• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Sabtu, Juni 27, 2026
Advertisement
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Ustadz Zaitun Rasmin: Silaturahmi dan Persatuan Adalah Fondasi Utama Perjuangan Umat

    Wahdah Islamiyah Dukung MUI: LGBT Bertentangan Nilai Keindonesiaan, Hukum Pidana Bagi Pelaku

    Komisi VIII DPR RI Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten yang Mengkampanyekan LGBT

    Komisi VIII DPR RI Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten yang Mengkampanyekan LGBT

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

    3 Keuntungan di Balik Kesulitan

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Menjadi Muslim atau Liberal!

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Bangun Arus Perubahan Nasional, Dorong Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Kemandirian Bangsa

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Lautan Ulama Meriahkan Saresehan 100 Tahun Gontor: Keberadaan Pesantren Karunia Besar Bagi Bangsa Indonesia

    Ustadz Zaitun Rasmin: Silaturahmi dan Persatuan Adalah Fondasi Utama Perjuangan Umat

    Wahdah Islamiyah Dukung MUI: LGBT Bertentangan Nilai Keindonesiaan, Hukum Pidana Bagi Pelaku

    Komisi VIII DPR RI Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten yang Mengkampanyekan LGBT

    Komisi VIII DPR RI Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten yang Mengkampanyekan LGBT

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

    3 Keuntungan di Balik Kesulitan

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Menjadi Muslim atau Liberal!

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

Menyelami Pendidikan Islam Lewat Empat Tokoh di Masa Silam

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 9 mins read
Juni 16, 2026
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Sabtu, 6 April 2019, telah terjadi satu peristiwa penting di pondok kami, At-Aqwa. Peristiwa itu bukan seperti yang manusia pada umumnya gambarkan. Peristiwa itu ialah satu aktivitas keilmuan berupa kajian pendidikan. Tema yang ditetapkan adalah “Kajian Pendidikan: Sejarah Perjuangan Tokoh-Tokoh Islam Dalam Pendidikan Islam Indonesia.” Bukan sembarang orang yang mengisi kajian atau seminar tersebut. Beggy Rizkiansyah dan Artawijaya, itulah dua pemateri yang coba dihadirkan.

Disitulah ilmu dan hikmah tertumpahkan terus-menerus. Otoritas kedua pemateri yang terbangun dari karya-karya terkenal, membuat materi yang disampaikan menjadi begitu indah, menawan, bahkan terkena hati. Pemikiran serta data yang mereka kemukakan, membuat sebuah argumentasi yang sangat memukau terhadap pendidikan. Dan kepakaran mereka terhadap tokoh-tokoh yang hendak disampaikan, seakan menunjukkan hubungan guru dan murid.

Sekitar pukul 09.00, kajian dimulai. Kajian ini telah disiapkan oleh beberapa panitia dari pihak kami jauh-jauh hari. Semuanya memiliki peran untuk mensukseskan acara ini. Sebab kami semua tahu bahwa kehadiran orang-orang berilmu itu adalah suatu hal yang luar biasa. Maka sebagai insan adabi, sudah sepatutnya para ahli ilmu ditempatkan di tempat yang semestinya. Selain itu, pembacaan al-Qur’an serta penampilan hadrah juga ikut mewarnai acara kali ini.

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Juni 16, 2026

Sebelum masuk ke acara inti, Mudir pondok, Ustadz Dr. Muhammad Ardiansyah, menyampaikan sedikit pembukaan. Beliau mengingatkan kembali akan pentingnya mengenal para pahlawan Islam kembali. Jangan sampai seorang muslim lupa dengan ulama dan pahlawannya sendiri. Yang menarik dari beliau adalah tatkala beliau mengatakan bahwa kita mempunyai sosok-sosok yang sangat luar biasa. Manusia-manusia yang bisa dijadikan teladan, baik dari segi pemikiran dan tingkah lakunya. Sementara tidak dengan tradisi intelektual di Barat.

