• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Minggu, Juli 5, 2026
Advertisement
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Sambut Muktamar V di Jakarta, Wahdah Islamiyah Sulteng Gelar Sunatan Massal Gratis di Palu

    Sambut Muktamar V di Jakarta, Wahdah Islamiyah Sulteng Gelar Sunatan Massal Gratis di Palu

    Pangkas Biaya Pasien Daerah, WIZ Bareng Paragon Hadirkan Rumah Singgah Gratis di Makassar

    Pangkas Biaya Pasien Daerah, WIZ Bareng Paragon Hadirkan Rumah Singgah Gratis di Makassar

    Raih Penghargaan Sinergitas Kamtibmas, Dai Wahdah Islamiyah Soroti Pentingnya Kolaborasi Hukum dan Dakwah di Bulukumba

    Raih Penghargaan Sinergitas Kamtibmas, Dai Wahdah Islamiyah Soroti Pentingnya Kolaborasi Hukum dan Dakwah di Bulukumba

    DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Gelar Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) V, Teguhkan Semangat Perjuangan Dakwah

    DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Gelar Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) V, Teguhkan Semangat Perjuangan Dakwah

    PP LIDMI 2026โ€“2028 Resmi Dilantik, Muhammad Ikram: Saatnya Mengokohkan Dakwah Menuju Indonesia Beradab

    PP LIDMI 2026โ€“2028 Resmi Dilantik, Muhammad Ikram: Saatnya Mengokohkan Dakwah Menuju Indonesia Beradab

    SD IT Rabbani Sukses Gelar Seminar Parenting, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Peran Ayah dalam Pengasuhan

    SD IT Rabbani Sukses Gelar Seminar Parenting, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Peran Ayah dalam Pengasuhan

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    1.000 Hari Genosida Gaza, Dunia Kian Diam dan Luka Kemanusiaan Semakin Menganga

    1.000 Hari Genosida Gaza, Dunia Kian Diam dan Luka Kemanusiaan Semakin Menganga

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Menjadi Muslim atau Liberal!

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Sambut Muktamar V di Jakarta, Wahdah Islamiyah Sulteng Gelar Sunatan Massal Gratis di Palu

    Sambut Muktamar V di Jakarta, Wahdah Islamiyah Sulteng Gelar Sunatan Massal Gratis di Palu

    Pangkas Biaya Pasien Daerah, WIZ Bareng Paragon Hadirkan Rumah Singgah Gratis di Makassar

    Pangkas Biaya Pasien Daerah, WIZ Bareng Paragon Hadirkan Rumah Singgah Gratis di Makassar

    Raih Penghargaan Sinergitas Kamtibmas, Dai Wahdah Islamiyah Soroti Pentingnya Kolaborasi Hukum dan Dakwah di Bulukumba

    Raih Penghargaan Sinergitas Kamtibmas, Dai Wahdah Islamiyah Soroti Pentingnya Kolaborasi Hukum dan Dakwah di Bulukumba

    DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Gelar Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) V, Teguhkan Semangat Perjuangan Dakwah

    DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Gelar Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) V, Teguhkan Semangat Perjuangan Dakwah

    PP LIDMI 2026โ€“2028 Resmi Dilantik, Muhammad Ikram: Saatnya Mengokohkan Dakwah Menuju Indonesia Beradab

    PP LIDMI 2026โ€“2028 Resmi Dilantik, Muhammad Ikram: Saatnya Mengokohkan Dakwah Menuju Indonesia Beradab

    SD IT Rabbani Sukses Gelar Seminar Parenting, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Peran Ayah dalam Pengasuhan

    SD IT Rabbani Sukses Gelar Seminar Parenting, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Peran Ayah dalam Pengasuhan

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    1.000 Hari Genosida Gaza, Dunia Kian Diam dan Luka Kemanusiaan Semakin Menganga

    1.000 Hari Genosida Gaza, Dunia Kian Diam dan Luka Kemanusiaan Semakin Menganga

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Menjadi Muslim atau Liberal!

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Resensi Buku, TSAQOFAH

Resensi Buku: Petunjuk Jalan untuk Kembali (Tentang Pemikiran dan Sikap Ilmiah Imam al-Ghazali)

Ibnu Yasirby Ibnu Yasir
Reading Time: 12 mins read
Agustus 28, 2021
Penangkapan Yahya Waloni Untuk Menyamakan Skor?
604
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on WhatsApp

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali atau Imam al-Ghazali, ialah salah satu Ulama yang ajaran dan karyanya kerap disalahartikan oleh sebagian orang. Kendati banyak Ulama yang menobatkannya sebagai pembaharu abad ke-5 Hijriyah (mujaddid al-miโ€™ah al-khamisah), ia justeru dikambinghitamkan oleh pihak lain atas jatuhnya peradaban Islam di era Perang Salib. Setidaknya ada lima persoalan yang mendasari tudingan tersebut:

Pertama, otoritas al-Ghazali dibidang hadits meragukan. Kedua, al-Ghazali enggan menyerukan ummat untuk berjihad pada Perang Salib. Ketiga, al-Ghazali โ€œmembasmiโ€ filsafat, sehingga mencegah perkembangkan keilmuwan dalam Islam. Keempat, al-Ghazali sempat menghadapi fase โ€œkeraguanโ€ dalam pencarian kebenaran dan yang kelima, pemikiran aqidah al-Ghazali yang dianggap menjustifikasi ajaran pluralisme.

