. Penjelasannya mengatasi pertanyaan-pertanyaan kompleks seputar makna hadis tersebut, seperti โApakah seluruh urusan dunia lebih dipahami oleh umat sehingga syariat tidak mencakupnya sama sekali?โ
Ia membahas dengan mendalam pertanyaan-pertanyaan tersebut yang menunjukkan perlunya pemahaman yang akurat terhadap hadis tersebut.
Sebagai pemateri terakhir, Ustaz Muslimin Qasim, S.H., membawakan materi dalam bidang bahasa Arab dengan judul โMetode Pengajaran Bahasa Arab menurut Azhar Arsyadโ. Ia menyoroti pentingnya bahasa Arab bagi umat Islam. Sementara itu, dalam melihat beragam metode pembelajaran bahasa Arab, Ustaz Muslimin melakukan kajian terhadap metode Taโsisiyah yang terdapat dalam buku โDasar-dasar Penguasaan Bahasa Arabโ karya Azhar Arsyad.
Kegiatan ini semakin interaktif dengan adanya sesi tanya jawab setelah pemaparan materi oleh semua narasumber. Peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring, aktif menyampaikan pertanyaan-pertanyaan mereka dalam sesi tersebut. Sebagai penutup, Ustaz Muhammad Wahyudi, M. Pd., menyampaikan epilog. Ia menekankan bahwa tugas mahasiswa sebagai pembelajar Islam masih sangat banyak, dan penting untuk meningkatkan kesadaran diri dalam mengembangkan kapabilitas. Ia juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan waktu selama pendidikan di STIBA Makassar dengan sebaik-baiknya sebagai persiapan untuk berkhidmat pada umat.
Laporan: Khaerul Ahmad
Editor: Admin MDcom
















































































