• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Rabu, Agustus 19, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Lewat WIZ Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Makassar

    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Lewat WIZ Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Makassar

    Kuatkan Jiwa dan Raga, PORDASI dan STIBA Makassar Gelar Pelatihan Berkuda-Memanah

    Kuatkan Jiwa dan Raga, PORDASI dan STIBA Makassar Gelar Pelatihan Berkuda-Memanah

    Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana, Ustadz Bachtiar Nasir: Kemerdekaan adalah Nikmat dan Amanah

    Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana, Ustadz Bachtiar Nasir: Kemerdekaan adalah Nikmat dan Amanah

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Dikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Berlayar di Atas Kapal KM Dorolonda Menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Ahmad Hanafi Motivasi Kontingen Teguh dalam Perjuangan Dakwah

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Lewat WIZ Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Makassar

    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Lewat WIZ Pasok Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Makassar

    Kuatkan Jiwa dan Raga, PORDASI dan STIBA Makassar Gelar Pelatihan Berkuda-Memanah

    Kuatkan Jiwa dan Raga, PORDASI dan STIBA Makassar Gelar Pelatihan Berkuda-Memanah

    Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana, Ustadz Bachtiar Nasir: Kemerdekaan adalah Nikmat dan Amanah

    Hadiri HUT Ke-81 RI di Istana, Ustadz Bachtiar Nasir: Kemerdekaan adalah Nikmat dan Amanah

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Dikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Berlayar di Atas Kapal KM Dorolonda Menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Ahmad Hanafi Motivasi Kontingen Teguh dalam Perjuangan Dakwah

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Upacara Kemerdekaan Indonesia di SDIT Rabbani Bone: Menumbuhkan Semangat Perjuangan dan Generasi Qurani

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

    Ribuan Kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah Bertolak ke Jakarta Via Jalur Laut, Diikuti Bayi 8 Bulan Hingga Lansia

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Akhir Zaman, Gender & Feminisme, MUSLIMAH

Sejarah Homoseksual: Penyimpangan yang Melintas Zaman

Wahyuniby Wahyuni
Reading Time: 10 mins read
Agustus 4, 2023
Sejarah Homoseksual: Penyimpangan yang Melintas Zaman
648
SHARES
3.6k
VIEWS
Share on WhatsApp

Abad ke-21 merupakan abad ‘kemenangan’ kaum homoseksual di Barat. Agama Kristen—yang menjadi agama mayoritas masyarakat Barat—tak mampu membendung sepak terjang aktivis gerakan pendukung homoseksual. Perilaku homoseksual di negara-negara Barat  tidak lagi dikategorikan sebagai perilaku abnormal sejak Asosiasi Psikiatri Amerika (APA) mengeluarkan homoseksual dari daftar penyakit mental  atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) pada tahun 1973.

Saat ini, siapa saja yang menentang homoseksual justru dituduh sebagai homophobia  yaitu mereka  memiliki ketakutan dan kebencian terhadap aktivitas homoseksual. Eksistensi kaum homo semakin menjadi sorotan dunia  ketika putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 26 Juni 2015  melegalkan pernikahan sesama jenis. Meskipun Belanda menjadi negara pionir yang mengakui pernikahan pasangan homo sejak tahun 2001, namun dengan legalisasi negara yang dianggap superpower seperti Amerika, membuat kelompok pendukung kaum homo di berbagai negara mengalami euforia termasuk di Indonesia.

Istilah homoseksual atau homosexual sendiri secara literal berasal dari homo dalam Bahasa Yunani yang berarti sama (sejenis) dan sex dari Bahasa Latin yang berarti seks.  Istilah homoseksual pertama kali muncul pada tahun 1896 dalam Bahasa Jerman pada pamflet yang ditulis oleh Karl-Maria Kertbeny, berisi advokasi untuk menghapuskan  Prussia’s Sodomy Law[i]. Ia memunculkan istilah homoseksual sebagai pengganti istilah sodomite atau pederast yang bersifat merendahkan, dan waktu itu lazim digunakan secara luas di kalangan masyarakat berbahasa Jerman dan Prancis. Prussia adalah negara Jerman  pertama yang menghapuskan hukuman mati bagi pelaku sodomi pada tahun 1794.[ii]