Kelima persoalan inilah yang oleh Dr. Muhammad Ardiansyah dikaji lewat buku terbaru beliau, Petunjuk Jalan untuk Kembali: Tentang Pemikiran dan Sikap Ilmiah Imam al-Ghazali.

You might also like

Rasisme: Dosa Asal Amerika

Rasisme: Dosa Asal Amerika

Juni 28, 2026
Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

Juni 25, 2026
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Juni 24, 2026
Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

Juni 23, 2026

Dalam bab pertama, Ustadz Ardi (panggilan akrab beliau) menguraikan alasan mengapa keraguan otoritas menyasar kepada Imam al-Ghazali, juga bagaimana kita memahami dan menyikapinya dengan adil. Pertama, ulama besar ini tidak menulis satu karya pun dalam ilmu hadits. Pernyataan ini benar adanya. Akan tetapi, bila kesimpulan yang ditarik adalah al-Ghazali tidak memahami ilmu Hadits, itu kesimpulan yang gegabah. Jika melihat dari karya-karya beliau, perhatiannya terhadap ilmu hadits begitu besar, baik dalam Riwayah, Dirayah, maupun Maโ€™ani al-Hadits.

Kebanyakan ulama menilai al-Ghazali tidak memiliki otoritas dalam ilmu Hadits Riwayah. Padahal, dalam Ihyaโ€™, al-Ghazali mampu membuat tingkatan pemahaman seseorang terhadap Hadits, yakni al-iqtishar (yang ringkas), al-iqtishad (yang sederhana), dan al-istiqshaโ€™ (yang panjang lebar). Menurut Ustadz Ardi, pembagian tingkatan ini tidak mungkin datang dari seseorang yang tidak mendalami kitab-kitab Hadits.

Terkait keilmuwan beliau dalam ilmu Dirayah, Ustadz Ardi mengutip kitab al-Makhul min Taโ€™liqat al-Ushul dan al-Mushtashfa min โ€˜Ilm al-Ushul. Kedua karya al-Ghazali ini membahas dengan mendalam sejumlah tema-tema ilmu Hadits Dirayah, seperti khabar mutawatir, khabar ahad, al-jarh wa al-taโ€™dil, syarat-syarat seorang syaikh, qari al-Hadits, ijazah, dan sebagainya.

Demikian pula dalam ilmu Dirasat Maโ€™ani al-Hadits. Kepiawaian al-Ghazali dalam menulis sejumlah karya di berbagai bidang, seperti aqidah, fiqh, akhlak, dan ushul fiqh, tentu didasari pemahaman yang mendalam terhadap makna-makna yang terkandung dalam Hadits yang dinukilnya. Dengan begitu, Ustadz Ardi menyebutkan, meski al-Ghazali nampaknya tidak mendalami ilmu rijal al-Hadits dan sifat-sifatnya, keilmuwan beliau dalam ilmu Riwayah masih masuk ke tingkat pertengahan. Sementara dalam ilmu Dirayah dan Maโ€™ani al-Hadits, al-Ghazali memiliki pemahaman yang sangat baik dan pantas diakui otoritasnya.

Kedua, kuantitas hadits dalam Ihyaโ€™ Ulumiddin mengundang perhatian ulama. Kesalahpahaman sebagaian kalangan terhadap otoritas al-Ghazali di bidang Hadits bermuara pada kitab ini. Berdasarkan perhitungan dari Mahmud Said Mamduh, al-Ghazali mengutip 4848 hadits dalam kitab Ihyaโ€™. Angka ini mengejutkan, selain Ihyaโ€™ bukan kitab hadits, ia juga menyimpan lebih banyak hadits dibandingkan sejumlah kitab hadits sendiri, seperti Sunan al-Tirmidzi dan Sunan Ibn Majah.

Hal ini menjawab tudingan al-Subki, yang menyebut al-Ghazali banyak mengutip hadits dari kitab shufi dan fuqaha. Padahal faktanya, tidak ada kitab tasawuf atau fiqh yang mengandung hadits sebanyak itu. Sehingga besar kemungkinan al-Ghazali mengutip langsung dari kitab-kitab hadits pokok, yang memberikan isyarat pula bahwa jumlah hadits yang demikian tidak akan mampu dikumpulkan oleh orang awan tentang hadits dan cabang-cabang ilmunya.

Lantas bagaimana dengan kualitas haditsnya yang disebut-sebut mengandung hadits lemah (dhaโ€™if) dan palsu (mawdhuโ€™)? Mengingat jumlah hadits yang begitu banyak, tidak mudah untuk meneliti kualitas semua hadits dalam Ihyaโ€™. Meski begitu, menyikapi keberadaan hadits dhaif harus proporsional, tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Sebab ulama Hadits sendiri tidak terlalu ketat dalam menilai sanad hadits dhaโ€™if, selama tidak berbicara masalah aqidah dan hukum (halal-haram).