Dengan Mengutip buku Intellectual, beliau berkata, “Para tokoh atau ilmuwan di Barat memisahkan antara ilmu dan amal/adab/etika/akhlaq. Memang betul pemikiran mereka menjulang tinggi bahkan sampai dikaji secara lintas negara. Namun sayang, kepribadian mereka, sosok mereka sebagai seorang manusia, sangat jauh dari kata baik. Mereka hanya mementingkan aspek keilmuan, namun lupa pada tataran tingkah laku atau adab.” Maka kemudian beliau katakan, bahwa sudah sepatutnya kita mensyukuri, mengenal, bahkan mengkaji para tokoh kita. Selain hebat dari segi pemikiran, mereka juga seorang manusia yang pantas untuk diteladani.

Sekian menit berlalu, tibalah bagi Beggy Rizkiansyah menyampaikan materinya. Tokoh yang hendak beliau bahas adalah KH. Ahmad Dahlan dan KH. Wahid Hasyim. Namun sebelum memaparkan pemikiran kedua tokoh itu, beliau menceritakan terlebih dahulu latar belakang pendidikan Islam di Nusantara.

Setidaknya ada 3 fase: Pertama, saat kedantangan para ulama sekitar abad ke-9. Sebab, menurutnya, ulama itu datang pasti mengajar dan mendidik. Kedatangan ulama merupakan kedatangan pendidikan. Maka salah bilamana ada yang mengatakan bahwa pendidikan itu ada dengan keberadaan sekolah. Padahal, apalah arti dari keelokan bangunan tanpa diisi oleh tenaga pendidik?

Kedua, fase Kesultanan Samudera Pasai. Ibnu Batutah dalam Rihlah-nya menuliskan bahwa sejak abad 13, Samudera Pasai telah kedatangan para ulama-ulama dari Timur Tengah. Ada yang memegang jabatan pemerintahan ada yang datang khusus mengajar. Ketiga, fase pesantren atau Dayah pada abad 15. Dengan pesantren inilah para ulama tidak hanya mendidik santrinya untuk angkat pena, tapi juga angkat senjata.

Yang mendirikan serta mengembangkan lembaga pendidikan ini adalah para ulama-ulama yang belajar ke Timur Tengah dan membuat komunitas serta jaringan disana. Inilah fase dimana pesantren menjadi lembaga pendidikan. Memang sebetulnya sekolah-sekolah Belanda sudah beberapa yang berdiri. Namun saat itu, politik rasialis masih mereka pegang teguh, sistem kelas masih diberlakukan, sehingga memaksa kaum pribumi untuk tidak masuk kesana.

Keempat, fase sekolah-sekolah Belanda, atau yang Kang Beggy katakan sebagai pendidikan dan penjajahan. Kepentingan ekonomi mengalahkan politik rasialis saat itu. Namun hanya kalangan pribumi yang bangsawan saja yang boleh masuk. Disebabkan, nantinya mereka akan ditempatkan sebagai pemegang jabata, dalam rangka melanggengkan kekuasaan penjajah. Dengan tujuan itulah berbagai cara dilakukan. Pendidikan disana membawa maksud serta pesan tertentu.

Bahkan Pak Natsir sendiri mengatakan bahwa pendidikan para penjajah telah: mengasimilasikan bangsa Indonesia dan bangsa Belanda, men-deislamisasikan pemuda-pemuda Islam Indonesia, Mencabut keimanan, membawa kepada pemikiran atau arus kebudayaan Barat. Maka saat itu beliau menekankan pentingnya pendidikan pesantren sebagai ladang keselamatan iman. Bahkan beliau menyebut pesantren sebagai “Kubu Pertahanan Mental.”

Kemudian, beliau masuk kepada pendidikan yang coba diterapkan Ahmad Dahlan pada era itu. Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa pendidikan yang coba beliau terapkan adalah lewat jalur modernisasi. Beliau melihat kebekuan atau kejumudan pemikiran Islam ketika itu. Maka dengan pengalamannya di Boedi Oetomo, beliau mulai menerapkan bangku, meja, serta ilmu-ilmu umum (selain ilmu agama) dalam pendidikannya. Tujuan beliau adalah untuk mewujudkan manusia yang belandaskan surat Ali Imran 110.

