• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Sabtu, Juni 27, 2026
Advertisement
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Ustadz Zaitun Rasmin: Silaturahmi dan Persatuan Adalah Fondasi Utama Perjuangan Umat

    Wahdah Islamiyah Dukung MUI: LGBT Bertentangan Nilai Keindonesiaan, Hukum Pidana Bagi Pelaku

    Komisi VIII DPR RI Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten yang Mengkampanyekan LGBT

    Komisi VIII DPR RI Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten yang Mengkampanyekan LGBT

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

    3 Keuntungan di Balik Kesulitan

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Menjadi Muslim atau Liberal!

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Ustadz Zaitun Rasmin: Silaturahmi dan Persatuan Adalah Fondasi Utama Perjuangan Umat

    Wahdah Islamiyah Dukung MUI: LGBT Bertentangan Nilai Keindonesiaan, Hukum Pidana Bagi Pelaku

    Komisi VIII DPR RI Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten yang Mengkampanyekan LGBT

    Komisi VIII DPR RI Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten yang Mengkampanyekan LGBT

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

    3 Keuntungan di Balik Kesulitan

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Menjadi Muslim atau Liberal!

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Opini Anda, TSAQOFAH

Refleksi Hari Gerakan 30 September PKI: Kepribadian, Sejarah dan Perkembangannya

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 8 mins read
Juni 16, 2026
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

“Agenda PKI dari tahun 26, 48, dan 65 itu sama, yaitu ingin menggabungkan Indonesia menjadi bagian dari Komunis Internasional (Komiter) yang waktu itu pusatnya ada di Uni Socialist Soviet, Rusia.”
(Dr. Tiar Anwar Bachtiar)

Lagi-lagi untuk kesekian kalinya Pesantren At-Taqwa, yang bertempat di Cilodong-Depok, menyelenggarakan seminar luar biasa dengan tema “Ancaman Komunisme: Dulu, kini, dan Nanti” pada Ahad, 22 September 2019. Alasan diselenggarakannya seminar ini adalah dalam rangka menyambut hari G30 S PKI. Kalau beberapa tempat menyambutnya dengan menonton film, maka kali ini At-Taqwa mencoba hal lain, yakni dengan menonjolkan intelektualisme dan budaya ilmu dalam mengkaji gerakan tersebut, dari mulai ideologi sampai perkembangannya.

Sebagai pembuka majlis, dengan mengutip buku Mujahid dakwah karya KH. Isa Anshari, Ustadz Wahyu Husain (selaku moderator) mengatakan bahwa sang penulis buku tersebut memberi penekanan yang cukup kuat agar para mujahid dakwah dan kaum Muslimin memahami apa itu komunisme. “Secara tersirat Kyai Isa Anshari mengatakan, komunisme ini ada dan akan tetap ada, dan faktanya memang tetap ada,” tegas Ustadz Yudi. Memang ada yang beranggapan bahwa hal ini tidak perlu dibahas lagi. Yang penting adalah rekonsiliasi antara NU Anshar dan militer yang saat itu membantai orang-orang PKI atau simpatisan PKI. Namun Ustadz Yudi menjelaskan bahwa karena pembahasan seputar komunisme ini sangatlah luas dan banyak pula kalangan yang masih awam akal hal ini, maka diangkatlah tema ini. Tanpa berpanjang Kalam, tibalah bagi Ustadz Tiar memaparkan tema tersebut.