Bahkan jika merujuk pada ulama hadits terkemuka, Imam Nawawi, hadits dhaโ€™if masih memiliki peluang diamalkan pada kondisi tertentu, kendati secara umum tetap harus didahulukan hadits shahih dan hasan. Terkait hadits palsu, tudingan ini berasal dari penelitian para ulama, seperti al-Hafizh Ibn al-Jawzi, al-Hafizh al-Turtuysi, al-Subki, al-Iraqi, dan Syaikh Anas al-Syarfawi. Hasil dari kajian tersebut memang menunjukkan bahwa ada beberapa hadits yang diyakini kuat palsu, namun jumlah tersebut sangat sedikit dibandingkan kuantitas hadits yang telah disebutkan.

Ketiga, banyak hadits yang dinukil al-Ghazali dalam kitab Ihyaโ€™ โ€˜Ulumiddin tanpa menyebutkan sanad. Kesimpulan ini terkesan terburu-buru. Jika kita membaca karya al-Ghazali, beliau sebenarnya menggunakan beberapa metode dalam menukil hadits, antara lain:

Pertama, langsung mengutip matan hadits setelah menyebut Rasulullah Saw, sahabat atau dengan isyarat lain. Kedua, langsung menyebut keshahihannya. Ketiga, riwayat secara makna. Al-Mahdali menuturkan, metode yang dipakai al-Ghazali dalam Ihyaโ€™ memang metode periwayatan ahli fiqh dan tasawuf. Metode ini berbeda dengan ahli Hadits yang ditutut menyebutkan sanad hadits secara lengkap.

Keempat, al-Ghazali belajar hadits baru menjelang akhir hayatnya. Teori ini berasal dari pernyataan Abdul Ghafir al-Farisi. Ibn Taimiyyah bahkan mengatakan al-Ghazali wafat dalam keadaan Shahih al-Bukhari ada di atas dadanya. Hanya saja, perlu diperhatikan bahwa hal ini bukan berarti al-Ghazali tidak pernah mengenal kitab itu sebelumnya. Sebab lewat buku ini, Ustadz Ardi menjabarkan dengan jelas rentetan guru al-Ghazali dalam ilmu Hadits. Jika disebut beliau mempelajari Shahih Bukhari dan Shahih Muslim di akhir usianya, bisa jadi itu adalah proses penyempurnaan. Sehingga ini menunjukkan al-Ghazali selalu berusaha meningkatkan kualitas dan otoritas keilmuwannya dalam ilmu Hadits.

Kelima, beliau mengaku pengetahuannya dalam ilmu Hadits sedikit. Pengakuan beliau ini bisa ditemukan di bagian akhir kitab Qanun al-Taโ€™wil. Sebagian orang cenderung memaknai kalimat ini secara tekstual, lantas melupakan aspek tawadhu dari ulama sekelas al-Ghazali. Konteks dari perkataan tersebut adalah penulisan kitab Qanun al-Taโ€™wil, yang merupakan jawaban al-Ghazali terhadap masalah metafisika yang ditanyakan oleh al-Imam al-Qadhi Abu Bakar Ibn al-โ€˜Arabi. Permasalahan tersebut bukanlah topik yang mudah. Pengkajian atas teks-teks hadits dalam kitab tersebut, dikatakan oleh Ustadz Ardi, memerlukan kaidah ilmu yang memadai agar bisa mendudukkan teks dan akal secara proporsional.

Wajar jika al-Ghazali menuturkan kalimat itu sebagai bentuk kehati-hatian. Di samping itu, sang penanya bukanlah orang biasa, ia adalah murid al-Ghazali yang dikenal sebagai muhaddits besar dan pakar Ushul pada zamannya. Tidak mungkin ulama sekaliber ia menanyakan permasalahan yang sedemikian rumit kepada seorang yang awam akan Hadits. Hal ini juga menyangkut posisi tinggi al-Ghazali yang merupakan ahli fatwa (mufti) dan pembaharu (mujaddid) pada saat itu.

Tiba pada bab kedua. Ustadz Ardi membahas tentang jihad al-Ghazali pada masa Perang Salib. Perang dua abad ini adalah salah satu peristiwa pahit yang dialami oleh ummat Islam, di mana Baitul Maqdis harus jatuh ke tangan tentara Salib. Beberapa ilmuwan menyalahkan al-Ghazali karena sikap pasifnya atas serangan ini, beliau dianggap terlalu tenggelam dengan aktivitas tasawufnya sehingga lupa kewajiban untuk menyerukan jihad. Ustadz Ardi mengutip pendapat yang bijak dari Dr. Yusuf Qardhawi, menurut ulama Mesir itu, al-Ghazali sebenarnya ikut berjihad pada masa itu, hanya saja titik berat jihadnya ialah intelektual yang merupakan permasalahan utama dalam tubuh internal ummat.

