MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Peristiwa melayangnya enam jiwa anak bangsa anggota FPl pada hari Senin, 7 Desember 2020 sangat menyedihkan dan mengguncang rasa kemanusiaan kita. Versi manapun yang benar tentang sebab dan kronologisnya kami memandang bahwa terbunuhnya enam orang tersebut merupakan suatu kejadian yang sangat tragis dan sangat disesalkan.
Peristiwa ini juga adalah isyarat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan kita dalam NKRI sebagai negara yang berkeadilan dan berkemanusian yang adil dan beradab.
Olehnya itu Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah merasa berkewajiban menyampaikan pernyataaan sikap yang bernomor K.1962/IL/I/04/1442 tentang Peristiwa Terbunuhnya Anggota Front Pembela Islam (FPI).
Pernyataan sikap ini di tanda tangani oleh Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH. Muhammad Zaitun Rasmin dan Sekjen Wahdah Islamiyah Ustadz Syaibani Mujiono. Berikut pernyataan lengkapnya sebagaimana yang diterima mujahiddakwah.com dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, (9/12/2020).
1. Turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas wafatnya enam orang yang selama ini diketahui sebagai anggota ormas Islam FPI. Semoga arwah mereka diterima disisi Allah Subhanahu wata’ala dan dimasukkan kedalam syurgaNya bighairi hisab.
2. Sangat menyesalkan insiden yang berujung kematian tersebut, sebab jiwa manusia sangat dihargai dalam ajaran lslam dan norma hukum di negara kita tercinta ini.
3. Sejalan dengan permintaan dari berbagai pihak dan kelompok masyarakat termasuk ormas-ormas Islam, maka kamipun menyerukan perlunya pembentukan tim pencari fakta yang bekerja secara independen, penuh amanah dengan dasar cinta pada kebenaran dan kelangsungan negara kita secara damai dan tentram.
4. Meminta Pemerintah dan aparat keamanan untuk betul-betul secara adil, proporsional dan profesional melakukan upaya penegakan hukum.
5. Mengimbau kepada semua umat dan komponen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kedamaian masyarakat serta mewaspadai provokasi dan pihak-pihak yang bisa memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan-kepentingan tertentu sekalipun harus mengorbankan keutuhan dan pondasi negara Republik Indonesia.
6. Banyak berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar bangsa dan negara kita dihindarkan dari segala macam fitnah dan marabahaya dan ditunjukkan yang benar itu adalah benar secara nyata dan yang salah itu salah secara nyata pula. Semoga Dia Yang Maha Kuasa memberikan balasan setimpal kepada siapapun yang melakukan kezaliman dan kejahatan sehingga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anak Bangsa.
Demikian surat pemyataan ini dibuat, semoga Allah Subhanahu Wata’ala melindungi bangsa dan negara ini dari segala bentuk ketidakadilan dan perpecahan.
Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom














































































