Wahai sekalian anak…
Karena begitu besarnya dosa durhaka kepada orangtua dan dampak dari durhaka, banyak dalil yang memperingatkan bahaya dampak dari perbuatan durhaka. Diantaranya :
Dari Al-Mughirah bin Syu‟bah radhiyallahu „anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada kalian durhakakepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menahan dan enuntut, dan dia tidak suka kalian banyak bicara, banyak bertanya, dan menghambur-hamburkan harta.” (Muttafaqun „alaih) [HR. Bukhari, no. 5975 dan Muslim, no. 593]42
Dari Abi Bakrah Radhiyallahu „anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلمbersabda,
“Maukah aku beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, „Baiklah, ya Rasulullah‟, bersabda Nabi. “Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong”. Nabi selalu megulangi, “Dan persaksian palsu”, sehingga kami berkata karena kasihan dengan Nabi, “semoga Nabi diam.” [HR. Bukhari 3/151-152 -Fathul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim 87]
Dari Ibnu Umar, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tiga orang yang Allâh haramkan surga untuk mereka: anak yang durhaka ,pecandu khmar (minuman keras), dan orang yang mengungkit-ungkit pemberian”. [HR. An-Nasai]
Wahai sekalian anak…
Hukuman durhaka kepada orangtua adalah disegerakan hukuman di dunia dan kelak ditambahkan hukuman di akhirat, dalilnya
“Tidak ada hukuman yang layak disegerakan oleh Allah di dunia dan Allah siapkan hukuman di akhirat melebihi hukuman dzolim dan memutus kekerabatan.”43
Realitanya, banyak anak durhaka mengetahui bahwa balasan yang dia dapatkan itu akibat perlakuan kepada orangtua. Ada anak yang mengusir bapaknya. Anak yang lainya memukul bapaknya, membentak bapaknya, bersuara keras kepada ibu dan lain-lain. Dia mendapat balasan yang setimpal. Itu semua karena dulu pernah melakukan hal tersbut kepada kedua orangtuanya. Sebagaimana engkau berbuat engkau akan di balas. Allah tidak dzolim kepada siapapun.
Diantara hal yang menakjubkan sebagaimana disebutkan Ibnu Abi Dunya rahimahullah di kitabnya Al-Kubur dan dikutip ibnul Qoyyimrahimahullah di kitabnya Ar-Ruh dari Abi Qoza‟ah :
“Kami melewati oase dekat Bashrah, kemudian kami mendengar ringkikan keledai. Kami tanya ke penduduk sekitar „Ini ringkikan apa?‟ Jawab penduduk sana „Dulu ada orang yang tinggal bersama kami, ketika ibunya berbicara kepadanya, si anak merespon dengan mengatakan „meringkiklah wahai ibu!‟ maka setelah anak itu meninggal dunia, terdengarlah suara ringkikan keledai setiap malam dari arah kuburnya.
Kisah ini disebutkan Al Mundziri di kitab At-Targhib wa Tarhiib dengan lafadz redaksi yang mirip. Al Mundziri mengatakan : diriwayatkan oleh Ashbahaani dan yang selainnya. Al-Ashbahaanimengatakan : Kisah ini diceritakan oleh Abu Abbas Al-Ashom, dengan cara dekte, diceritakan di daerah Naishabur dan disaksikan oleh para ulama hadits yang hebat hafalannya, dan mereka tidak ada yang mengingkari.
Naudzubillah min ghizli wal ghozlan
Wahai sekalian anak…
Telah kita selesaikan sedikit pembicaaan berkenaan tingginya kedudukan orangtua, serta bahayanya perbuatan durhaka kepadaorangtua. Anak yang durhaka ditakutkan akan segera mendapat hukuman di dunia sebelum hukuman di akhirat yang tertunda. Begitu banyak dalil di Quran dan sunnah untuk menunaikan hak orangtua, serta larangan teledor dalam menunaikan hak orangtua serta larangan merendahkan kedudukan orangtua.
Kebalikannya, terdapat banyak dalil menjelaskan keutamaan amal sholih berbakti kepada orangtua. Dalil-dalil tentang hal ini begitu banyak. Isi dalil-dalil ini mengingatkan bahaya durhaka, memerintahkan untuk menyambung hubungan dan berbakti, menjelaskan tingginya kedudukan orangtua. Semua dalil ini menujukkan secara gamblang pentingnya kedudukan orangtua.
Bagaimana tidak? Adalah para nabi dan rasul dan orang-orang sholih dan dai, adalah orang-orang yang terdepan untuk menunaikan hak orangtua.
*************
Penulis: Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan hafizhahullahu
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah









































