Menurut Dr. Majid Irsan al-Kilani, dalam buku Hakadza Zhahara Jilu Shalahiddin wa Hakadza โ€˜Adat al-Quds, al-Ghazali juga berjuang melalui gerakana ishlah dengan metode al-insihab wa al-awdah. Al-insihab artinya mengundurkan diri dari lingkungan yang penuh syubhat dan jabatan-jabatan yang menggiurkan.

Kemudian berfokus pada evaluasi diri dan memperbaharui pemikirannya yang selama ini salah. Adapun al-awdah maksudnya adalah kembali ke tengah masyarakat dan menjalankan proses ishlah dengan amar maโ€™ruf dan nahyi mungkar.

Selama menjalani praktik tasawufnya, al-Ghazali tidak pasif, tapi aktif mendiagnosa berbagai problematika umat. Setelah mendiagnosa masalah tersebut, al-Ghazali kemudian menjalankan ishlah dengan langkah-langkah berikut:

1) Melahirkan generasi Ulama dan pendidik,
2) Melahirkan sistem baru dalam bidang pendidikan dan pengajaran,
3) Menghidupkan amar maโ€™ruf dan nahyi al-munkar,
4) Mengkritik penguasa zalim,
5) Mengkritik gaya hidup materialisme,
6) Menyerukan keadilan sosial,
7) Memberantas aliran sesat. Gerakan ishlah ini kemudian dilanjutkan oleh para muridnya, hingga lahir generasi gemilang yang mampu membalikkan keadaan ummat kala itu, di antaranya Nuruddin Zanki dan Shalahuddin al-Ayyubi.

Pada bab tiga, Ustadz Ardi beralih kepada pembahasan tentang pandangan al-Ghazali terhadap filsafat. Kritik al-Ghazali terhadap filsafat kerap dituduh sebagai penyebab kemunduran dan kehancuran peradaban Islam. Kewaspadaan al-Ghazali kepada filsafat bukanlah tanpa sebab, kala itu, filsafat telah menjadi madzhab pemikiran yang memicu pertikaian antar kelompok.

Untuk itu, pasca memutuskan untuk memahami filsafat secara komprehensif, al-Ghazali kemudian memberikan sikapnya sesuai dengan padangan alam Islam. Lewat bukunya yang menggemparkan jagad intelektual, Tahafut al-Falasifah, al-Ghazali mengkritik sikap taqlid para cendikawan terhadap para filsuf, yang lantas mendorong mereka meninggalkan ajaran agama Islam.

Dalam buku yang sama, al-Ghazali juga menyusun 20 masalah yang menurutnya mengandung kontradiksi pemikiran para filosof, dari itu hanya dua masalah yang menjadi sasaran kritik beliau, yakni metafisika dan fisika. Menurut al-Ghazali, kelompok ahli filsafat dapat dipetakan menjadi tiga madzhab:

Pertama, madzhab materialis (al-Dahriyyun). Mereka adalah filosof awal Yunani yang mengingkari adanya Pencipta dan Pengatur alam. Bagi mereka, alam ini terjadi dengan sendirinya. Al-Ghazali memasukkan madzhab ini ke dalam kategori kaum zindiq.

Kedua, madzhab naturalis (al-Thabiโ€™iyyun). Madzhab ini mendorong pengikutnya untuk rajin meniliti alam, sehingga mereka terpesona dan terpaksa mengakui adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Akan tetapi, pandangan mereka yang mengatakan bahwa daya rasional manusia pun tunduk terhadap komposisi organik alam itu, membuat mereka menafikkan adanya akhirat, neraka- surga, kiamat, bahkan pahala dan dosa. Akibatnya, mereka terbuai oleh nafsu syahwatnya. Madzhab ini mendapat gelar zindiq yang serupa dengan madzhab sebelumnya.

Ketiga, madzhab metafisika (al-Ilahiyyun). Ini adalah kelompok filosof generasi terakhir (Sokrates, Plato, dan Aristoteles). Secara umum, mereka menolak kedua madzhab di atas, meskipun masih belum terlepas dari kekafiran dan kebidโ€™ahan tertentu.

Tulisan al-Ghazali tentang filsafat memang sangat jelas dan ditopang oleh argumentasi yang solid. Meski demikian, al-Ghazali tidak menentang filsafat seluruhnya. Apa yang beliau kritik adalah pemikiran dari sejumlah filosof yang menurutnya menyimpang dalam urusan metafisika. Bahkan Cemil Akdogan, Guru Besar Sejarah Sains di ISTAC-IIUM berpandangan bahwa kritik al-Ghazali kepada sebagian ilmu filsafat, justeru meletakkan fondasi metafisika untuk sains modern. Maka kontribusi al-Ghazali terhadap filsafat itu bukan hanya destruktif, tapi juga konstruktif. Buktinya, setelah beliau menlis Tahafut, aktivitas fisafat tidak berhenti, dan para filosof Muslim pun muncul silih berganti, dengan karya al-Ghazali sebagai salah satu rujukan mereka.

