MUJAHIDDAKWAH.COM, MASAMBA – Kemerdekaan menjadi satu bagian penting bagi sebuah bangsa, karena hal ini menjadi kemenangan dalam menjalani hidup berbangsa dan bernegara, kini Indonesia 75 th Merdeka terbebas dari penjajah. Anak bangsa dari sabang sampai marauke merayakan kemerdekaan dengan suka cita di tengah pandemi Covid 19 termasuk kecamatan masamba kabupaten luwu utara di tengah kondisi covid juga banjir bandang yang merusak ribuan rumah tenggelam dalam pasir dan ada pula yang hanyut.
Ditengah posko Kammpal relawan kemanusiaan berkolaborasi melakukan pendampingan psikososial anak lingkungan bencana dengan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun.
Kampung dongeng Indonesia bersama IKA SMAN 9 Luwu Utara, MDMC dan Forum Anak Luwu Utara berkumpul di pagi hari bersama memulai kegiatan pembukaan dengan membagikan masker kepada seluruh anak untuk menghindari penyakit covid 19 selama pelaksanaan, menyanyikan lagu indonesia raya dengan penuh hikmat, setelahnya itu sebelum mendengarkan dongeng anak-anak diajak menggerakan badan senam lagu-lagu gembira bersama kak marianna.
Dongeng di bawakan oleh kak emand datang dari jakarta hadir sebagai pendongeng Kampung Dongeng Indonesia dengan program kampung dongeng peduli menceritakan semangat kemerdekaan di bangun dengan nilai perjuangan untuk merdeka dari penjajahan. Anak-anak dia ajak untuk memahami makna kemerdekaan melalui cerita disampaikan dengan menarik melalui media boneka hingga anak-anak tertawa lepas dan mampu mendalami nilai kemerdekaan.
Tidak kalah serunya setelah asik mendapatkan cerita penuh makna anak-anak diajak langsung mengenal nilai perjuangan dengan banyaknya lomba yang di dampingi oleh Ikatan Keluarga Alumni SMAN 9 Luwu Utara, MDMC dan Forum Anak Luwu Utara. Dari lomba mewarnai anak balita usia 6 tahun ke bawah, lomba kelereng, balap karung, membawa balon dan makan kerupuk.
“Aku senang mengikuti kegiatan ini, apalagi ada boneka bisa ngomong yang menghibur aku. Aku jadi juara 1 lomba membawa balon, aku belajar kerjasama dengan kawan ku supaya balon tidak terjatuh, dan terima kasih kakak semua,” ucap sehan usia 10 tahun.
Serunya kegiatan sampai tak kenal teriknya matahari lebih dari 100 anak-anak ikut sampai akhir kegiatan. Dan mereka pun senang pulang membawa bingkisan atas perjuangannya mengikuti lomba.
“Kami berharap melalui kegiatan ini anak korban banjir bisa mendapatkan haknya sebagai anak bangsa, baik hak atas kesehatan mereka dari Covid19, maupun hak mereka untuk belajar dan bermain,” ujar Eko Setiawan IKA SMAN 9 Luwu Utara.
Laporan: Saiful
Editor: Muh Akbar











































