Boedi Oetomo juga menjadi acuan dari lahirnya oraganisasi Muhammadiyah. Sebab ketika itu beliau tersadarkan bahwa kader atau generasi pelanjut itu sangat-sangat dubutuhkan. Maka saat itulah beliau memulainya di sebuah ruang tamu yang sangat kecil (hanya untuk beberapa orang saja) di rumahnya sendiri. Saat itu di Kauman, ada satu Bani yang terkenal, yang disebut sebagai Bani Hasyim. Setidaknya ada tiga orang yang berhasil menjadi kader Muhammadiyah, yang melanjutkan perjuangan sang guru. Orang-orang itu adalah Syuja’, Fachruddin (yang pandai berbedat), dan Ki Bagus Hadikusumo (yang berjasa dalam merumuskan dasar negara).

Adapun pola yang beliau sampaikan dalam menjalankan pendidikannya, ada beberapa hal. Meskipun sebetulnya beliau bukan seorang yang banyak menulis, apalagi terkait dengan masalah pendidikan. Beliau termasuk orang yang lebih menekankan pada proses pengamalan bukan sekedar pembelajaran. Itulah mengapa dalam buku Membendung Arus, Alwi Shihab mengatakan bahwa Ahmad Dahlan itu adalah Man of Action. Bahkan salah seorang muridnya berkata bahwa selama 6 tahun ia belajar dengannya, ia hanya mendapat setidknya 7 hal dan 30 ayat.

Maka pola pertama (1) yang menjadi landasan beliau adalah belajar dan amal. (2) bertahap. (3) Menimbang dan memikirkan kembali. (4) Memperluas wawasan. (5) tidak lupa mengedepankan akal. Artinya beliau hendak mengajak umat Islam agar jangan hanya belajar agama lewat dalil-dalil saja. Tapi mereka juga harus menggunakan akal, membuka cakrawala berfikir mereka dengan belajar ilmu-ilmu lain. (6) mengetahui yang manfaat dan mudharrat. (7) Takt kepada Allah.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa bagi beliau yang terpenting itu bagaimana ia bisa berpegang teguh pada kebenaran dengan berlandaskan ilmu, beramal, serta menjadi seorang yang bertaqwa, bukan sekedar menumpuk ilmu-ilmunya setinggi langit.

Terkait dengan KH. Wahid Hasyim, beliau menghadapi latar belakang yang hampir sama dengan Ahmad Dahlan, yaitu kebekuan serta ke-Islaman yang “ikut-ikutan” dari berbagai kalangan. Setelah dari Haramyn, Dia membentuk satu pesantren Nizamiyah dengan menambahkan ilmu pengetahuan umum. Sebab menurutnya, umat ini tidak hanya butuh orang-orang yang hanya ahli ilmu-ilmu agama. Beliau juga memenuhi perpustakaan disana dengan buku-buku berbahasa Belanda dan lain sebagainya. Bahkan beliau sendiri juga mengajarkan bahasa Belanda.

Makanya, tujuan pendidikan menurut beliau, adalah untuk menciptakan cendekiawan dan ulama, menghasilkan orang-orang yang bertaqwa serta bertanggung jawab. Darisulah kemudian beliau mulai mengedepankan ilmu agama dan lmu pengetahuan serta ketaqwaan. Sebagaimana Ahmad Dahlan, dia hendak membuka cakrawala serta menumbuhkan rasa takut kepada Allah, dengan keilmuan yang dimilikinya.

Terakhir, beliau mengutip satu perkataan Ahmad Dahlan yang sangat indah. Beliau mengatakan: “Agama itu pada mulanya bercahaya, berkialau-kilauan. Akan tetapi makin lama makin suram. Padahal yang suram bukan agamanya. Akan tetapi manusianya yang memakai agama. Maka kemudian modernisasi yang coba dilakukan oleh kedua tokoh itu, bukan sebagaimana yang dilakukan oleh para pencetus serta aktivis liberal. Bukan untuk mendekontruksi serta merubah khazanah keilmuan Islam klasik. Bukan pula untuk merusak otoritas serta kredibilitas para ulama klasik yang telah berjasa besar terhadap Islam. Maka inilah satu pondasi pendidikan Islam sebelum kemerdekaan.

Sekitar pukul 10.00, giliran Pak Artawijaya yang menyampaikan. Kali ini, tokoh yang coba dia bahas adalah seputar guru dan murid, yaitu A. Hassan dan M. Natsir. Perjuangan kedua tokoh ini sangat besar dalam pendidikan Islam di Indonesia. Terkait dengan tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh keduanya tatkala hendak mendirikan pesantren PERSIS, adalah untuk “Menciptakan kader-kader muballigh yang mampu menyiarkan Islam, mengajarkan Islam, dan membela Islam.