Dari persoalan filsafat, Ustadz Ardi beralih kepada pembahasan mengenai fase keraguan al-Ghazali. Sang Imam memang diketahui pernah mengalami krisis batin dan meragukan ilmunya. Dalam buku otobiografinya, al-Munqidz Min al-Dalal, beliau mengungkap bahwa ia sempat meragukan taqlid, sebelum kemudian melakukan hal yang sama kepada ilmu-ilmu empiris dan akal. Pertentangan jiwa ini berlangsung dua bulan, hingga al-Ghazali merasa seperti kaum sofis. Ia lalu menelusuri pemikiran dari empat kelompok yang mewakili para pencari kebenaran di zamannya: kelompok ahli kalam (mutakallimin), kelompok ahli filsafat (falasifah), kelompok estorisme (bathiniyyah), dan kelompok penganut tasawuf (shufiyyah). Dari kelompok tersebut, ia menaruh perhatian kepada kelompok terakhir. Baginya, ilmu yang hakiki tidak bisa dicapai dengan sekedar mendengar (al-samaโ€™) dan belajar (al-taโ€™allum), tapi juga perlu merasakan (al-dzawq) dan menjalaninya (al-suluk). Maka al-Ghazali menempuh jalan para sufi untuk menemukan ilmu tersebut.

Dari sini beliau mulai mengamati dirinya. Al-Ghazali sadar bahwa ia terjebak dalam niat yang salah dan mengajar ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat. Pergolakan jiwa ini membuat lisan al-Ghazali terkunci, ia tenggelam dalam kesedihan mendalam, hingga tidak nafsu makan dan fisiknya melemah. Al-Ghazali memutuskan meninggalkan Baghdad menuju Syam. Selama dua tahun menjalani proses penyembuhan, beliau berupaya menjauhi orang (โ€˜uzlah), menyendiri (khalwat), berjuang melawan hawa nafsu (mujahadah), menyucikan jiwa (tazkiyat al-nafs), membersihkan hati (tashfiyat al-qalb) dan mengingat Allah Swt (dzikrullah). Sampai akhirnya ia kembali ke Baghdad, dengan terus melanjutkan uzlah dan khalwat-nya selama 10 tahun, sehingga sampailah ia kebenaran sejati dan keyakinan hakiki yang didambakannya.

Beliau pun kembali terjun di tengah ummat, kembali mengajar di Madrasah an-Nizamiyyah (walaupun hanya beberapa saat, sebelum mendirikan pondok di kampung halamannya), dan kemudianmengisi hari-harinya dengan ibadah dan kegiatan intelektual lainnya hingga akhir hayat.

Keraguan adalah jalan menuju keyakinan dan kebenaran. Al-Ghazali menekankan hal ini dalam kitab Miโ€™raj al-Salikin dan Mizan al-โ€˜Amal. Sama seperti sikapnya kepada filsafat, skeptisisme al-Ghazali juga dilatarbelakangi problem intelektual dan moral yang merasuk di tengah ummat kala itu. Kefanatikan yang merajalela membuat al-Ghazali mempertanyakan sikap taqlid kepada diri dan pemikirannya sendiri.

โ€œRasa haus untuk mengenal hakikat segala sesuatu sudah menjadi kebiasaan dan kegemaranku, sejak awal dan masa mudaku. Ini karena karakter dan fitrah dari Allah yang dianugerahkan ke dalam tabiatku, bukan karena pilihanku dan rekayasa dariku. Sampai terlepas dariku belenggu taqlid, terpecah pula keyakinan-keyakinan yang terwariskan sejak usia muda,โ€ tutur al-Ghazali dalam otobiografinya.

Kendati demikian, al-Ghazali bukanlah seperti kaum skeptik yang benar-benar menolak adanya kebenaran. Keraguan itu muncul untuk mempertanyakan jalan mencapai kebenaran yang hakikat itu, bukan menafikkan tujuan itu sendiri. Di samping itu, al-Ghazali juga dikenal menulis karya-karya ilmuah yang mengandung ajaran positif tentang kebenaran, bahkan di fase keraguan itu sendiri, seperti Maqashid al-Falasifah, Tahafut al-Falasifah, Miโ€™yar al-Ilmi, Mizan al-Amal dan sebagainya.

Karya ini menurut Ustadz Ardi berisi pandangan al-Ghazali yang bersifat penetapan (taqrir) dan juga eksplorasi yang luas (syarh), dua hal mustahil dilakukan oleh seorang yang skeptik kepada kebenaran. Ada tujuan tinggi tangan ingin dicapainya, yaitu meningkatkan keyakinan, dari ilmu al-yaqin, menjadi โ€˜ayn al-yaqin sampai kepada haqq al-yaqin.

Pada bab pamungkas, Ustadz Ardi tiba di pembahasan tentang persoalan pandangan aqidah al-Ghazali yang disinyalir berbau Pluralisme. Anggapan ini mencuat pasca buku โ€œMengaji Pluralisme kepada Mahaguru Pencerahanโ€ karya KH Husein Muhammad tersebar ke publik. Dalam buku yang ditulis oleh Pengasuh Ponpes Dar al-Tauhid Arjawinangun, Cirebon itu, disebut bahwa Imam al-Ghazali adalah di antara Mahaguru yang berjasa menanamkan ajaran Pluralisme dalam Islam. Penulis dari buku ini nampaknya memang penganut Pluralisme tulen, mengingat argumentasi dan pernyataannya tidak berbeda jauh dengan kaum Pluralis lain. Padahal, Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2005 telah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Pluralisme, Sekularisme, dan Liberalisme adalah bertentangan dengan agama Islam.