You might also like

Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

Juni 25, 2026
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Juni 24, 2026
Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

Juni 23, 2026
Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

Juni 16, 2026

Dalam muqaddimahnya, beliau mengatakan, “Walaupun tahun 1926 melakukan perlawanan terhadap Belanda, namun gerakan komunis di Indonesia tidak punya agenda sebagaimana para pendiri Republik ini.” Jadi perlawanan mereka bukan demi kemerdekaan Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan dalam kongres Syarikat Islam pada 1913 atas inisiatif HOS Cokroaminoto dan Agus Salim. Sampai-sampai dikatakan bahwa daging nasionalisme Indonesia itu diberi isi oleh SI. Hingga akhirnya SI menjadi organisasi terlarang, karena gagasan tersebut dianggap sebagai makar terhadap pemerintahan Belanda. Adapun agenda sesungguhnya dari gerakan komunis di Indonesia melalui PKI adalah sebagaimana dikatakan Ketua Umum PP Pemuda Persis (2010-2015) itu bahwa, “Agenda PKI dari tahun 26, 48, dan 65 itu sama, yaitu ingin menggabungkan Indonesia menjadi bagian dari Komunis Internasional (Komiter) yang waktu itu pusatnya ada di Uni Socialist Soviet, Rusia.”

Kemudian beliau memulai pembahasan dengan menerangkan seputar ideologi komunisme. Pada dasarnya ideologi ini menganut faham materialisme historis. Faham yang berkeyakinan bahwa sejarah itu ditentukan oleh manusia sendiri, tidak dengan kekuatan Tuhan, gaib, dsb. “Komunisme itu lahir sebagai anak kandung dari sekularisme,” tegas Ustadz Tiar. Implementasi dari sekulerisme yang sangat mengedepankan akal dan kebebasan manusia (antroposentrisme, setelah sebelum renaisans orang-orang Barat menganut faham Teosentrisme) dalam dunia politik (ditandai dengan revolusi Perancis tahun 1789) menciptakan sistem demokrasi dan dalam ekonomi (ditandai dengan revolusi industri di Inggris) memunculkan sistem kapitalis. Dan menjadi dominan di Eropa sejak abad ke-19. Jadi sebetulnya, antara orang-orang komunis dan kapitalis, di pikirannya sama-sama “tidak ada Tuhannya,” sebab keduanya lahir dari rahim yang sama.

Adapun perbedaannya, adalah tatkala Karl Marx (seorang pemikir abad 19 berkelahiran Jerman melihat bahwa sistem kapitalisme telah menciptakan gerbang pemisah yang sangat jauh antara kelompok Borjuis dan Proletar. Yang membuat kalangan Borjuis semakin kaya dan kalangan Proletar semakin miskin. Inilah titik awal munculnya gagasan komunisme. Masalahnya, kapitalisme ini didukung kuat oleh kekuatan doktrin Protestan Ethics. Protestan, sebagai pengganti agama Katolik-lah yang dianggap Marx sebagai pemberi legitimasi dan penyubur sistem kapitalis. Sebab Protestan berbeda dengan Katolik Roma dulu, yang masih berkeyakinan bahwa gereja merupakan sentral dari seluruh kehidupan manusia, sehingga tidak mungkin ia setuju dengan kapitalisme yang lebih mengedepankan kebebasan manusia.

Di antara cara-cara Marx dalam menghancurkan kapitalisme, adalah dengan menyingkirkan Tuhan, membuang agama (bahkan sampai mengatakan bahwa agama adalah ciptaan manusia), dan menyingkirkan para “pendeta”. Maka orang-orang komunis tidak percaya lagi pada unsur metafisika. Bahkan bagi mereka, Tuhan dianggap tidak punya andil dalam sejarah. Karl Marx, selaku pengusung faham ini sampai mengatakan bahwa ide tentang Tuhan semacam infeksi yang berbau busuk. “Eksistensi Tuhan tidak masuk akal. Konsep Tuhan adalah konsep yang menjijikan. Pendek kata aku menaruh dendam kepada Tuhan,” Tegas pria kelahiran Jerman itu. Begitu juga dengan agama. Baginya, agama merupakan candu. Mengapa? Sebab agama, tatkala ada perintah untuk bersabar atau bersyukur dengan apa yang dimiliki, seakan-akan itu dianggap sebagai opium bagi masyarakat sehingga mereka lupa dengan masalah atau keresahan Mereka.