Maka kemudian pola yang beliau pakai adalah pola yang seharusnya sudah melekat dalam tubuh seorang santri. Yaitu tradisi mengkaji, meneliti, menulis, berdebat, mengkritik, berargumen, mengungkapkan atikulasi, dan masih banyak lagi. Dengan beginilah, seseorang akan tidak mudah menjadi apriori. Sebab, ketika itu kita sudah punya banyak wawasan. Basisnya adalah ilmu bukan hawa nafsu. Sehingga cara yang digunakan dalam mewujudkan tujuan pendidikannya, adalah dengan cara yang beradab, bukan pembunuhan karakter.

Itulah mengapa tahun 1929, A. Hassan sudah memerintahkan Natsir muda untuk mendebar pendeta. Sampai akhirnya berdirilah Komite Pembela Islam, yang bukan berfokus pada dunia lapangan dengan fisik, tapi dunia intelektual melalui tradisi tulis-menulis. Sampai-sampai HOS Cokroaminoto harus mengatakan, “Kalau ada penodaan-penodaan agama, serahkan saja pada A. Hassan dan Natsir.” Inilah terbosan baru dalam dunia pesantren dan dakwah. Yaitu dakwah bil qalam.

Selain daripada itu, Pemateri juga menyampaikan peran Muhammad Natsir yang sangat besar dalam pendirian lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia serta pengiriman-pengiriman murid-murid Nusantar ke Timur Tengah. Dan beliau juga menyesalkan akan kalangan yang sudah menerima jasa besar itu, namun sekarang justru mengkritik bahkan memberikan komentar buruk terhadap pak Naksir.

Di samping itu, dibalik kegarangan A. Hassan dalam berdebat (sebagaimana julukannya yang terkenal, yaitu singa podium), ia memiliki kepribadian yang sangat lembut dan baik. Dan itu semua ia tumpahkan dalam 4 bukunya: Hai Poetraku, Hai Cucuku, Hai Putriku, dan Hai Anakku. Maka disinilah kita mengetahui kontribusi yang sangat besar dari A. Hassan dalam pendidikan adab-nya.

Mungkin kurang lebih itulah yang bisa penulis gambarkan dari pensyarahan kedua pemateri itu. Namun setidaknya ada 2 kesimpulan yang dapat penulis ambil. Pertama, sudah selayaknya pengenalan akan perjuangan dan pemikiran dari tokoh-tokoh Muslim diperkenalkan kepada anak-anak muda. Sebab dengan begitu mereka punya panutan untuk melangkah ke depan. Sebagaiman yang dikatakan oleh Dr. Tiar Anwar Bakhtiar dalam bukunya, Jas Mewah, serta Dr. Adian Husaini dalam bukunya, 50 Tahun Perjalanan Meraih Ilmu dan Bahagia, bahwa sejarah itu ibarat kaca spion. Sebagaimana mobil yang tidak bisa berjalan mulus tanpa adanya kaca spion, begitu juga dengan seseorang yang tidak akan bisa melangkah menuju masa depan, tanpa melihat ke belakang (sejarah).

Inilah yang sejak dulu sudah Buya Hamka katakan dalam tafsirnya, Tafsir al-Azhar, dimana beliau mengatakan, “Diajarkan secara halus apa yang dinamai Nasionalisme. Dan hendaklah Nasionalisme diputuskan dengan Islam. Sebab itu bangsa Indonesia hendaklah lebih mencintai Gajah Mada daripada mencintai Raden Patah.”

Oleh karena itu, apabila jika Kaum Muslim tidak tahu siapa pahlawan mereka, siapa ulama’ mereka, dan dari mana mereka berasal, mereka tidak akan tahu untuk apa mereka hidup. Tidak akan ada tujuan untuk beribadah, karena hadirnya konsep kera dalam fikiran mereka. juga akan sirna tugas kenabian dalam menegakkan kalimat tauhid (QS, 16: 36) serta perjuangan Adam dalam melawan iblis, Sebab putusnya rantai sejarah kenabian ketika muncul sejarah monyet tadi. Dan tidak lupa, mereka juga tidak akan beban amanah mereka dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan dan ulama mereka dulu terhadap agama dan bangsa ini, sebab hilangnya gambaran dalam fikiran mereka tentang orang-orang luar biasa itu.