Lantas darimana Kyai tersebut menyimpulkan al-Ghazali sebagai seorang Pluralis? Ia ternyata mengutip sebagian pemikiran al-Ghazali dalam kitab Fayshal al-Tafriqah Bayn al-Islam wa al-Zandaqah. Berdasarkan kajian tersebut, Kyai Husein mencoba menjabarkan pandangan al-Ghazali tentang makna kufr dan iman. Ia mengatakan al-Ghazali telah menawarkan teori takwil (heurmenetik) yang berbeda dengan teori takwil ulama sebelumnya. Menurut al-Ghazali, esensi wujud sebuah pernyataan atau berita bisa dinyatakan benar atau salah berdasarkan lima alternatif pendekatan, yaitu Wujud Dzati, Wujud Hissi, Wujud Khayli, Wujud Aqli dan Wujud Syibhi. Kyai Husein kemudian menjelaskan, โ€œJika berita dari Nabi bisa diinterprertasi dalam kerangka lima pendekatan ini, menurut al-Ghazali seseorang tidak bisa dinyatakan kafir.โ€

Maka demi mengantarkan pembaca pada satu kesimpulan Pluralismenya, Kyai Husein menyebutkan takwil adalah sesuatu keniscayaan, dengan begitu tidak ada lagi teks yang tidak bisa ditakwil atau hanya mempunyai makna tunggal. Meski tidak memungkiri al-Ghazali menolak gagasan ini, Kyai tersebut tetap bersikukuh bahwa sang imam dalam kitab ini berusaha menawarkan gagasan Pluralisme, Inklusivisme, dan Liberalisme. Beliau ingin melakukannya sehingga tidak satupun dari kelompok lain yang โ€œgegabahโ€ disebut kafir. Bahkan boleh jadi berlaku terhadap pandangan pemeluk agama-agama lain.

Arti Fayshal al-Tafriqah Bayn al-Islam wa al-Zandaqah ialah Penentu yang Membedakan antara Islam dan Zindiq. Dari judulnya saja bisa diambil kesimpulan bahawa al-Ghazali tidak menyamakan keislaman dan kekufuran, sebagaimana pandangan Pluralisme. Latar belakang penulisan ini bisa ditelusuri dari pertanyaan seorang murid al-Ghazali, yang melaporkan bahwa gurunya dituduh sesat bahkan kafir. Demi merespon pertanyaan tersebut, al-Ghazali kemudian menulis kitab ini. Al-Ghazali secara tegas menyatakan bahwa selama seseorang meyakini dan berpegang teguh dengan dua kalimat syahadat, maka orang itu termasuk golongan yang benar dan tidak menyimpang. Sehingga kita tidak mudah memvonis seorang muslim telah penyimpang atau kafir, maupun sebaliknya, orang yang jelas kafir sebagai Muslim.

Al-Ghazali juga memberikan batasan yang tegas, bahwa kufur adalah ketika seseorang mendustakan Nabi Saw dalam satu perkara yang disampaikannya. Sedangkan iman adalah membenarkan seluruh yang disampaikan oleh beliau. Konsep Nabi Muhammad sebagai pembeda antara batasan kafir dengan iman inilah yang dimaksud dalam kitab Fayshal al-Tafriqah. Terkait pembagian Lima wujud tadi, itu hanya berlaku kepada aliran dalam Islam sebagai acauan untuk tidak mengkfirkan satu sama lain. Ini tidak berlaku kepada kaum yang jelas kafir, seperti Yahudi, Nasrani, atau pemeluk agama lain. Begitu pula perkataan al-Ghazali tentang rahmat Allah bagi orang-orang Romawi dan Turki – yang ternyata dikutip sebagian oleh Kyai Husein. Padahal konteks dari pernyataan al-Ghazali itu masuk ke dalam pembahasan golongan yang belum menerima Islam, namun mendapatkan rahmat dari Allah. Yang mana fenomena ini hamper mustahil ditemui di zaman yang serba terbuka saat ini. Sikap eksklusif yang diajarkan oleh al-Ghazali ini bukan berarti mengajak kita untuk memusuhi penganut agama laim, tapi justeru menjadi dorongan agar kita semangat untuk berdakwah.

Hal yang menarik dari buku ini ialah cara Ustadz Dr. Muhammad Ardiansyah dalam menjabarkan sesuatu permasalahan dengan adil. Kendati telah menjawab berbagai kritik dengan ilmiah, berdasarkan keilmuwan lintas disiplin, beliau tidak menafikkan adanya aspek yang benar dalam berbagai kritik di atas. Buku ini memang terkesan singkat, bahkan dalam beberapa penjelasan ada yang sedikit menggantung dan membutuhkan dasar keilmuwan tertentu. Akantetapi, bagi saya buku ini cukup menjadi hadiah yang istimewa bagi orang yang melihat sebelah mata karya dan pemikiran al-Ghazali. Dan sebaliknya, menjadi dorongan yang kuat bagi para penggemar Sang Hujjatul Islam untuk menggali lagi setiap persoalan yang melekat pada gagasan dan kiprah sang Imam dalam khazanah keilmuwan Islam.