Pemikiran Karl Marx ini di kemudian hari menjadi gerakan yang sifatnya politis, tepatnya saat terjadinya Revolusi Bolshevic di Rusia pada 7 November 1917. Melalui revolusi inilah Uni Soviet berhasil didirikan, dan menjadi momentum bagi komunisme untuk menjadi satu gerakan baru. Tokohnya ialah Joseph Stalin. Ialah yang nantinya mewujudkan gerakan komunisme dalam bentuk gerakan politik. Pada awal abad 20 itulah komunisme menjadi gerakan politik dunia yang sangat serius. Apalagi saat itu, komunisme sedang mendapat momentum dimana negara-negara kapitalis sedang mengalami masa resesi dan berada di ambang kebangkrutan.

Saat itulah komunisme menjadi bahan perbincangan dan sampai dianggap sebagai alternatif baru dalam menyelesaikan permasalahan mereka. Momentum itu juga didapatinya tatkala banyak negara-negara yang sedang dalam keadaan terjajah. Sebab dalam ideologi komunisme, diajarkan perlawanan, pemberontakan, pelepasan diri dari kolonialisme. Momentum-momentum itulah yang kemudian membuat gerakan kapitalisme tumbuh subur dan berkembang ke berbagai negara di antaranya RRC, Kuba, Korea Utara, Kamboja, Boslavia, Vietnam, dll. “Pada awal abad 20 inilah komunisme berevolusi menjadi gerakan internasional,” Ujar Ustadz Tiar.

Salah satu negara yang terkenal ekspor faham ini ialah Indonesia. Yang pertama kali menyebarkan adalah seorang tokoh komunis dari Belanda bernama Joseph Sneevlit. Ia memanfaatkan Syarikat Islam yang anti kolonialisme. Namun pada awal-awal berdirinya siapa pun yang anti kolonialisme bisa bergabung sekalipun ke-Islamannya itu hanya sekedar di mulut saja. Jadi saat itu belum ada penegasan ideologi. Momen itulah yang digunakan oleh Sneevlit untuk mendapat kader-kader hebat yang berhasil disusupkan ke dalam SI, di antaranya, Darsono (ketua SI cabang Surabaya), Semaun (ketua SI cabang Semarang), Tan Malaka, dan Muso.

Akhirnya mereka mampu mendoktrin orang-orang yang anti kolonialisme untuk anti kepada kaum Borjuis. Sampai akhirnya, Agus Salim menyadarinya, dan pada 1919, diadakanlah pemutihan partai, hingga terbagi menjadi dua kelompok: SI merah dan SI putih. SI merah inilah yang kemudian dikeluarkan dan pada 1920 membentuk satu partai bernama PKH (Perhimpunan Komunis Hindia Belanda) yang nantinya pada 1927 berubah menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia). Pada 1926, para kader-kader ini telah mendapat biaya dari Uni Soviet untuk menjadikan Indonesia sebagai sayap Uni Soviet di Asia. Inilah cikal bakal dari tersebarnya komunisme di Indonesia.

Namun tidak serta-merta mereka langsung menyebarkan ideologi anti agama, sebab itu akan bertolak belakang dengan konteks ke-Indonesiaan saat itu. Maka yang dipropagandakan oleh mereka adalah doktrin anti penjajahan, keberpihakan kepada kaum Proletar, buruh, petani, rakyat jelata, dsb. Itulah yang membuat mereka mendapat banyak pengikut, sehingga akhirnya bisa melaksanakan pemberontakan pada tahun 1926, 1948, dan 1965. Namun karena beberapa faktor, seperti kekuatan militer yang tidak seimbang, tidak menghitung kekuatan TNI yang disokong CIA, dan masih banyak lagi, pemberontakan tersebut harus berakhir pada kegagalan.