Kedua, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa keempat tokoh itu memberitahu kita bahwa tujuan utama dari pendidikan adalah bukan sekedar transfer ilmu. Bukan sekedar mengajar, tetapi juga mendidik. Dimana pendidikan memuat penanaman nilai kepada si murid. Maka keempat tokoh itu tidak sekedar datang kemudian mengajar. Mereka juga peduli dengan adab dan akhlaq murid-murid mereka. Dan itulah yang coba dirumuskan oleh al-Attas bahwa “The purpose for seeking knowledge in Islam is to inculcate goodness or justice…. The aim of education is to produce a good man.” Maka inilah pentingnya penanaman nilai dalam setiap institusi pendidikan.

Maka jangan lagi seorang guru berfikiran bahwa sekolah adalah lembaga bisnis, sehingga ia hanya merasa sebagai “tukang ngajar” yang hanya mempunyai hubungan administrasi dengan murid. Dia harus berfikir bahwa sekolah adalah lembaga pendidikan serta perjuangan, sehingga ia akan merasa bahwa ia adalah “mujahid intelektual” yang punya hubungan batin dengan murid.

Adab, atau ketaqwaan itu menjadi asas terpenting dari pendidikan Islam. Ingatlah dulu pada masa Nabi, tidak semua sahabat itu adalah orang pintar. Tapi Pada masa itulah orang orang baik berkumpul bersama. Dari mulai bangsawan, para pedagang, para penuntut ilmu, tukang sapu, sampai merbot masjid, semuanya baik. Sebab pendidik mereka faham bahwa yang paling esensi adalah nilai-nilai kebaikan serta keadilan.

Maka ingatlah bahwa kita belajar bukan untuk menumpuk ilmu dan sekedar mencari kerja dan bisa makan. Sebab ustadz kami selalu mengingatkan agar kami tidak menjadi sarjana monyet bahkan lebih hina darinya. Dimana kita belajar dari TK sampai kuliah hanya untuk mencari kerja agar bisa makan. Sebab monyet untuk bisa makan tidak perlu kuliah. Maka hakikatnya kita lebih hina dari monyet. Sebab tujuan terpenting dari belajar adalah menjadi orang baik. Ingatlah kata A.A. Gym, “SD enam tahu, SMP 3 tahu, SMA 3 tahu, kuliah 4 tahu, buang sampah masih sembarangan, belajar apaan aja sih?”

Maka kita mesti tahu bahwa yang paling penting itu bukan kita belajar dimana, tapi kita belajar apa dan kepada siapa. Sebab tujuan utama kita adalah untuk menjadi orang yang beradab dan menjadi seorang pejuang layaknya generasi santri tahun 1945 dulu. Masyarakat juga akan lebih melihat keelokan adab kita tatkala berhadapan dengan mereka. Itulah mengapa Hamka berkata, bahwa keelokan seseorang itu bukan berdasarkan pakaiannya, tapi berdasarkan adab dan Budi pekerti nya. Terakhir, kita mesti tahu bahwa kerusakan yang dibuat oleh orang jahil yang beradab jauh lebih kecil dibandingkan orang pintar tapi biadab. Paling-paling orang pertama hanya akan mencuri sepasang sendal di masjid. Tapi orang kedua akan mencuri uang rakyat di singgasana kekuasaan.

Maka sudah sepatutnya kajian-kajian seperti ini digalakkan khususnya kepada anak-anak muda. Sebagaimana kata Ustadz Ahda (Salah satu guru sejarah di pondok kami dan moderator saat itu) mengatakan, “Jangan sampai kajian-kajian seperti ini berhenti sampai disini saja.”

Tidak lama seminarpun ditutup, dan dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan dan foro bersama dengan para pemateri. Harapan kami semua adalah semoga ilmu-ilmu yang disampaikan bermanfaat. Dan semoga muncul kembali sejarawan-sejarawan seperti mereka yang sangat mengenal para pendahulu-pendahulu kita. Maka inilah alasan mengapa peristiwa ini sangat penting. Bukan sebab keelokan fisik serta materi lainnya. Tapi sebab kucuran ilmu serta hikmah yang tertuang secara masif ketika itu.

