Tujuan Muhasabah
Sebenarnya, tujuan dari muhasabah adalah agar diri kita mudah untuk dihisab pada hari kiamat. Sebelum kita dihisab oleh Allah Subhanahu Wata’ala, maka kita menghisab diri kita terlebih dahulu. Oleh karenanya Umar bin Khattab berkata,
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum diri kalian ditimbang. Sesungguhnya akan mudahpenghisaban kalian esok hari jika kalian menghisab diri kalian sekarang. Dan bersiaplah kalian (untuk dihisab oleh Allah) pada hari kiamat kelak. ‘Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah)’ [QS. Al-Haqqah : 18].” (Muhasabah An-Nafs – Ibnu Abi ad-Dunya 1/22)
Ketahuilah bahwa perkara yang Allah Subhanahu Wata’ala akan tanyakan pada hari kiamat kelak sangatlah banyak. Perkara-perkara itulah yang harus kita hisab pada diri kita sebelum kita ditanya oleh Allah Subhanahu wata’ala. Contohnya adalah apa yang disebutkan dalam hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda,
“Tidaklah kaki seorang hamba bergeser (dari tempat penantiannya) pada hari kiamat hingga ia ditanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang badannya untuk apa ia gunakan, tentang harta dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, serta tentang ilmu untuk apa ia amalkan”. (HR. Ad-Darimi 1453 no. 556)
1.Di antara yang akan dihisab oleh Allah Subhanahu Wata’ala pada hari kiamat kelak adalah tentang usia kita. Usia dan masa muda akan ditanya tentang kemana telah kita habiskan. Ingatlah bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda bahwa di antara tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah Subhanahu Wata’ala pada hari kaiamat kelak adalah,
“Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah dibawah naunganNya (pada hari kiamat) yang ketika tidak ada naungan kecuali naunganNya. Yaitu; (di antaranya) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya.” (HR. Bukhari 2/111 no. 1423)
Masa yang seharusnya digunakan untuk bersenang-senang dan bermaksiat, akan tetapi dia melewatinya dalam rangka taat kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Oleh karenanya janganlah sia-siakan masa muda kita, karena hal tersebut akan ditanya oleh Allah Subhanahu wata’ala.
2.Di antaranya yang akan ditanya oleh Allah Subhanahu Wata’ala adalah harta yang kita miliki, dari mana kita peroleh dan kita belanjakan untuk apa. Sebelum kita dihisab oleh Allah Subhanahu Wata’ala, maka hisablah diri kita tentang harta kita. Apakah harta kita murni halal? Atau bercampur dengan yang haram?
Ataukah harta kita berasal dari pekerjaan yang menzalimi orang? Kalau seorang ustadz saja harus menghisab dirinya, bagaimana lagi dengan seorang pedagang? Kemudian setelah itu kita akan ditanya lagi, harta tersebut kemanakah kita habiskan? Apakah hal-hal yang kita belanjakan dengan harta tersebut adalah barang-barang yang perlu atau barang-barang yang digunakan untuk menyombongkan diri? Ini semua akan ditanya pada hari kiamat kelak oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,
“Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).” (QS. At-Takatsur : 8)
3.Kemudian yang akan ditanya oleh Allah Subhanahu Wata’ala adalah tentang ilmu seseorang. Hisablah diri kita tentang apa yang telah kita amalkan dari ilmu kita. Jangan sampai kita telah belajar ilmu agama bertahun-tahun, namun tidak ada perubahan sikap. Kemana ilmu yang dipelajari? Seorang istri yang telah lama belajar ilmu agama, namun masih suka membangkang kepada suami, kemana ilmu yang dipelajari? Begitupula dengan seorang suami yang telah belajar ilmu agama namun tidak bersikap baik terhadap istrinya, keamanankah ilmunya selama ini? Mana shalat malam kita? Mana sedekah kita? Padahal mungkin kita telah sering mendengar dalil-dalil akan keutamaannya. Bahkan yang tidak tahu ilmu agama juga akan ditanya alasannya untuk mengapa tidak mempelajarinya. Maka ingatlah, bahwa ilmu juga akan ditanya oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
Ini adalah di antara perkara-perkara yang Allah Subhanahu Wata’ala akan hisab pada hari kiamat. Maka sebelum Allah Subhanahu Wata’ala menghisab kita tentang perkara-perkara ini, maka kita hisab diri kita terlebih dahulu. Karena jika kita menghisab diri kita saat ini, maka insyaallah hisab kita di akhirat akan mudah.
Diluar dari pada itu, yang akan dihisab oleh Allah Subhanahu Wata’ala adalah mata kita. Mata kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Hisab telinga dan mulut kita. Mungkin telah terlalu banyak ghibah dan namimah yang telah kita ucapkan dan telah kita dengarkan. Kemudianlah hisablah tangan kita yang senantiasa menulis di media-media sosial, karena apa yang kita tulis juga tercatat dan tidak akan hilang catatan tersebut dari catatan amal kita meskipun tulisan telah kita hapus dari media sosial kita.
*************
Penulis : Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah









































