You might also like

Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

Juni 16, 2026
Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

Juni 16, 2026
Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

Juni 16, 2026
Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

Juni 16, 2026

Kaum Homo Pertama di Muka Bumi

Aktivitas homoseksual pertama dalam sejarah dapat ditelusuri dalam kitab-kitab suci, baik agama Kristen (Injil) maupun dalam agama Islam (Al-Qur’an).  Al-Qur’an mengabarkan perilaku homoseksual pertama kali dilakukan oleh kaum Sadum (Sodom). Allah SWTtelah mengutus Nabi Luth bin Haran bin Azar, anak saudara Nabi Ibrahim kepada penduduk Sadum dan negeri-negeri sekitarnya untuk menyeru kepada kebenaran.[iii] Nabi Luth hidup sezaman dengan  Nabi Ibrahim. Menurut al Attas, jarak antara masa sekarang dengan masa nabi Ibrahim sekitar 4215 tahun.[iv]

Allah SWT berfirman di Surat Al-A’raaf (7) ayat 80 dan 81 bahwa kaum Sadum telah melakukan perbuat haram fahisyah, yang belum pernah seorang manusia pun pernah melakukannya. Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa fahisyah adalah laki-laki menggauli laki-laki lainnya dan bukan wanita, padahal Allah SWT menciptakan wanita untuk laki-laki. Hal tersebut menurut Ibn Katsir, merupakan perbuatan yang melampaui batas karena Kaum Sadum telah menempati sesuatu bukan pada tempat semestinya. 

Dalam Surat Hud ayat 79 diceritakan dalih mereka melakukan perbuatan homoseksual karena tidak menyukai wanita.  Para Mufasir mengatakan  maksud ayat tersebut adalah ketika kaum laki-laki merasa cukup dengan laki-laki dan kaum wanita tidak lagi memerlukan kaum laki-laki.[v] Akhirnya dalam Surat  Hudd ayat 82-83, Kaum Sadum yang melampaui batas,  dihancurkan oleh Allah SWT dengan membalikkan negeri tempat tinggal mereka ke dalam tanah dan menghujaninya dengan  batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.

Yunani Kuno dan Mitos Homoseksual

Praktik Homoseksual dijumpai dalam peradaban Yunani Kuno. Plato (427-347 M) dalam dialognya yang berjudul Symposium menceritakan acara pesta minuman khusus pria pada masa itu. Tema percakapan dalam dialog tersebut adalah tentang Eros, yang menyinggung perilaku homoseksual atau pedofil lebih tepatnya. Seorang tokohnya, Pausanias, mengutarakan tentang nafsu pria dewasa untuk mencari kesenangan pada anak lelaki. Sedangkan Aristophanes menceritakan sebuah mitologi Yunani bahwa kemanusiaan (humanity) pada awalnya adalah manusia dengan 4 (empat) kaki dan 4 (empat) tangan. Manusia terdiri tiga jenis kelamin yaitu hermaphrodite (kelamin ganda), pria, dan wanita. 

Namun dewa yunani, Zeus, merasa terancam oleh kekuatan manusia, sehingga ia memotong tubuh manusia-manusia tersebut menjadi dua bagian. Manusia akhirnya memiliki dua tangan dan dua kaki sehingga yang dulu berjenis kelamin hermafrodit akan merindukan pasangannya yang berbeda jenis kelamin (heteroseksual). Sedangkan Manusia yang awalnya berjenis kelamin laki-laki akan merindukan pasangan lelakinya (homoseksual). Begitu pula yang berjenis kelamin wanita, akan merindukan pasangan wanitanya. Manusia yang terbelah tersebut akan merindukan the other half atau pasangan jiwanya masing-masing.[vi]

Namun Plato dalam karya-karyanya yang terakhir  (Phaedrus, Republic, dan The Law), bersikap negatif tentang  hubungan sejenis. Menurut Plato hubungan sejenis adalah hubungan yang tidak alami atau bertentangan dengan hukum alam (natural law). Plato  berargumen bahwa tidak ditemukan binatang yang melakukan tindakan homoseksual. Selain itu, menurut Platohubungan homoseksual juga memperlemah kekuatan militer karena pria akan kehilangan sifat kelaki-lakiannya ketika menempatkan diri dalam peran wanita. [vii]