*************

Penulis: Fatih Madini
(Mahasiswa At-Taqwa College Depok, Penulis Buku dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Biografi Tokoh & Ulama IndonesiaIslam dan IndonesiaKH. Wahid HasyimSejarah IslamUstadz Fatih Madini
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 3): Kenangan dan Kesabaran Ustadz Usman Laba di Islamabad Pakistan

Next Post

ACT Salurkan Bantuan Kepada Seorang Ibu Sidah Pembuat Tusuk Sate di Maros

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Aktivis Komite Solidaritas Palestina, Member of Ummah International & Saladin Comunity.

    LIBERATION OF AL AQSA

    Membangun Kebersamaan dan Persatuan, Bukan Kesamaan dan Keseragaman
    BAITUL MAQDIS

    Membangun Kebersamaan dan Persatuan, Bukan Kesamaan dan Keseragaman

    Juni 23, 2026
    Di Balik Tenda Gaza, Anak-Anak Berperang Melawan Kudis, Demam dan Kelaparan
    BAITUL MAQDIS

    Di Balik Tenda Gaza, Anak-Anak Berperang Melawan Kudis, Demam dan Kelaparan

    Juni 17, 2026
    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa
    BAITUL MAQDIS

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Juni 16, 2026
    Malam Solidaritas Gaza, GPCI Ajak Media dan Profesional Perkuat Narasi Pembebasan Palestina
    BAITUL MAQDIS

    Malam Solidaritas Gaza, GPCI Ajak Media dan Profesional Perkuat Narasi Pembebasan Palestina

    Mei 23, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol
    KABAR DUNIA

    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk
    PILIHAN EDITOR

    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk

    by Muh Akbar
    April 25, 2026
    Imam Shamsi Ali: Indonesia Berutang Budi kepada Pak Jusuf Kalla
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Indonesia Berutang Budi kepada Pak Jusuf Kalla

    by Muh Akbar
    April 22, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1639 shares
      Share 656 Tweet 410
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1074 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      899 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    PALESTINA TERKINI

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

    Juni 23, 2026
    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Penjajah Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah dalam Serangan Udara ke Kamp Bureij Gaza

    Juni 21, 2026
    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Ketua MUI Bidang Ukhuwah: Donald Trump dan Pemimpin Negara yang Setujui Gencatan Senjata Bertanggung Jawab Hentikan Genosida di Gaza

    Juni 18, 2026
    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Google Dukung Genosida di Gaza, Mahasiswa Stanford Walk Out dan Teriakkan ‘Free Palestine’ Saat Sundar Pichai Pidato

    Juni 16, 2026
    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Satu Bentuk Dua Makna: Saat Dunia Merayakan Hiburan dan Gaza Bertaruh Nyawa

    Juni 16, 2026
    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Tenda Pendidikan Jadi Perlawanan Warga Gaza Lawan Hegemoni Israel

    Juni 16, 2026
    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Alami Penyiksaan dan Isolasi Ketat di Penjara Nafha, Dr Hussam Abu Safiya Dirantai Israel Saat Hadapi Sidang

    Juni 16, 2026
    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

    Juni 16, 2026
    Meski Dihadang Zionis, 50 Ribu Jamaah Hadiri Salat Jumat di Aqsha