Meski begitu, saat pemberontakan-pemberontakan itulah kemudian jati diri PKI sebagai partai yang anti agama mulai terlihat. Mulai dari target pembunuhan mereka yang tidak hanya kepada tantara, tapi juga para pemuka-pemuka agama, yang nantinya membuat kebencian masyarakat akan partai ini semakin meningkat. Sebetulnya, pada 1948, PKI sudah lagi tidak dipercaya. Namun karena kehendak Soekarno untuk mendirikan NASAKOM—setelah sebelumnya diingatkan terus-menerus oleh MASYUMI bahkan sampai adanya gerakan PRRI oleh Syafruddin Prawiranegara (yang sebetulnya ini adalah gerakan anti komunisme bukan anti Soekarno)—membuat ia menaruh kepercayaan lagi kepada PKI.

Saat itulah PKI mulai merancang gagasannya lebih baik lagi melalui kader-kader barunya, terutama D.N. Aidit. Partainya mulai memberikan citra-citra baik, mampu direhabilitasi kembali sampai menduduki urutan keempat saat pemilu pertama kali pada 1955. Dari situlah PKI tumbuh subur, bahkan banyak memegang militer, kepolisian, politik, dan sebagainya, dan terjadilah pemberontakan yang paling besar pada tahun 1965. Setelah gagal, sejak saat itu, gerakan komunis menjadi gerakan yang terlarang di Indonesia. Di era Soeharto, tepatnya tahun 1967, terbitlah TAP MPR tentang pelarangan ideologi komunisme di Indonesia dan pelarangan pendirian PKI. Saat itulah pemerintah mulai “bersih-bersih” golongan kiri yang dianggap PKI dari kekuasaan dan bidang lainnya.

Namun meskipun sudah dibersihkan, tetap masih saja ada sisa-sisa dari keluarga, keturunan, dan simpatisan PKI. Misalnya pada zaman orde baru ditandai dengan gerakan mahasiswa kiri yang masih berani menyebarkan ideologi komunis secara diam-diam. Lalu pada masa reformasi, dengan munculnya Partai Rakyat Demokratik, Partai Buruh dsb. Namun, sekarang ini ideologi komunis mulai terlihat kehilangan pamornya. Apalagi sejak kapitalisme menang dalam Cold War yang membuat Uni Soviet pecah, sehingga kekuatan finansial dari Soviet sebagai tonggak utama penyebaran komunisme sudah musnah.

Mungkin sampai saat ini China dan Korea Utara masih berideologi komunisme, begitu juga dengan China Overseas yakni apa yang disebut sebagai “Sembilan Naga”. Namun itu hanya sekedar di mulut dan diterapkan dalam ranah politik saja. Sementara secara ekonomi, mereka tetap menggunakan sistem kapitalis. Jadi mereka bisa dikatakan sebagai “komunis rasa kapitalis.” Sebab sudah tidak ada lagi dalam pikiran mereka untuk menerapkan pemerataan dan kesejahteraan bersama.

Di akhir acara, ada yang satu hal yang menarik. Dimana ketika itu ada seorang pria yang sudah berumur memberikan komentar. Menurutnya, isu-isu komunisme, mulai dari ideologi, sejarah, sampai perkembangannya, mesti diketahui oleh kalangan muda. Jadi jangan sampai anak-anak milenial ketinggalan dengan isu-isu seperti. Seakan-akan beliau hendak menyiratkan bahwa saatnya anak-anak muda mulai membangkitkan semangat intelektualisme. Apalagi kalau kembali kita mengutip perkataan KH. Isa Ansari, bahwa “Komunisme itu ada dan akan tetap ada.”

