Keterampilan sangat berkaitan erat dengan suatu keahlian dibidang tertentu dan sangat berpengaruh pada tingka keberhasilan seseorang. Setiap orang mempunyai keterampilan yang berbeda-beda, walaupun mungkin terlahir dari rahim yang sama. Mungkin si sulung terampil dalam berwirausaha, namun sibungsu terampil dalam bidang olahraga. Keduanya tidak ada yang salah dalam setiap keterampilan yang di milikinya, semuanya memiliki nilai plus masing-masing. Yang terpenting adalah menekuni keterampilan yang kita miliki sehingga bisa berkembang dan menjadi sumber dari upaya kemandiriannya.
Menurut Abdullah Nashih Ulwan, Islam mengutamakan pendidikan berbagai keterampilan pada anak. Karena berbagai keterampilan yang di miliki, menyebabkan seseorang akan tetap survive dalam kondisi apapun, dan tidak akan mengantungkan hidupnya kepada orang dan pihak lain.
Keterampilan mestinya harus dimiliki oleh setiap manusia. Mengapa di Indonesia semakin banyak mencetak angka pengangguran? Hal ini hampir bisa dipastikan bahwa para penganggur tersebut mempunyai keterampilan yang minim, sehingga mempunyai daya saing yang rendah. Data BPS pengangguran di Indonesia. Melemahnya daya serap tenaga kerja di berbagai sektor, membuat angka pengangguran bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang, bertambah 320 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 7,24 juta jiwa.
Pada Agustus 2015, tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan didominasi oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 12,65 persen, disusul Sekolah Menengah Atas sebesar 10,32 persen, Diploma 7,54 persen, Sarjana 6,40 persen, Sekolah Menengah Pertama 6,22 persen, dan Sekolah Dasar ke bawah 2,74 persen. Dikutip Cnnindonesia, Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Razali Ritonga mengatakan jumlah angkatan tenaga kerja meningkat sedangkan daya serap tenaga kerja dari berbagai sektor melemah.
Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2015 bertambah 510 ribu orang menjadi 122,38 juta, dibandingkan Agustus 2014 yang sebanyak 121,87 juta jiwa. “Ada PHK dan daya serap yang agak menurun, sehingga pengangguarn meningkat,” kata Rizali di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11).
Angka yang tidak seimbang tersebut cukup memperihatingkan. Semakin hari, persaingan hidup semakin tinggi. Orang-orang yang tidak mempunyai keterampilan akan tersingkir dalam persaingan tersebut. Mungkin anda atau kita yang termasuk orang yang tersingkir tersebut. Beberapa kali mengajukan surat lamaran, tidak ada tanggapan. Atau beberapa kali kita mengikuti seleksi pegawai dan pekerjaan yang lainnya, namun tidak satupun yang diterima.
Kita pun merasa gagal untuk mendapatkan pekerjaan yang kita idam-idamkan. Sebenarnya tidak ada alasan seseorag untuk menganggur, terlalu banyak peluang usaha disekitar kita, dan kita pun tinggal mengasah keterampilan yang dibutuhkan. Jikalau ada penganggur di sekitar kita, yang ada hanyalah rasa malas termasuk gengsi, dan tidak berani bangkit dan mencoba mencari usaha yang baru untuk dirinya. Namun yang sangat menjadi penentu adalah keterampilan yang kita miliki dengan profesionallisme dalam setiap bidang yang kita geluti. Jikalau sekarang masih merasa bingung akan mengasah keterampilan apa? gampang saja coba perhatikan paragraf berikut.
Pertama, telusuri beberapa hobi yang kita miliki. Misalnya ditemukan beberapa hobi kita antara lain; Memasak, menjahit, menulis, berwirausaha, berolahraga, berkebun dan lain-lain. Kemudian pilih salah satu yang paling disukai. Karena jikalau kita suka pekerjaan tersebut, kita tidak akan bosan mengerjakannya walaupun sepanjang hari.
Selanjutnya gali sisi yang bisa mendatangkan keuntungan dari hobi tersebut. Misalnya, hobi memasak, bisa membuat kue atau masakan untuk dijual. Hobi menjahit, bisa belajar untuk menjahit dan mencoba untuk mulai meneriman pesanan jahitan. Hobi menulis, kita bisa membuat cerita atau artikel dan bahkan buku sekali pun untuk dikirimkann kemajalah, media masa sampai diterbitkan. Hobi berkebun, bisa kita mamfaatkan tanah yang kita miliki untuk budidaya tanaman untuk bisa diperjualbelikan. Hobi berolahraga, kita bisa mengasah hobi kita pada salah satu cabang olahraga dan profesional didalamnya dan menjadi atlet maka kita akan menjadi orang yang berprestasi, begitu pula dengan. Hobi berwirausaha, di zaman yang modern ini kita akan lebih mudah memamfaat-kannya untuk wirausaha, jualan online dan sebagainya.
Kemudian yang terakhir adalah ketika kita telah menentukan hobi kita, mana yang kita ingin geluti maka pertajam hobi tersebut, gali ilmunya sedalam-dalamnya dan ujung dari itu akan membentuk keterampilan dan kita tinggal merealisasikan dalam hidup kita. Gampang bukan?
Dengan demikian, tidak ada lagi istilah pengangguran yang melekat dalam diri kita. Kita pun tidak akan merasa malu karena menjadi benalu. Baik untuk orang tua ataupun masyarakat. Yang terpenting adalah kita berani membuat hal baru, lapangan pekerjaan baru tidak lagi bergantung pada orang lain. Menurut Supomo, direktur Solo Peduli, jiwa entrepreneur adalah jiwa yang ada pada orang-orang yang tidak pernah berdiam diri untuk terus berkembang dan berprestasi dibidangnya masing-masing.
Dengan demikian, setiap orang apapun profesinya, asalkan yang bersangkutan merasa suka dan berusaha terus mengembangkan diri meraih prestasi di bidangnya, mereka adalah orang-orang yang mempunyai jiwa entrpreneur. Tidak pandang bulu profesi apa yang digelutinya, apakah guru, atlet, wirausahawan, penulis, tukang parkir, sopir, bahkan tukang tambal ban sekalipun. Oleh karena itu sebagian profesi tidak boleh meremehkan profesi yang lain, karena didunia ini semuanya memang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Rejeki ditangan Allah , dan tidak menjamin orang yang mengenyam pendidikan tinggi akan sukses dibidang karir ataupun keuangannya.
***********
Bersambung, Insya Allah…
Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis Buku, Aktivis Media Islam, Pimpinan Mujahid Dakwah Media, Pendiri Madani Institute dan Pembina Daar Al-Qalam)
Sumber: Buku Meraih Kesuksesan dalam Benih Kegagalan
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)













































