    Meski Dihadang Zionis, 50 Ribu Jamaah Hadiri Salat Jumat di Aqsha

    Juni 16, 2026
    Presiden Prabowo Ajak Negara D-8 Dukung Perekonomian Palestina

    Presiden Prabowo Ajak Negara D-8 Dukung Perekonomian Palestina

    Juni 16, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • 🍉 AL AQSHA TANPA PENJAGA Pengetatan terhadap akses para petugas penjaga Al Aqsha oleh pihak penjajah. Ada peringatan serius mengenai upaya mengosongkan Masjid Al-Aqsa dan membatasi kewenangan lembaga wakaf Islam, di tengah tindakan yang disengaja untuk mengisolasi para penjaga masjid serta menjauhkan mereka dari tugas mereka. Semoga Al-Aqsa segera merdeka dari tangan-tangan kotor Zi0nis... #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #islam #masjid
    • Hari Jumat adalah hari terbaik yang dipenuhi keberkahan dan kemuliaan. Di hari ini, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk memperbanyak shalawat. Sebab shalawat bukan sekadar rangkaian kata yang terucap di lisan, tetapi bukti cinta kepada manusia terbaik yang telah membawa kita dari kegelapan menuju cahaya Islam. Betapa sering kita mengingat orang-orang yang kita cintai. Namun, sudahkah hari ini kita mengingat Nabi Muhammad ﷺ yang begitu mencintai umatnya? Mari luangkan waktu sejenak. Hentikan kesibukan, tenangkan hati, lalu perbanyak shalawat. Semoga setiap shalawat yang kita lantunkan, menjadi jalan untuk mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ kelak di hari kiamat. Di hari yang mulia ini pula, saat lisan kita bershalawat, jangan lupakan Al-Aqsa dalam munajat kita. Sebab di sana ada saudara-saudara kita yang menjaga tanah yang diberkahi dengan air mata, kesabaran, dan pengorbanan. Semoga setiap doa menjadi sebab terjaganya Masjid Al-Aqsa serta terbebaskannya Palestina. _Aamin ya Rabbal Alamin_ 🤲🤲🤲 اللهم صل وسلم على نبينا محمد اللهم احفظ الأقصى وانصر أهل فلسطين 🤍 #jumat #shalawat #cintarasulullahﷺ #masjidalaqsa #baitulmaqdis
    • Gerakan normalisasi LGBT adalah ancaman serius terhadap keutuhan keluarga dan tatanan masyarakat. MUI sendiri menilai, ini adalah panggilan moral yang tak bisa lagi diabaikan, demi menjaga martabat kemanusiaan dan peradaban bangsa.  Berlandaskan Fatwa Nomor 57 Tahun 2014, Majelis Ulama Indonesia (MUI) @muipusat menegaskan bahwa orientasi seksual sesama jenis bukanlah kodrat permanen, melainkan kelainan yang bisa disembuhkan secara medis, psikologis, dan spiritual.  Guna menjaga nilai luhur kemanusiaan, MUI mendorong pemerintah menerapkan langkah komprehensif, yakni penegakan hukum yang tegas terhadap kampanye aktivitas tersebut, sekaligus penyediaan layanan rehabilitasi yang memadai untuk merangkul dan memulihkan mereka yang terdampak.  #lgbt #nasional #indonesia #mui #tolaklgbt
    • BIADAB! MANUSIA TERLAKNAT! HARUS SEGERA DITANGKAP! HUKUM MATI! Harus ada efek jera ... Bayangkan kalo ini terjadi pada putri , Istri atau adik anda? Semua kita BERGERAK CARI TAUFIK HIDAYAT INI HIDUP/MATI. Semoga gakda lagi berita yang merusak murani manusia, siapapun kita pasti melaknat pelakunya! Izin Repost Kiyai @fatihkarim #indonesia #fatihkarim #nasional
    • Biadab! Para pemukim Y4hudi kembali melakukan ritual Talmud di pelataran Masjid Al-Aqsa pagi ini, Selasa (23/6). Pelecahan terhadap Masjidil Al-Aqsa terus berlangsung dan di kawal langsung oleh pasukan Zi0nis Isr4el. Kemana Ummat Islam yang berjumlah 2 milliar, 1 Masjid Al-Aqsa pun tak mampu kita jaga. Kita tak boleh diam, melihat masjid suci kita terus di kotori dan lecehkan... Jika luka Al-Aqsa tak lagi menggucang hati, bisa jadi nurani dan jiwa kita telah lama mati. Bangkitlah Umat Islam.. Bebaskan Tanah Sucimu.. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #freepalestine🇵🇸 #islam
    Next Post

    Tinta Merah di Lembar Sejarah

    Mujahid Dakwah adalah Porta media Islam Indonesia dengan visinya menebar cahaya Islam, menginspirasi dan menyuarakan kebenaran. Memuat seputar artikel Islam, kolom, opini, sejarah dan peradaban, berita dunia Islam, Indonesian news. Serta menjadi pusat aspirasi dan literasi keilmuan dalam Pembebasan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.

    All Right Reserved ©2018-2026 / Web Design By Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Landing Page
    • Buy JNews
    • Support Forum
    • Pre-sale Question
    • Contact Us

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media