Fenomena homoseksualitas menurut banyak penelitian memang ditemukan pada peradaban Yunani. Namun menurut Adonis dalam bukunya Homosexuality in ancient Greece, perilaku homoseksual bukan perilaku yang diterima oleh masyarakat umum. Banyak penulis Barat yang mencitrakan peradaban Yunani merupakan contoh toleransi terhadap kaum homoseksual dan cermin dari kebebasan seksual. Padahal hal tersebut tidak benar. Adonis berpendapat bahwa mereka yang menganggap perilaku homoseksual diterima dalam masyarakat Yunani adalah karena adanya praktik seksual lelaki dewasa terhadap anak laki-laki (pederasty), yang bahkan untuk ukuran pada zaman ini merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Homosexuality existed in ancient Greece but was not socially approved. This reality, despite the impressions some people try to create, is undeniable and no author doubts it. Those who tend to present homosexuality as approved by ancient Greeks specify that they are talking about sex with boys, pederasty, and only under certain conditions, rather severe, if not intolerable by modern standards.[viii]

Terdapat banyak bukti bahwa Masyarakat Yunani di Kota Athena memiliki hukuman yang tegas terhadap pelaku homoseksual. Secara sosial dan politik, pelaku homoseksual tidak  diperkenankan untuk menempati posisi-posisi di masyarakat, tidak boleh masuk ke area publik yang dianggap suci, dan tidak diperkenankan mengikuti acara keagamaan. Mereka tidak dianggap lagi sebagai bagian dari penduduk Athena. Bahkan lebih dari itu, dalam beberapa kasus apabila mereka melanggar aturan tersebut terbukti mereka sudah tidak suci (berhubungan homoseksual) maka pelakunya  akan diganjar dengan hukuman mati. Hal tersebut dijelaskan dalam Aeschines, Against Timarchus 2 I:

If an Athenian turns out to be unchaste  [that is, if  he is involved in a homosexual relationship], he is not allowed  to become one of the nine archons; or to become a priest; or to  be prosecutor in a public trial; or to have any office, within the  boundaries of the Athenian republic or beyond them, whether he is appointed by lot or after an election; or to serve as a public  messenger or judge other public messengers; or to enter public  sacred places, to participate in [religious ceremonies of] wearing of wreath, to be in the parts of the market-place sprinkled  with lustral water. But, if he breaks the law and does any of the above, once he is found guilty of being unchaste, his sentence must be death.[ix]

Romawi dan Misteri Kota Pompeii

Secara umum,penerimaan masyarakat Romawi terhadap homoseksualitas masih menjadi perdebatan para sejarawan Barat. Namun, terdapat bukti-bukti pelarangan perbuatan homoseksual dalammiliter Romawi dengan ancaman hukuman mati.[x][xi] Apalagi ketika  kekaisaran Romawi menjadikan Kristen sebagai agama resmi kekaisaran, maka pelaku homoseksual di tengah masyarakat akan dikenakan hukuman mati atau diusir dari tempat tinggalnya.[xii]

Salah satu kota Romawi yang masyarakatnya dianggap memiliki toleransi tinggi terhadap aktivitas homoseksual adalah Pompeii. Kota Pompeii berada  dekat kota Napoli di wilayah Campiana, Italia. Kota tersebut diguncang gempa pada tahun 63M dan tertutup oleh abu vulkanik sejak tahun 79M akibat letusan gunung Vesuvius.[xiii] Kemudianditemukan kembali pada tahun 1748M. Sebelum kehancurannya, Pompeii merupakan kota tua Romawi yang telah dihuni dari generasi ke generasi oleh orang dari berbagai tempat. Kota ini bukan sebuah kota besar, namun pada awal abad ke-2 SM keluarga kaya Oscan Paricians membangun rumah-rumah atau vila mewah di kawasan ini. [xiv] Penelitian arkeologi menyimpulkan bahwa secara umum penduduk kota Pompeii menjelang kehancurannya  adalah orang-orang menengah keatas.[xv]

Banyak grafiti ditemukan di reruntuhan kota Pompeii menggambarkan perilaku  biseksual dan homoseksual. Menurut para arkeolog,  grafiti tersebut nampak  mengindikasikan tidak ada ketakutan para pelaku homoseksual terhadap sanksi sosial  di tengah masyarakat. Ditemukan banyak grafiti yang menampilkan gambaran penetrasi laki-laki terhadap anak laki-laki.[xvi] Hal tersebut menunjukkan adanya perilaku pedofil di wilayah Pompeii dan penerimaan masyarakatnya.  Oleh karena itu tidak heran apabila kota Pompeii akhirnya mengalami nasib serupa dengan Negeri Sadum.

