Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, Allah Azza wa jalla berfirman: “Aku telah menyiapkan (balasan) bagi hamba-hamba-Ku yang saleh, apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah di dengar oleh telinga dan belum pernah terbetik dalam hati sanubari manusia (akan keindahannya),. (HR. Bukhari dan Muslim).
Tidak ada satu manusiapun yang mendengar tentang surga, melainkan ia pasti ingin segera memasukinya. Keindahan dan kenikmatannya tidak terbayangkan, mulai dari istananya yang mengalir sungai-sugai di bahwahnya, buah dan segala hidangan yang nikmat dan lezat, serta wanita-wanita cantik bermata jeli nan indah rupawan. Seorang lelaki tentu sangat berhasrat untuk mendapatkan semua itu, demikian pula para wanita dunia. Terlebih lagi, para wanita dunia yang salehah akan mengalahkan kemuliaan dan kecantikan para bidadari surga sebagai balasan amalan saleh yang mereka lakukan di dunia.
Surga memang nikmat, maka teramat jahillah orang-orang yang menukarnya dengan syahwat dan kehidupan dunia yang sesaat saja. Siapa saja yarng berharap untuk memasukinya, maka hendaklah dia memiliki kunci untuk memasukinya, sebab pintu yang terkunci tidak akan terbuka tanpa kuncinya.
Tauhid Kunci Utama
Kunci utama untuk masuk surga adalah mentauhidkan Allah Azza wajalla dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Orang-orang yang mentauhidkan-Nya berarti telah memiliki hak untuk tidak di azab dan berhak untuk masuk ke dalam surga.
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda: “Wahai Mu ‘adz, tahukah engkau hak Allah terhadap para hamba-Nya dan hak hamba-Nya terhadap Allah? Aku (Mu’adz) berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hak Allah terhadap para hamba-Nya adalah beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan Nya dengan sesuatu apapun. Adapun hak para hamba-Nya terhadap Allah adalah tidak mendapatkan azab bagi orang yang tidak mempersekutukannya” ( HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Azza wajalla berfirman:
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.(QS. Al-Kahfi: 110)
Perusak Kunci Surga
Keislaman hakikatnya telah menjadi satu kunci dan modal besar bagi seseorang untuk dapat memasuki surga. Sebab dengan keislaman itu, berarti ia telah meyakini dan mengikrarkan kalimat tauhid. Hanya saja, kadang seseorang tidak menyadari betapa banyak sarana-sarana yang dapat merusak keislamannya, yang merupakan kunci surga baginya.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata, “Perusak-perusak keislaman itu sampai pada jumlah ratusan, Imam lbnu Hajar al-Haitsami menyebutkan hal itu sampai pada jumlah 400 bentuk. (Lihat: Subul al-Salam Syarh Nawaqidh al- Islam: 17)
Perusak-perusak Islam ini sangat berbahaya, sebab jika seseorang telah melakukannya sementara ia hidup di tengah-tengah kaum muslimin dan telah sampai al-Qur an padanya atau ada yang menunjukkan mereka padanya, maka tidak ada uzur akan kejahilannya. Keislamannya bisa batal dan ia dikategorikan sebagai seorang yang murtad. ( Lihat: Subul al- Salam Syarh Nawaqidh al-Islam: 244-245)
Ada beberapa perusak keislaman yang akhir-akhir ini sering terjadi ditengah tengah kaum muslimin, diantaranya: Berdoa pada selain Allah, misalnya pada batu, cincin, jin, pohon, kerbau bule, kuburan atau benda-benda lain yang dikeramatkan. Mereka meminta hajat mereka atau bertabarruk pada benda- benda ini layaknya meminta kepada Allah Azza wajalla. Ini merupakan perbuatan syirik yang membatalkan keislaman seseorang Hal ini berdasarkan firman Allah Azza wajalla:
“Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung “. (QS. A- Mu’minuun: 117)
Membantu kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memerangi kaum muslimin. Hal ini berdasarkan firman Allah Azza wajalla yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Qs. Al-Maidah: 51)
Bersenda gurau dan bermain-main dengan agama dan syariat Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah Azza wajalla yang artinya:
” Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja'”. Katakanlah: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa”. (QS. Al-Taubah: 65-66)
Jangan Campur Adukkan Iman dan Kesyirikan
Allah mencela orang-orang yang mencampuradukkan antara keimanan dan kesyrikan. Orang-orang yang melakukannya masuk dalam ketegori orang-orang yang tidak selamat dan orang- orang yang tidak mendapat hidayah.
Hal ini berdasarkan firman Allah Azza wajalla yang artinya:
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. QS. Al-An’am: 82)
Dipahami dari ayat ini, orang-orang yang selamat hanyalah orang-orang yang ikhlas dalam ibadah tanpa mencampur adukan keimanan dengan kesyirikan.
*************
Sumber : Majalah SEDEKAHPLUS, Edisi 47, Desember 2017
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah














































