Yang perlu kita ingat adalah bahwa bukan berarti mereka yang mempunyai hubungan darah dengan orang PKI yang dulu telah mengukir sejarah kelam agama Islam di Indonesia dan Indonesia itu sendiri, kita musuhi, diintimidasi, apalagi didiskriminasi. Toh, mungkin mereka juga sama sekali tidak menghendaki kezaliman besar itu, sehingga hal itu sama sekali tidak bisa dikait-kaitkan dengan mereka. Tapi tentu berbeda halnya jikalau mereka memang menunjukkan sikap yang tidak “mengenakkan” sebagaimana yang pernah dilakukan para pendahulu mereka. Meskipun kita juga harus tetap melihat kadar perbuatannya, untuk bisa menentukan sikap apa yang sekiranya tepat yang perlu kita tunjukkan. Prinsipnya, kalau mereka (para keluarga dan keturunan orang PKI) menunjukkan sikap yang baik, silakan memaafkan mereka tapi jangan pernah melupakan tragedi berdarah itu (mulai dari tahun 26, 48, sampai 65).

Sebagai penutup mari sama-sama kita renungkan bait-bait puisi Taufik Ismail yang berjudul “Angka-Angka Dari Sebuah Partai Destruksi”:

Mari kita memakai angka-angka
Dalam bicara tentang ideologi dunia

Komunisme: Marx dan Lenin pemimpinnya
Membunuh per hari 4.500 manusia
Di 76 negara, selama 74 tahun, 1917-1991
Jumlahnya 120 juta manusia

Dapatkah kita membayangkan
4.500 orang setiap harinya dijagal
di 76 negara, selama 74 tahun
atas nama sebuah ideologi
yang namanya komunisme?

Di abad yang lalu itu
Cuma ada satu tandingan komunisme
Yaitu Nazisme

Nazisme, Adolf Hitler pemimpinnya
Membunuh 25,6 juta manusia dalam 15 tahun
Dalam satu hari 5.700 orang dibantainya
Di 15 negara

Komunisme menjagal 120 juta manusia
Nazisme menjagal 25,6 juta manusia
Komunisme 4 kali lipat lebih kejamnya”

Kenapa komunisme demikian kejamnya?
Karena tercantum dalam tujuannya:
“Merebut kekuasaan dengan kekerasan”,
dengan tafsiran kekerasan sebagai penjagalan manusia

Untuk mencapai tujuan itu, segala cara halal dipakai
Segala cara
Sehingga sangat terkenal slogan Partai Komunis ini:
Tujuan menghalalkan cara

Cara-cara itu dalam pelaksanaannya sangat terperinci
Dalam 17 langkah:
Berdusta, Memutar-balik Fakta, Memalsukan Dokumen,
Memfitnah, Memeras, Menipu, Menghasut, Menyuap,
Intimidasi, Bersikap Keras, Membenci, Mencaci-Maki,
Menyiksa, Memperkosa, Menyabot, Membakar,
Membunuh, Membantai.

17 langkah ini dilatihkan kepada kader-kader partai.

Demikianlah ¾ abad ideologi ini berkiprah di dunia
Tujuan asli patai ditutup-tutupi
Barang dagangan yang ditawarkan dan dijajakan adalah:
Mendukung demokrasi
Memperjuangkan nasib buruh dan petani
Sama rata sama rasa
Tidak anti agama
Kampiun Hak Asasi Manusia

Dalam hal anti agama, inilah dusta terbesarnya
Kepada public wajah yang diperlihatkan tidak anti Tuhan
Tapi praktek instruksi Lenin adalah pembunuhan
28 uskup, 1.200 pendeta dan 800.000 Muslimin
9.000 gereja dan 30.000 masjid diruntuhkan
Gereja habis 90 %, masjid 99,015 % di Rusia

Setelah 74 tahun, Boris Yeltsin, mantan ketua partai
Kemudian dia jadi Presiden Uni Sovyet
Menyiarkan Pengumuman yang menggemparkan dunia
Pada tanggal 26 Desember 1991
Yeltsin membubarkan Partai Komunis Uni Sovyet
Karena telah gagal memenuhi janji 74 tahun
Gagal memakmurkan rakyatnya sendiri

Pengumuman itu bagaikan gempa bumi dahsyat sedunia
Kemudian 24 negara komunis membubarkan diri
Empat masih bertahan sampai kini
RRC, Vietnam, Korea Utara dan Cuba.