Meskipun banyak sejarawan barat modern yang mencitrakan kota Pompeii sebagai salah satu puncak kemegahan dan ketinggian peradaban Romawi, namun tidak bisa dibuktikan bahwa penerimaan  masyarakatPompeii terhadap aktivitas homoseksual dan pedofiljuga berlaku di  seluruh wilayahKekaisaran Romawi.

Bizantium  dan Anti-Sodomy Laws

Dengan jatuhnya Kekaisaran Romawi (Barat)  dikuasai oleh raja-raja dari suku asli Eropa, menurut Pickett,  toleransi terhadap homoseksual semakin tinggi, kecuali di Spanyol yang dikuasai Visigothic. Setelah kerajaan- kerajaan tersebut menerima agama Kristen,  pandangan gereja terhadap perilaku homoseksual diberlakukan di kawasan tersebut. [xvii] 

Pada tahun 527 M Kaisar Justinian  diangkat menjadi Kaisar Romawi Timur (Bizantium). Ia memiliki komitmen penuh untuk memerintah berdasarkan ajaran Kristen. Sehingga pada tahun 1533, Kaisar Justinian mengeluarkan  kode atau aturan yang mengenakan sanksi hukuman mati  bagi para pelaku homoseksual. Pelarangan tindakan homoseksual ini bertujuan untuk menghindari  kemurkaan Tuhan dan kehancuran kota-kota Romawi. Rezim Justinian mengkompilasi dan memformalkan aturan-aturan tersebut yang kemudian  dikenal dengan Code of Justinian.  Hukum tersebut telah digunakan sebagai hukum dasar kekaisaran Romawi Timur selama ratusan tahun.[xviii]

Kerajaan Inggris dan Act of 25 Henry VIII

Pada tahun 1533 M Parlemen Inggris mengeluarkan Undang-Undang yang dikenal dengan Act of 25 Henry VIII yang memberikan hukuman gantung kepada  pasangan homoseksual termasuk pasangan  heteroseksual yang melalukan persetubuhan melalui dubur (anal intercourse).  Undang-undang yang merupakan cerminan dari Code of Justinian, telah diberlakukan selama berabad-abad. Pada tahun 1861, pemerintah Inggris meringankan hukuman gantung tersebut menjadi hukuman seumur hidup.  Undang-undang tersebut juga diberlakukan di seluruh kekaisaran Inggris dan menjadi dasar bagi anti-sodomy law di negara-negara yang berbahasa Inggris, termasuk di Nigeria, Kenya, India, Malaysia, danlain-lain.[xix]

Pada tahun 1967, Pemerintah Inggris mengganti Undang-Undang ini dengan Sexual Offences Act yang mendekriminalisasi perilaku homoseksual. [xx] Namun jauh sebelum itu sebelum itu, pada abad pencerahan,upaya penghapusan anti-sodomy law telah dilakukan di Prancis. Pada tahun 1801,kaisar Prancis  Napoleon Bonaparte mengeluarkan aturan yang disebut The Code of Napoleon yang mendekriminalisasi perilaku sodomi. [xxi]Aturan tersebut mulai diberlakukan pada tahun 1804 kemudian diadopsi oleh negara-negara  Eropa yang saat itu menjadi jajahan Prancis, termasuk Belanda yang saat itu sedang menguasai negara Indonesia.

Abad 20 : Homo Politics

Gerakan homoseksual modern muncul pada akhir abad 19 dan awal abad 20 di Eropa. Pusat intelektualnya berada di Jerman, namun Inggris juga memiliki peranan penting dalam gerakan ini. Tokoh gerakan homoseksual di Jerman pada saat itu diantaranya Magnus Hirschfeld (1868 – 1935)  dan Richard Linsert (1899-1933).[xxii] Setelah Perang Dunia ke-2, beberapa organisasi homoseksual bermunculan di berbagai negara Barat yang dikenal dengan Homophile movements.[xxiii] Pada akhir abad ke 19 gerakan ini mulai menggunakan media ilmiah seperti diskusi-diskusi dalam bidang medis. Di Kota-kota besar Amerika tempat berkumpulnya para lelaki seperti New York dan San Fransisco,  mulai bermunculan bar-bar dan diskotik khusus kaum homo.