Sebagaimana yang dikatakan Dr. Syamsuddin Arif dalam pengantar buku ini, Imam al-Ghazali layaknya obor yang tak pernah mati. Ketika mendengar al-Ghazali telah memantapkan petulangan intelektualnya, bahkan sebelum usia 20, saya tidak heran melihat pemikirannya masih digaungkan setelah Sembilan abab berlalu. Beliau adalah ulama sejati. Yang jika dilihat dari sikap intelektualnya yang bijak, memberikan gambaran seorang cendikiawan yang mampu menjaga kemurnian niatnya; terbuka dengan pandangan baru tanpa melepaskan โ€œkewaspadaan intelektualโ€ terhadapnya; senantiasa mawas diri terhadap kesalahan; sekaligus berkomitmen kepada keyakinannya. Bukan justeru terjebak dalam taqlid, dan terbuai dalam nafsu keduniaan.

Semoga kita, pemuda-pemudi Islam dapat mewariskan pemikiran dan semangat dari Sang Hujjatul Islam!

***********

Penulis: Azzam Habibullah
(Mahasiswa STID Mohammad Natsir, Penulis Buku dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaatโ€ฆ
@Wallahu โ€˜alam bishowabโ€ฆ

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qurโ€™an dan Sunnah)

Tags: Buku Petunjuk Jalan untuk KembaliDr. Muhammad ArdiansyahResensi BukuUstadz Azzam Habibullah
604
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Penangkapan Yahya Waloni Untuk Menyamakan Skor?

Next Post

Childfree dalam Pandangan Islam

Ibnu Yasir

Ibnu Yasir

Ibnu Yasir adalah Jurnalis Fotografi mujahiddakwah.com, Ketua Komunitas Khidmah Pelosok, Aktivis DEMA dan UKM KALAM IAI STIBA Makassar.

    LIBERATION OF AL AQSA

    Rampok Tempat Bersejarah, Penjajah Israel Mulai Pasang Atap Besi di Pelataran Masjid Ibrahimi
    BAITUL MAQDIS

    Rampok Tempat Bersejarah, Penjajah Israel Mulai Pasang Atap Besi di Pelataran Masjid Ibrahimi

    Juli 4, 2026
    Kesaksian Jurnalis Gaza: Dipukuli, Dirantai, hingga Ditolak Berobat di Penjara Israel
    BAITUL MAQDIS

    Kesaksian Jurnalis Gaza: Dipukuli, Dirantai, hingga Ditolak Berobat di Penjara Israel

    Juni 28, 2026
    Membangun Kebersamaan dan Persatuan, Bukan Kesamaan dan Keseragaman
    BAITUL MAQDIS

    Membangun Kebersamaan dan Persatuan, Bukan Kesamaan dan Keseragaman

    Juni 23, 2026
    Di Balik Tenda Gaza, Anak-Anak Berperang Melawan Kudis, Demam dan Kelaparan
    BAITUL MAQDIS

    Di Balik Tenda Gaza, Anak-Anak Berperang Melawan Kudis, Demam dan Kelaparan

    Juni 17, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol
    KABAR DUNIA

    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk
    PILIHAN EDITOR

    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk

    by Muh Akbar
    April 25, 2026
    Imam Shamsi Ali: Indonesia Berutang Budi kepada Pak Jusuf Kalla
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Indonesia Berutang Budi kepada Pak Jusuf Kalla

    by Muh Akbar
    April 22, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat:ย Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina:ย Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1639 shares
      Share 656 Tweet 410
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      899 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qurโ€™an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    PALESTINA TERKINI

    1.000 Hari Genosida Gaza, Dunia Kian Diam dan Luka Kemanusiaan Semakin Menganga

    1.000 Hari Genosida Gaza, Dunia Kian Diam dan Luka Kemanusiaan Semakin Menganga

    Juli 3, 2026
    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Juli 1, 2026
    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

