MUJAHIDDAKWAH.COM,ย MAKASSAR – Dosen STIBA Makassar Ustadzah Armida Abdurrahman menyampaikan tips kepada peserta Webinar Muslimah FMDKI agar tidak bermudah-mudahan mengikuti tren yang sedang viral di media sosial dengan belajar dan menuntut ilmu syar’I. Sabtu, (8/1/2022).
Dalam materinya mengajak para muslimah untuk membentengi diri dengan ilmu syar’i sehingga terhindar dari segala tren keburukan dizaman modern saat ini.
โBukan karena sesuatu lagi viral, dicover dengan begitu cantik jadi terlihat fine-fine aja untuk diikuti dan disukai, lantas kita bermudah-mudahan mengiyakannya bahkan ikut larut dalam euforianya, mengenyampingkan soal Allah ridho atau tidak dengannya,โ ungkapnya.
Dosen STIBA Makassar tersebut menjelaskan bahwa musuh-musuh Islam sangat cerdas dalam mengkemas berbagai keburukan sehingga nampak cantik untuk di ikuti generasi muda, padahal itu adalah keburukan dan kerusakan.
โStrategi musuh-musuh Allah yang kini membungkus hal-hal yang salah dengan bingkai kebaikan sehingga terlihat seolah-olah merupakan sebuah kebaikan mulai dari pakaian yang digeser fungsinya bukan lagi menjadi alat untuk menutup aurat, namun kini menjadi ajang untuk bertabarruj,” tegasnya.
Ustazah Armida menambahkan jika tontonan-tontonan yang mengatas namakan Islam saat ini, justru pada dasarnya jauh dari pemahaman Islam yang sebenarnya, dimana pemikirannya sesat dan menyesatkan.
Selain itu, Ustadzah Armida Abdurrahman juga menyampaikan tiga kelemahan wanita yang sudah menjadi fitrahnya sehingga perlu setiap Muslimah membentengi dirinya dengan ilmu syar’i.
“Dapat diurai kelemahan wanita yaitu secara fisik, akal dan agamanya. Pertama kelemahan fisik, seorang muslimah sering kali merasa kurang cantik. Kedua kelemahan akal, seorang muslimah sering kali lupa. Terahkir yaitu kelemahan agama, seorang muslimah pada waktu-waktu tertentu mereka tidak shalat dan tidak berpuasa yaitu saat haid dan nifas. Inilah yang kemudian menjadi alasan pentingnya ilmu syar’i bagi muslimah dahulu hingga hari ini,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan gelombang tantangan muslimah yang merupakan bentuk strategi yang digencarkan oleh musuh-musuh islam.
“Seiring berjalannya waktu musuh-musuh ilmu terus melakukan berbagai strategi untuk menghancurkan umat Islam. Peran pemikiran yang digencarkan musuh Islam yang awalnya hanya tiga yaitu fun, food, and fashion hari ini jumlahnya semakin banyak yaitu 8F dan 3S (Fashion, food, film, free thingking, fun, free sex, friction, faith, sing, sport, smoke),” tambahnya.
Tidak lupa, pemateri dengan sapaan Ummu Hafsah tersebut menegaskan agar para muslimah senantiasa waspada dengan segala bentuk perang pemikiran yang terjadi hari ini.
“Kita harus senantiasa waspada dengan perang pemikiran yang terjadi hari ini. Setiap dari kita akan berperang. Dalam menaklukkan perang pemikiran ini dibutuhkan ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, dengan begitu apa yang halal dan haram, apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah bisa dibedakan dengan benar,” tuturnya.
Reporter: Wahyuni
Editor: Muh Akbar
















































































