MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Wahdah Islamiyah menyelenggarakan webinar bertema “Peran Ketahanan Keluarga dalam Pembangunan Bangsa”. Kegiatan ini diselenggarakan Jumat malam, 24/9/2021).

Materi yang diangkat dalam webinar yang diikuti pengurus, anggota dan kader hingga kelurahan, masyarakat umum ini meliputi, tips mengatur keluarga dalam Islam, dan kritik terhadap pola asuh yang selama ini dilakukan masyarakat Indonesia.

“Kita lihat angka perceraian di Indonesia ini sangat tinggi diawal-awal pandemi sampai detik ini. Alasannya banyak, ada karena pertengkaran, masalah ekonomi, pasangan yang pergi, kekerasan dalam rumah tangga dan karena maksiatnya salah satu pasangan,” kata Dr. Henri Sholahuddin, selaku pemateri pertama dalam kegiatan ini.

Pakar gender Indonesia sekaligus peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSIST) bidang pemikiran dan peradaban Islam ini secara khusus mengkritik persoalan feminisme dan gender di tanah air.

“Laki-laki itu sama hak hidupnya dengan wanita. Tapi ingat, sama bukan berarti setara, lebih tepatnya adil dalam menempatkan kodrat keduanya,” tukasnya dengan lugas.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Tuty Kusumawati mengatakan, berlarutnya pandemi COVID-19 berpengaruh kepada psikologis keluarga dan anggotanya penyebabnya yaitu rasa khawatir, cemas hingga takut yang menghinggapi.

Henri menjelaskan, bahwa sekitar 146 ayat tentang Al-Qur’an dalam keluarga, menjadi salah satu tanda bahwa Islam sangat memperhatikan masalah parenting ini.

“Coba dibuka Al-Qur;an, berapa ayat zakat, berapa ayat puasa, ayat jihad dan haji, hanya sedikit saja. Kalau dibandingkan dengan ayat yang berbicara tentang pokok keluarga itu, tak kurang dari 146 ayat,” imbuhnya.

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat dibutuhkan di tengah situasi seperti sekarang ini. Perlu digali berbagai strategi untuk meningkatkan ketahanan keluarga agar masyarakat mampu bertahan hidup dan melanjutkan tugas-tugas kehidupan sebagaimana mestinya.

“Webinar ini mengedukasi keluarga agar mampu beradaptasi dan mengatasi pandemi COVID-19, meningkatkan ketahanan psikologis anggota keluarga dengan cara bijak menyikapi informasi. Khususnya bagi keluarga muslim, mencari nafkah bagi ayah memang wajib, tapi ingat, anak juga perlu diedukasi dan didekatkan kepada agamanya biar tidak maksiat kalau sudah besar,” tandasnya.

Laporan: Wawan
Editor: Muh Akbar

Tinggalkan Balasan