“Aku biasa melihat salah seorang darisaudarku di Iraq. Dengan melihatnya saja mampu memberikan kepadaku kekuatan beramal selama satu bulan.” -Abu Sulaiman Ad-Darani
Al-Junaid bin Muhammad berkata, “Dahulu aku mempunyai beberapa syaikh, yang dengan melihat mereka maka muncul kekuatan yang aku rasakan dari pekan ke pekan, dan Abu Bakar bin Muslim adalah termasuk dari mereka.”
Orang yang berusaha selalu berkumpul dengan orang-orang saleh akan mendapatkan berkah dari melihat orang-orang saleh meskipun ia tidak beramal sebagaimana mereka. Sabarkan dirimu dengan melihat mereka sehingga Anda mendapatkan pengaruh mereka dan jiwamu menjadi baik dengan melihat wajah mereka. Mereka adalah kaum yang tidak membuat susah orang yang bersama mereka.
Ibnu Al-Jauzi mengatakan, “Ada sekelompok dari kaum salaf yang biasa mengunjungi hamba yang salah. Mereka hanya melihat akhlak dan petunjuknya bukan untuk mengambil ilmunya, sebab buah dari ilmu adalah petunjuk dan akhlak.”
Abu Sulaiman Ad-Darani pernah berkata, “Aku biasa melihat salah seorang dari saudaraku di Iraq. Derngan melihatnya saja mampu memberikan kepadaku kekuatan beramal selama satu bulan.” Dia juga pernah berkata, “Saudara tersebut akan memberimu nasihat dengan melihatnya sebelum memberimu nasihat dengan ucapannya.”
Maka, di antara bekal yang baik bagi seorang mukmin adalah melihat orang-orang saleh di antara ikhwannya. Dengan melihat mereka, kesedihan menjadi sirna, hati menjadi jernih, teman dalam suka, menjadi bekal dan sebaik-baik penolong untuk meringankan duka. Juga sebagai solusi dari masalah yang sedang menimpa. Dengan melihat mereka pula, seorang mukmin teringat akan Pencipta-nya dan melunakkan kerasnya hati.
Ja’far bin Malik pernah berkata, “Apabila aku mendapati hatiku keras, aku sempatkan melihat Muhammad bin Wasi”
Mari kita renungkan bagaimana para tabi’in ini mengobati kekerasan hati mereka, lalu berusaha meniru mereka. Hadirkan mereka dalam pikiran lalu serulah mereka: beruntunglah kalian karena telah menguasai hati kalian, maka kasihanilah mereka yang belum mendapatkannya.
Abdul Aziz bin Ya’qub Al-Majsyun mengatakan, “Ayahku berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya melihat Muhammad bin Al-Mankadir dapat memberikan manfaat bagi agamaku’.”
Yusuf bin Husain berkata, “Aku bertanya kepada Dzu Nun Al-Misri ketika aku berpisah dengannya, Siapakah yang harus aku temani? Beliau menjawab, ‘Hendaklah engkau berteman dengan orang yang dengan melihatnya saja akan mengingatkanmu kepada Alah Azza wa Jalla, kewibawaannya ada di dalam hatimu, ucapannya menambah amalanmu, serta amalannya menjadikanmu zuhud terhadap dunia dan engkau tidak bermaksiat selama ada di dekatnya, dia menasihatimu dengan bahasa amalnya bukan hanya dengan bahasa hatinya’. “
Memang ada di antara saudara seimanmu, yang dengan melihatnya saja akan mengingatkanmu kepada Allah Azza wa Jalla. Ada di antara mereka, yang dengan melihatnya akan mengingatkanmu kepada malaikat. Ada di antara mereka, yang dengan melihatnya akan menguatkanmu untuk selalu berada dalam ketaatan. Ada pula di antara mereka, yang apabila engkau melihatnya, luluhlah kekerasan hatimu.
Generasi tabi’in menunjukkan kepada kita sebuah cara tarbiyah dengan system mewarisi, yang sekarang ini banyak diterapkan dalam harakah islamiyah. Betapa anak-anak harakah islamiyah perlu melihat para syaikh mereka agar mereka terbina di atas petunjuk dan akhlak mereka sebelum terbina dengan ilmu mereka. Kita memohon kepada Allah agar diberi manfaat dengan melihat mereka. Begitu pula dengan petunjuk dan akhlak mereka.
Dari waktu ke waktu, kita membutuhkan majelis pewarisan yang didalamnya kita melihat dengan penglihatan orang sedang kehausan kepada wajah yang memberikan kepuasan ruhani sehingga tumbuh dalam hati kesadaran untuk mengingati Allah dengan pandangan ini. “Bisyr bin Mansur As-Sulaimi adalah termasuk orang-orang yang apabila dipandang menimbulkan kesadaran untuk berzikir. Apabila engkau melihat wajahnya, engkau akan ingat akan akhirat.”
“Amru bin Maimun adalah orang yang apabila masuk masjid lalu dilihat maka akan mengingatkan kita kepada Allah.”
“Muhammad bin Sirin termasuk orang yang dikaruniai petunjuk, akhlak, dan kekhusyukan sehingga apabila orang-orang melihat beliau, mereka ingat kepada Allah Azza wa Jalla.”
Diriwayatkan dari Katsir bin Walid, dia berkata, “Aku, apabila melihat Ibnu Syaudzab, aku teringat pada malaikat.”
Saudaraku, demikianlah salah satu cara yang dicontohkan para tabi’in dalam mengobati kerasnya hati-hati mereka. Hanya dengan melihat saudara mukminnya mampu memberikan semangat yang besar untuk beribadah dan senantiasa mengingat Allah Subhanahu wata’ala.
**********
Sumber: Tarbiyah Ruhiyah Ala Tabi’in, Asyraf Hasan Thabal, hal 146-148
Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)











































































