MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Mungkin sudah menjadi resiko. Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang biasa membantu umat Islam terkena musibah mendapat tudingan terlibat kerusuhan di New Delhi, India. Malah dikait-kaitkan dengan kelompok teroris.
Gegaranya adalah langkah ACT menyumbang kaum muslim yang menjadi penyintas dalam kerusuhan yang melibatkan umat Hindu dan muslim di New Delhi. Laman web India TV News pada Kamis, 12/3/20 memuat berita yang menyebutkan ACT berupaya mengirim dana sebesar Rs25 Lakh atau 2,5 juta Ruppe, setara hampir setengah miliar rupiah, justru untuk membiayai para pelaku kerusuhan di Ibu Kota India itu.
Lebih dari itu, ACT dikait-kaitkan dengan ulama Pakitsan Hafiz Muhammad Saeed, pemimpin organisasi Jama’at-ud-Da’wah. Sebagai catatan, Hafiz pernah disebut sebagai pembina Lashkar-e-Taiba, kelompok yang dianggap bertanggung jawab dalam pengeboman yang menewaskan 164 orang di Mumbai India pada 2008 lalu.
Sejak akhir Februari 2020, ACT memang berencana mengirimkan bantuan untuk penyintas kerusuhan New Delhi yang berlangsung 23-25 Februari lalu. Namun, bantuan dari lembaga kemanusiaan yang pernah menerima MoeslimChoice Award pada 2019 lalu itu bukan hanya uang.
“Kami sedang mengasesmen bantuan yang tepat untuk saat ini,” jelas Suci Pri Ramadinda dari tim Global Humanity Response – ACT, Kamis, 27/2/20.
Sedangkan pada awal Maret, ACT sudah siap dengan bantuan berupa ratusan ton paket pangan dan kebutuhan medis untuk korban kerusuhan di New Delhi.
“Kami sebagai lembaga kemanusiaan telah mengontak sejumlah lembaga kemanusiaan di India. Kami bisa melakukan bantuan kemanusiaan yang legal. Dalam pekan ini, setidaknya sampai 100 ton logistik pangan akan kami berikan untuk saudara-saudara kami di India,” kata Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin, Senin, 2/3/20.
Ahyudin menyampaikan, bantuan yang diberikan ACT sesuai dengan peran ACT sebagai lembaga kemanusiaan. Bantuan sering kali dipilih ACT sebagai bantuan utama karena menurutnya pangan menjadi hal utama yang dibutuhkan para korban bencana, baik bencana sosial maupun bencana alam. Selain bantuan pangan, bantuan medis, dan bantuan pemulihan masjid menjadi ikhtiar yang juga dapat dilakukan.
Kerusuhan di India melukai warga dunia sebagai sesama manusia. Sebagai bagian dari warga dunia, ACT mengajak masyarakat menunjukkan keagungan moral, tidak perlu melawan kebencian dengan kebencian, namun menyebarkan kasih sayang.
“Kami prihatin, mengutuk keras dan berusaha menghentikan dengan cara yang maruf, dengan cara yang baik,” kata Ahyudin. Ia pun berharap bangsa lain bisa belajar soal toleransi seperti Indonesia.
Senada dengan itu, Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar mengatakan, sebagai anak bangsa, ACT mendorong umat Islam di dunia untuk mendukung muslim di India. Ia pun bersyukur, sejauh ini ulama-ulama telah bersuara, bahkan sejumlah masjid telah menggelar salat gaib.
“ACT hadir di sana ingin mengatakan bahwa merah putih hadir untuk memberikan keteladan hidup membangun kebersamaan. Kami kirimkan relawan untuk membawa bantuan, pangan, dan medis,” jelas Ibnu.
Ia berharap dengan kearifan yang dilakukan bangsa Indonesia, dapat mengurangi intimidasi yang dilakukan terhadap umat Islam.
“Kami pun telah meminta masjid-masjid untuk mengumpulkan bantuan. Kami juga mengajak semua untuk mendoakan. Kami ingin umat Islam Indonesia sampai ke India untuk memberikan keteladan,” tegas Ibnu.
Terus, kenapa dikait-kaitkan dengan dana Rs 25 Lakh dan terorisme itu? Sudah risiko mungkin.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang mukmin dalam cinta dan kasih sayang serta jalinan perasaan seperti satu tubuh apabila satu bagian tubuh sakit maka demam seluruh tubuh tidak bisa tidur.” (HR Bukhari dan Muslim).
Sumber: Muslim Choice
Editor: Muhammad Akbar











































