    Juni 28, 2026
    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Juni 23, 2026
    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Juni 21, 2026
    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Juni 18, 2026
    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Juni 16, 2026
    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Juni 16, 2026
    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Juni 16, 2026
    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Juni 16, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • ๐Ÿ›‘ *1.000 Hari Gen0sid4 G4z4: Masjid Al-Aqsa Kembali Diterobos Pemukim Ilegal Isr4el* โš ๏ธ Puluhan pemukim ilegal Isr4el sengaja menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa dan melakukan ritual berjamaah di pelataran. Sementara warga G4z4 P4lestin4 terus menghadapi pengeb0man, pengungsian, kelaparan, dan blokade yang berkepanjangan, kekejian terhadap salah satu tempat suci bagi umat Islam pun terus berulang. โš ๏ธ Seribu hari telah berlalu. Jangan biarkan P4lestin4 hilang dari doa dan kepedulian kita. Semoga Allah menjaga Masjid Al-Aqsa, melindungi rakyat Palestina, menguatkan mereka yang bertahan, serta menghadirkan keadilan dan kemenangan yang telah lama dinantikan. Aamiin. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #israel #palestina #gaza
    • *1000 Hari G4z4: Stop Gen0sida* ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ  ๐Ÿ“Œ ๐Ÿญ.๐Ÿฌ๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚, ๐—ป๐—ฎ๐—บ๐˜‚๐—ป ๐—น๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—บ ๐—ท๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ถ. ๐—๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ.  1.000 hari telah berlalu, tetapi penderitaan Gaza belum berakhir. Di balik setiap angka ada manusia: anak-anak yang kehilangan orang tua, keluarga yang kehilangan rumah, pasien yang tak bisa berobat, dan jutaan jiwa yang berjuang melawan lapar di tengah kehancuran.  Ini bukan sekadar statistik, melainkan potret nyata dari salah satu krisis kemanusiaan terbesar di zaman kita.  Terus suarakan kebenaran, doakan saudara-saudara kita di Gaza, dan ambil bagian sesuai kemampuan agar harapan mereka tetap hidup.  ๐—ฌ๐—ฎ ๐—”๐—น๐—น๐—ผ๐—ต, ๐˜๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ป๐—ด๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ-๐˜€๐—ฎ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ ๐—š๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ.
๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป, ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป-๐— ๐˜‚. ๐—”๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ถ๐—ป ๐—ฌ๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฏ๐—ฎ๐—น โ€˜๐—”๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ถ๐—ป ๐Ÿคฒ๐Ÿป  #palestine #gaza #genosida #gazaunderattack #freepalestine๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ
    • Guna mengatasi kekosongan hukum positif di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengambil langkah strategis dengan menyusun Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana L9BT.  Langkah komprehensif ini dipersiapkan untuk mendorong regulasi tersebut masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di DPR RI, sehingga Indonesia memiliki payung hukum yang kuat dan sanksi riil yang pasti nasional bagi para pelaku serta pengkampanyenya.  Tulis DUKUNG MUI di kolom komentar sebagai bentuk dukunganmu memberantas perilaku L9BT!!!  #tolaklgbt #lgbtq #mui #nasional
    • Seorang tentera Isr4el dilihat melemparkan bom ke dalam sebuah masjid ketika jemaah sedang menunaikan solat di Tepi Barat yang diduduki. Insiden ini menimbulkan kebimbangan terhadap keselamatan orang awam serta penghormatan terhadap rumah ibadah di tengah serang penjajah Zi0nis yang terus berlanjut. Lihatlah betapa biadabnya mereka, masih persis dengan watak mereka sejak dahulu yang hobi membunuh para Nabi dan merusak tempat ibadah umat manusia. #palestina #freepalestine๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ #masjidalaqsa #gaza #tepibarat
    • Serangan Isr4el tidak hanya merobek-robek tenda-tenda, serangan itu juga memaksa sekitar 200 keluarga pengungsi Palestina di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, untuk mengungsi. Akibatnya, telah menghancurkan satu-satunya tempat berlindung mereka serta sedikit barang-barang yang tersisa. Inilah tujuan pendudukan Israel di Jalur Gaza hari ini: membunuh anak-anak dan menargetkan warga sipil yang tidak bersalah. Di tengah puing-puing dan kehancuran, rakyat Gaza terus bertanya: Di mana para mediator yang dahulu menjanjikan gencatan senjata? Sampai kapan dunia akan tetap diam menyaksikan pembantaian ini? Sejak kemarin hingga saat ini, jumlah korban tewas telah melampaui sepuluh orang, sementara serangan dan pemboman Israel di Jalur Gaza terus berlanjut. Menurut sumber kesehatan, jumlah korban tewas sejak pelanggaran gencatan senjata dimulai pada Oktober 2025 telah meningkat menjadi 1.045 orang, ditambah 3.380 orang terluka. Jangan pelit do'akan yang terbaik untuk saudara-saudara kita di Gaza. Semoga Allah berikan ketabahan dan kemenangan serta kesyahidan bagi yang telah meninggal. Allahumma Aamiin... ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ #gaza #palestina #freepalestine๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ #genosida #gazaunderattack
    Next Post
    Childfree dalam Pandangan Islam

    Childfree dalam Pandangan Islam

    Mujahid Dakwah adalah Porta media Islam Indonesia dengan visinya menebar cahaya Islam, menginspirasi dan menyuarakan kebenaran. Memuat seputar artikel Islam, kolom, opini, sejarah dan peradaban, berita dunia Islam, Indonesian news. Serta menjadi pusat aspirasi dan literasi keilmuan dalam Pembebasan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.

    All Right Reserved ยฉ2018-2026 / Web Design By Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Landing Page
    • Buy JNews
    • Support Forum
    • Pre-sale Question
    • Contact Us

    ยฉ Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media