Gerakan pendukung hak-hak kaum homoseksual kemudian membentuk kelompok-kelompokseperti the Scientific-Humanitarian League yang memiliki cabang di berbagai negara. Ada juga organisasi pendukung homoseksual seperti World League for Sexual Reform yang memiliki keanggotaan internasional.  Gerakan tersebut terus berlanjut dan semakin bertambah setelah Stonewall Riots di tahun 1969. Saat ini eksistensi kelompok seperti  the International  Lesbian and Gay Association (ILGA) bekerja untuk memperjuangkan hak-hak kelompok homoseksual di negara-negara berkembang. [xxiv] Gerakan pendukung homoseksual di Barat semakin gencar di era 1960 dan 1970-an seiring dengan penghapusan anti-sodomy law yang selama ribuan tahun telah mengkriminalisasi aktivitas homoseksual dan  dianggap sebagai sumber perlakuan diskriminatif terhadap kaum pencinta sejenis tersebut.

Penutup

Dalam catatan sejarah, aktivitas kaum homoseksual  muncul di setiap zaman dan di berbagai belahan dunia. Keberadaan kaum homo tersebut tidak berarti menunjukkan penerimaan masyarakat secara sosiologis maupun kultural. Di masa lalu, homoseksual identik dengan pedofilia  karena menyasar anak dan remaja laki-laki.  Eksistensi kaum homo di setiap zaman,  juga tidak dapat menjadi  legitimasi bahwa orientasi seksual  adalah ‘given’ dan tak bisa diubah. Orang bijak mengatakan, kebenaran harus dinyatakan dan bukan justru  membenarkan kenyataan padahal kenyataan tersebut menyimpang dari kebenaran. 

Perilaku homoseksual sejak kemunculannya telah dianggap sebagai penyimpangan seksual karena bertentangan dengan moralitas dan agama. Namun sayangnya,  di zaman modern ini moralitas dan agama dipaksa tunduk pada argumentasi pseudo-science dan homo politics dipropagandakan secara luas ke seluruh dunia.

***********

Penulis: Dr. Dinar Dewi Kania
(Peneliti INSISTS dan Direktur The Center for Gender Studies (CGS))

Content Production by The Center for Gender Studies (CGS)

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Catatan Kaki:
[i]The Prussian Sodomy Law baru benar-benar dihapuskan pada tahun 1994.
[ii]Brent L. Pickett. 2009. The Historical Dictionary of Homosexuality. Maryland : The Scarecrow Press.  hlm. 78
[iii]Ahmad Al-Usairy.2003. Sejarah Islam. Jakarta : Akbar Media Eka Sarana. hlm. 34
[iv]Syed Muhammad Naquib Al-Attas. 2015.On Justice and the Nature of Man. Kuala Lumpur : IBFIM. hlm. 57
[v]Muhammad Nasib Ar-Rifai. 1999. Ringkasan Tafsir Ibn Katsir. Jilid 2. Depok : Gema Insani Press. hlm. 392 – 393
[vi]Brent L. Pickett. hlm. 10-13  dan 153-154
[vii]Louis Crompton.2003. Homosexuality and Civilizations, Cambridge : The Belknap Press of Harvard University Press. hlm. 62
[viii] Adonis Ath. Giorgiades.2004. Homosexuality in Ancient Greece : The Myth is Collapsing.  Athens: Georgiades . hlm 197-198
[ix]Ibid. hlm. 57
[x] Dynes.1990.Encyclopedia of Homosexuality Vol 1, Garland Publishing. hlm 1144
[xi] Beert C. Verstraete. 1980. “ Slavery and The Social Dynamics of Male Homosexual Relations in Ancient Rome”. Journal of Homosexuality. Volume 5 Issue 3. Published online 26 Oct 2008.
[xii] Dynes . hlm 406
[xiii]Ingrid D. Rowland . 2014. From Pompeii : the afterlife of a Roman town . Cambridge : The Belknap Press of Harvard University Press. hlm. 1
[xiv] Paul Zanker. 1998.Pompeii : Public and Private Life. Cambridge : Harvard University Press.hlm. 3
[xv]Ibid. hlm. 199
[xvi] Dynes. hlm 1144
[xvii]Pickett hlm. 58
[xviii]Ibid. hlm. 46
[xix] Ibid. hlm. 1
[xx] Ibid. hlm. 17
[xxi] Ibid hlm. 59
[xxii] Dynes.hlm. 796, 862
[xxiii] Pickett hlm. 4
[xxiv]Ibid. hlm. 5