************

Penulis: Fatih Madini
(Mahasiswa At-Taqwa College Depok, Penulis Buku dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Prof. H. Muhammad Rasjidi Menjawab Paham Penyamaan Agama

Next Post

Din Syamsudin dan Rahmat, Sinergi Muhammadiyah-NU di KAMI

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Aktivis Komite Solidaritas Palestina, Member of Ummah International & Saladin Comunity.

    LIBERATION OF AL AQSA

    Membangun Kebersamaan dan Persatuan, Bukan Kesamaan dan Keseragaman
    BAITUL MAQDIS

    Membangun Kebersamaan dan Persatuan, Bukan Kesamaan dan Keseragaman

    Juni 23, 2026
    Di Balik Tenda Gaza, Anak-Anak Berperang Melawan Kudis, Demam dan Kelaparan
    BAITUL MAQDIS

    Di Balik Tenda Gaza, Anak-Anak Berperang Melawan Kudis, Demam dan Kelaparan

    Juni 17, 2026
    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa
    BAITUL MAQDIS

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Juni 16, 2026
    Malam Solidaritas Gaza, GPCI Ajak Media dan Profesional Perkuat Narasi Pembebasan Palestina
    BAITUL MAQDIS

    Malam Solidaritas Gaza, GPCI Ajak Media dan Profesional Perkuat Narasi Pembebasan Palestina

    Mei 23, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol
    KABAR DUNIA

    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk
    PILIHAN EDITOR

    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk

    by Muh Akbar
    April 25, 2026
    Imam Shamsi Ali: Indonesia Berutang Budi kepada Pak Jusuf Kalla
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Indonesia Berutang Budi kepada Pak Jusuf Kalla

    by Muh Akbar
    April 22, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1639 shares
      Share 656 Tweet 410
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1074 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      899 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    PALESTINA TERKINI

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Juni 23, 2026
    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Juni 21, 2026
    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Juni 18, 2026
    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Juni 16, 2026
    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Juni 16, 2026
    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Juni 16, 2026
    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Juni 16, 2026
    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Juni 16, 2026
    Presiden Turki Serukan Persatuan Global dan Bantuan untuk Rakyat Suriah di KTT D-8

    Presiden Turki Serukan Persatuan Global dan Bantuan untuk Rakyat Suriah di KTT D-8

    Juni 16, 2026
    Meski Dihadang Zionis, 50 Ribu Jamaah Hadiri Salat Jumat di Aqsha

