Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi Muhammad), niscaya Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Aali ‘Imraan (3):3).
Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orangyang beriman. siapa saja di antara kamu yang murtad dari agamanya. Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut kepada orang yang mukmin. yang bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Maaidah (05): 54).
- Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (hadits Qudsi), ‘Siapa saja yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku akan nyatakan perang terhadapnya. Sesuatu yang paling Aku sukai dari yang dikerjakan hamba-Ku, yaitu apabila ia mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Seseorang itu senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amalan-amalan sunah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Seandainya ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya. Seandainya la berlindung kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya’. ” (HR. Bukhari).
- Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril seraya berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia. Kemudian Jibril mencintai orang itu dan berkata kepada penghuni langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia’, Maka penghuni langit pun mencintai orang itu. Setelah itu, kecintaan-Nya diteruskan kepada penghuni bumi’.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, Muslim menyebutkan bahwa Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seseorang, maka Allah memanggil Jibril dan berfirman, Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia’. Semua yang ada di langit pun mencintai dia. Setelah itu, kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi. Apabila Allah membenci seseorang, maka Allah memanggil Jibril dan berfirman, ‘Sesungguhnya Allah membenci orang itu, maka bencilah dia’. Kemudian Jibril mengumumkan kepada penghuni langit, ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membenci si fulan, maka bencilah dia’. Kemudian kebencian tersebut diteruskan kepada penghuni bumi.”
- Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang utusan untuk mengimami shalat pada suatu sariyyah. la selalu membaca surah Al Ikhlas sebagai penutup pada saat menjadi imam di hadapan para sahabatnya. Ketika pulang, para sahabat menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, ‘Tanyalah kepada-nya, apa sebabnya ia melakukan demikian?! Mereka pun menanyakannya. Orang itu menjawab, ‘Karena ayat tersebut mengandung sifat Allah yang Maha Pengasih, maka aku suka membacanya’. Hal tersebut disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, ‘Beritahukanlah kepada orang tersebut. bahwa Allah mencintainya’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
*************
Penulis: Imam An-Nawawi
Pentakhrij: Syaikh Muhammad Nashir al-Albani
Disalin dari Buku Shahih Riyadhus Shalihin bab 46 dan 47
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah










































































