Dalam proses kehidupan manusia, tentunya ada banyak sekali pengalaman yang kita dapatkan. Banyak hal yang terjadi atau kita alami dalam setiap langkah perjalanan hidup ini. Masa kecil, masa muda dan masa tua adalah perjalanan untuk kita mendapatkan sebuah pengalaman dalam berbagai aspek kehidupan kita, yang terlewatkan memberikan pengalaman yang menarik, hiasan-hiasan yang mewarnai setiap langkah hidup kita.
Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Itulah yang menjadikan hidup kita istimewa. Pengalaman adalah harta yang sangat berharga. Uang ataupun benda-benda mewah yang kita miliki bisa hilang, habis ataupun rusak. Akan tetapi, pengalaman tidak akan pernah hilang. Ia akan tetap tersimpan dalam pikiran kita sampai kapan pun.
Setiap pengalaman yang kita dapatkan tentunya akan memberikan kesan tersendiri. Dari berbagai pengalaman itulah, kita dapat mengambil pelajaran. Baik itu pengalaman yang menyenangkan, maupun pengalaman yang menyedihkan. Dengan pengalaman yang menyenangkan, kita dapat mengambil pelajaran bahwa ternyata Allah telah mengatur skenario kehidupan kita dengan begitu indah. Sehingga kita dapat merasakan berbagai kesenangan tersebut. Dari sanalah kita dapat belajar untuk selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan.
Dengan pengalaman yang menyedihkan kita dapat belajar bahwa ternyata dalam proses kehidupan, kita tidak selalu memperoleh kebahagiaan. Sesekali kita harus diuji. Sejauh mana ketaqwaan kita kepada Allah . Tetaplah bersyukur. Karena sesungguhnya semua ujian dan pengalaman menyedihkan itulah yang dapat menjadikan kita semakin kuat dan semakin dekat dengan-Nya. Jadikanlah pengalaman itu sebagai hal yang sangat berharga. Sikapilah dengan bijak setiap pengalaman yang kita dapatkan. Akan ada hikmah serta manfaat yang bisa kita rasakan. Sehingga menjadikan kita semakin baik dalam menjalani kehidupan.
Hal terpenting dari sebuah pengalaman bukanlah apa yang terjadi pada diri kita, melainkan apa yang kita lakukan atas apa yang terjadi. Belajarlah dari setiap pengalaman, karena pengalaman adalah guru kehidupan yang selalu ada bersama kita. Saya memiliki sebuah pengalaman pahit dan kelam waktu sekolah dahulu, hampir setiap harinya saya kesekolah namun di akhir semester kehadiran saya yang tercatat di absen kelas (20 Alfa, 5 Izin), sebuah prestasi yang tidak dimiliki oleh semua siswa, namun prestasi ini adalah prestasi yang buruk.
Memang benar, setiap harinya saya kesekolah dengan kendaraan bermotor. Setiap harinya kesekolah, namun yang terjadi ada dua sebab: Melewati sekolah dan tidak sampai kesekolah. Inilah yang saya kerjakan hampir setiap harinya, dimana permasalahan yang lain dengan pergaulan bebas, merokok, bolos, berteman dengan orang-orang pemabuk dll. Hati ini merasa meringis dengan mengingat masa kelam tersebut, sampai pada waktu itu saya mengatakan akankah saya berubah?.
Jika hal ini terjadi pada teman-teman, maka katahuilah ada orang tua kita yang banting tulang, bekerja tiap pagi sampai sore, tetesan keringat yang membasahi tubuh mereka dan bahkan ketika mereka memiliki masalah mereka menyembunyikannya dari kita agar kita tidak sedih. Namun, dengan seenaknya kita berfoya-foya diluar sana, menghambur-haburkan uang yang diberikan kepada kita, yang dimana mereka mengumpulkannya rupiah-demi rupiah untuk kita. Pernahkah kita melihat sebesar apa pengorbanan mereka kepada kita, renungkanlah wahai saudaraku.
Lanjut cerita,, alhamdulillah kami ditakdirkan lulus SMA dengan nilai yang pas-pasan dikarenakan kenakalan kami. Saya tersungkut mendengar orang-orang cerdas di SMA saya tidak lulus diperguruan tinggi negeri, jikalau meraka orang yang pintar, cerdas, rajin kesekolah dahulunya, belajar dengan giat tidak lulus, terus bagaimana dengan saya, orang yang bodoh dan malas.
Perjalanan hidup yang masih panjang, singkat cerita kami ditakdikan lulus diperguruan tinggi negeri (UNM) dengan jalur SBMPTN. Sebuah pengalaman yang buruk akan melahirkan sebuah pejuang cita-cita yang sungguh-sungguh, jikalau anda saat ini nakal, anda memiliki pengalaman hidup yang kelam. Maka ubahlah haluan hidup anda dan mamfaatkan pengalaman itu, karena pengalaman itu tidak diberikan kepada semua orang.
Ubahlah haluan hidup kita, jikalau hari ini kita dinobatkan atau dicap sebagai orang yang nakal, orang yang malas, sering bolos dsb. Maka katakanlah hari ini, saya memang seperti ini. Namun hari esok engkau akan melihat siapa diri saya dan siapa yang terbaik diantara kita. Pengalaman kelam adalah sebuah pengalaman yang berharga yang mengangap itu berharga, pelajarilah pengalaman anda rubahlah hidup anda dengan meiliht cita-cita yang mulia yang harus kita dapatkan. “Tidak ada yang mampu mengubah hidup Anda menjadi lebih baik melaingkan diri Anda sendiri”.
***********
Bersambung, Insya Allah…
Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis Buku, Aktivis Media Islam, Pimpinan Mujahid Dakwah Media, Pendiri Madani Institute dan Pembina Daar Al-Qalam)
Sumber: Buku Meraih Kesuksesan dalam Benih Kegagalan
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)












































