    Meski Dihadang Zionis, 50 Ribu Jamaah Hadiri Salat Jumat di Aqsha

    Juni 16, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • 🍉 AL AQSHA TANPA PENJAGA Pengetatan terhadap akses para petugas penjaga Al Aqsha oleh pihak penjajah. Ada peringatan serius mengenai upaya mengosongkan Masjid Al-Aqsa dan membatasi kewenangan lembaga wakaf Islam, di tengah tindakan yang disengaja untuk mengisolasi para penjaga masjid serta menjauhkan mereka dari tugas mereka. Semoga Al-Aqsa segera merdeka dari tangan-tangan kotor Zi0nis... #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #islam #masjid
    • Hari Jumat adalah hari terbaik yang dipenuhi keberkahan dan kemuliaan. Di hari ini, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk memperbanyak shalawat. Sebab shalawat bukan sekadar rangkaian kata yang terucap di lisan, tetapi bukti cinta kepada manusia terbaik yang telah membawa kita dari kegelapan menuju cahaya Islam. Betapa sering kita mengingat orang-orang yang kita cintai. Namun, sudahkah hari ini kita mengingat Nabi Muhammad ﷺ yang begitu mencintai umatnya? Mari luangkan waktu sejenak. Hentikan kesibukan, tenangkan hati, lalu perbanyak shalawat. Semoga setiap shalawat yang kita lantunkan, menjadi jalan untuk mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ kelak di hari kiamat. Di hari yang mulia ini pula, saat lisan kita bershalawat, jangan lupakan Al-Aqsa dalam munajat kita. Sebab di sana ada saudara-saudara kita yang menjaga tanah yang diberkahi dengan air mata, kesabaran, dan pengorbanan. Semoga setiap doa menjadi sebab terjaganya Masjid Al-Aqsa serta terbebaskannya Palestina. _Aamin ya Rabbal Alamin_ 🤲🤲🤲 اللهم صل وسلم على نبينا محمد اللهم احفظ الأقصى وانصر أهل فلسطين 🤍 #jumat #shalawat #cintarasulullahﷺ #masjidalaqsa #baitulmaqdis
    • Gerakan normalisasi LGBT adalah ancaman serius terhadap keutuhan keluarga dan tatanan masyarakat. MUI sendiri menilai, ini adalah panggilan moral yang tak bisa lagi diabaikan, demi menjaga martabat kemanusiaan dan peradaban bangsa.  Berlandaskan Fatwa Nomor 57 Tahun 2014, Majelis Ulama Indonesia (MUI) @muipusat menegaskan bahwa orientasi seksual sesama jenis bukanlah kodrat permanen, melainkan kelainan yang bisa disembuhkan secara medis, psikologis, dan spiritual.  Guna menjaga nilai luhur kemanusiaan, MUI mendorong pemerintah menerapkan langkah komprehensif, yakni penegakan hukum yang tegas terhadap kampanye aktivitas tersebut, sekaligus penyediaan layanan rehabilitasi yang memadai untuk merangkul dan memulihkan mereka yang terdampak.  #lgbt #nasional #indonesia #mui #tolaklgbt
    • BIADAB! MANUSIA TERLAKNAT! HARUS SEGERA DITANGKAP! HUKUM MATI! Harus ada efek jera ... Bayangkan kalo ini terjadi pada putri , Istri atau adik anda? Semua kita BERGERAK CARI TAUFIK HIDAYAT INI HIDUP/MATI. Semoga gakda lagi berita yang merusak murani manusia, siapapun kita pasti melaknat pelakunya! Izin Repost Kiyai @fatihkarim #indonesia #fatihkarim #nasional
    • Biadab! Para pemukim Y4hudi kembali melakukan ritual Talmud di pelataran Masjid Al-Aqsa pagi ini, Selasa (23/6). Pelecahan terhadap Masjidil Al-Aqsa terus berlangsung dan di kawal langsung oleh pasukan Zi0nis Isr4el. Kemana Ummat Islam yang berjumlah 2 milliar, 1 Masjid Al-Aqsa pun tak mampu kita jaga. Kita tak boleh diam, melihat masjid suci kita terus di kotori dan lecehkan... Jika luka Al-Aqsa tak lagi menggucang hati, bisa jadi nurani dan jiwa kita telah lama mati. Bangkitlah Umat Islam.. Bebaskan Tanah Sucimu.. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #freepalestine🇵🇸 #islam
    Next Post

    Tarbiyah Literasi Online: Founder Mujahid Dakwah Sampaikan Peran Media dalam Kebangkitan Islam

    Mujahid Dakwah adalah Porta media Islam Indonesia dengan visinya menebar cahaya Islam, menginspirasi dan menyuarakan kebenaran. Memuat seputar artikel Islam, kolom, opini, sejarah dan peradaban, berita dunia Islam, Indonesian news. Serta menjadi pusat aspirasi dan literasi keilmuan dalam Pembebasan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.

    All Right Reserved ©2018-2026 / Web Design By Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Landing Page
    • Buy JNews
    • Support Forum
    • Pre-sale Question
    • Contact Us

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media