Tags: HomoseksualMuslimah dan FeminismePaham sesat
648
SHARES
3.6k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Dukung Prof Aswanto Jadi Pj Gubernur Sulsel, Ketua Umum PP LIDMI: Orang yang Tepat Memimpin Sulsel

Next Post

Gali Wawasan Seputar Kajian Kitab Turats dan Pembinaan Karakter Mahasiswa, STIBA Makassar Sambangi Ma’had Salman al-Farisi dan Isy Karima

Wahyuni

Wahyuni

Wahyuni Subhan adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Pembina Daar Al-Qalam, Team FMDKI News dan Guru SD IT Wahdah Islamiyah Gowa.

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Muh Akbar
    Agustus 17, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      901 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    260 Jurnalis di Gaza Gugur Sejak Genosida yang Dilakukan Zionis Israel

    Agustus 11, 2026
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Kiyai Muhammad Zaitun Rasmin mengecam keras aksi promosi minuman keras (miras) yang menggunakan tantangan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari gimmick pemasaran.  Aksi tersebut menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan sebuah booth produk minuman beralkohol memberikan tantangan hafalan Surah Ad-Duha kepada pengunjung beredar luas di media sosial.  Menurut Kiai Zaitun Rasmin, penggunaan Al-Qur’an untuk kepentingan pemasaran produk yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan sangat melukai perasaan umat Islam.  “Demi marketing, demi gimmick, Al-Qur’an yang sangat dimuliakan umat Islam justru dilecehkan. Ini melukai hati seluruh umat Islam,” tegas Kiai Zaitun, Rabu, (12/8/2026).  Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan dengan permintaan maaf atau klarifikasi dari pihak terkait. Menurutnya, kasus tersebut perlu diusut secara serius untuk memastikan adanya pertanggungjawaban.  “Ini harus diusut dan dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.  Kiai Zaitun berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi seluruh pelaku usaha serta penyelenggara kegiatan agar menghormati nilai-nilai agama dan tidak menggunakan simbol ataupun ajaran agama sebagai gimmick pemasaran yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.  #zaitunrasmin #nasional #mui #penistagama
    • Pembantaian di Gaza masih terjadi, puluhan hingga ratusan nyawa melayang setiap hari, dan kita tidak tahu, kapan semua ini akan berhenti..  Ditengah heningnya dunia akan isu ini, Jurnalis di Gaza berteriak setiap hari, menyampaikan berita dengan mempertaruhkan semua yang mereka miliki.. Hingga saat ini, lebih dari 260 jurnalis telah pergi meninggalkan dunia ini..  Namun misi dan perjuangan mereka tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah mati..  Suara-suara Gaza masih bertahan hingga saat ini.. dengan berani, mereka terus menyuarakan apa yang terjadi.. tanpa perlindungan, sumber daya, ataupun jaminan jika mereka bisa bertahan hingga Gaza merdeka nanti..  Percayalah, suara mereka tetap hidup dan kebenaran pasti akan menang..  #gaza #gazaunderattack #palestine #jurnalis #genosida
    • Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan pakaian yang menyerupai lawan jenis atau tasyabbuh ketika mengikuti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Imbauan ini merupakan upaya preventif guna mencegah terselubungnya kampanye gerakan Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan (LGSP).  “Dalam konteks zaman sekarang, menggunakan pakaian lawan jenis cenderung mengampanyekan praktik gerakan LGBT (LGSP) yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan bertentangan dengan norma sosial,” ujar Kiai Muiz Ali.  Kita menghargai perbedaan, tapi bukan dengan penyimpangan.  Tetap jaga diri dan keluarga kita agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, moral dan bangsa kita..  Selanjutnya baca di: https://mujahiddakwah.com/2026/08/mui-ingatkan-karnaval-agustusan-jangan-dijadikan-ajang-kampanye-lgbt  #indonesia #lgbt #hutri #tolaklgbt #mui
    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    Next Post
    Gali Wawasan Seputar Kajian Kitab Turats dan Pembinaan Karakter Mahasiswa, STIBA Makassar Sambangi Ma’had Salman al-Farisi dan Isy Karima

    Gali Wawasan Seputar Kajian Kitab Turats dan Pembinaan Karakter Mahasiswa, STIBA Makassar Sambangi Ma’had Salman al-Farisi dan Isy Karima

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media