• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Senin, Oktober 5, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Penjajah Israel Manfaatkan Hari Raya Yahudi untuk Rampok Al-Aqsa dari Umat Islam

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    Dari Scrolling Menuju Growing, Muslimah Rise Up 2026 FMDKI Pangkep Ajak Muslimah Bertumbuh dan Berkarya

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    MUSDA I PD LIDMI Kota Ambon Sukses Digelar, Teguhkan Komitmen Kaderisasi dan Membangun Dakwah Inklusif

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

    Jejak Alumni Gontor: Dari Pahlawan Nasional hingga Pimpinan PBNU dan Muhammadiyah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Feminisme, PAHAM SESAT

Jejak Tuhan dalam Ilmu Ekonomi

Wahyuniby Wahyuni
Reading Time: 11 mins read
Juli 3, 2023
Jejak Tuhan dalam Ilmu Ekonomi
594
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Sejak masuk era Renaisans pada abad ke-17, kemajuan bangsa Barat dalam bidang keilmuan secara gradual memang merupakan fakta yang tak terbantahkan, bahwa memang benar bangsa Barat mulai bangkit dan mengalami pencerahan ketika berhasil menggulingkan otoritas agama (gereja) yang dogmatis serta menjunjung tinggi rasionalitas. Agama bagi masyarakat Barat yang tercerahkan tidak lain hanyalah kumpulan mitos, dongeng, khayalan, dan fiksi yang didasarkan pada keyakinan buta yang dogmatis, dimana ia diasumsikan bertentangan dengan cara berpikir rasional kritis serta menjadi penghalang bagi perkembangan ilmu pengetahuan, oleh karena itu era ini juga dikenal dengan Age of Reason.

Kalau ditilik lebih mendalam, sejatinya watak peradaban Barat itu memang irreligius sebagaimana yang diungkapkan oleh Muhammad Asad aka Leopold Weiss dalam Islam at the Crossroads bahwa “Western is Irreligious in its very essence”. Agama dalam hal ini Kristen tidak pernah benar-benar meresap ke dalam peradaban Barat, malah justru Kristen yang ter-Barat-kan (westernized), dimana embrio dari peradaban Barat adalah Yunani “Ionia is the craddle of Western Civilization” yang memang mendasarkan padangan hidupnya pada falsafah materialisme (kebendaan).

Dimana lebih lanjut Muhammad Asad menjelaskan bahwa Kristen (Katolik) sebagai agama yang bersifat dogmatis dan absolutis yang menekankan aspek spiritual begitu membenci hal yang bersifat keduniaan atau kebendaan (material), dimana Kristen memposisikan hal-hal yang bersifat kebendaan dan keduniaan sebagai kehinaan dengan adanya kredo bahwa setiap manusia lahir dalam keadaan berdosa (sinful) serta kepatuhan pada kecenderungan material (jasad) adalah suatu dosa yang harus dibebaskan dengan jalan asketisme atau rahbaniyya. Sedangkan cara pandang integral antara materialisme yang dalam hal ini adalah Barat dan spiritualisme yang dalam hal ini Kristen menurut Alija Ali Izetbegovic dalam Islam Between East and West, adalah bertentangan secara diametral.

You might also like

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Juli 18, 2026
Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Juni 17, 2026

Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

Juni 16, 2026

Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

Juni 16, 2026

Artinya pergolakan dan pemberontakkan yang terjadi di Barat terhadap agama pada era Renaisans sejatinya merupakan akumulasi permusuhan dari peradaban Barat itu sendiri terhadap agama, sehingga menjadi suatu keniscayaan tatkala Barat bangkit pada Era Renaisans untuk menolak agama (Kristen) yang diasumsikan hanya berurusan dengan kepercayaan yang merupakan ranah privat, serta tidak mengizinkan agama terlibat dalam ruang publik dengan menetapkan cara pandang yang Sekular yang berteraskan falsafah Humanisme.

Berdasarkan hal ini bisa jadi Sekularisasi atau penanaman paham Sekularisme adalah suatu hal yang patut terjadi di Barat, karena memang pengalaman bangsa Barat terhadap agama dipenuhi dengan kejahatan dan kebiadaban, tapi hal ini bisa tidak berlaku bagi bangsa atau peradaban lain. Bagi Islam misalnya, bahwa tiada pemisahan dan pertentangan antara aspek material dan spiritual, dunia dan akhirat, jiwa dan raga, sakral dan profan, maupun ilmu dan iman, semuanya bersifat menyatu padu yang mencirikan suatu pandangan kesatuan atau Tauhidic yang merupakan asas fundamental dari peradaban Islam.

Sedangkan dalam hal ini Sekularisme diartikan sebagai suatu paham yang menihilkan peran Tuhan (atau agama) dari dunia, yaitu “disenchantment (entzauberung) of nature”. Disini terlihat adanya anggapan (presupposition) bahwa Tuhan itu hanya sekedar ilusi dan khayalan dengan dipilihnya kata “enchant” yang memiliki makna mempengaruhi dengan sihir (lihat misalnya dalam Merriem-Webster Dictionary entry “enchant”), yang mana Tuhan disamakan dengan ilusi yang disebabkan oleh sihir, sehingga kata “dis-enchant” berarti menihilkan atau menghapuskan jejak sihir itu, atau membebaskan pikiran manusia dari ilusi Tuhan atau agama (free from illusion). Tuhan dan agama dalam hal ini secara jelas dihinakan dengan disamakan seperti ilusi sihir yang ditanamkan secara doktriner oleh gereja. Demikian Sekularisasi bermakna menghapus Tuhan dan agama yang merupakan ilusi serta khayalan manusia tersebut dalam melihat alam. Hal ini menurut Max Weber dalam The Sociology of Religion mencirikan pandangan alam masyarakat modern yang bertentangan dengan masyarakat tradisional yang justru tenggelam dalam ilusi agama “the world remains a great enchanted garden”.

Pandangan alam Sekuler ini mengakar pada setiap relung kesadaran masyarakat Barat, yang darinya mereka mengembangkan skema konseptual keilmuan untuk menjabarkan realitas alam semesta yang bebas Tuhan. Menurut Seyyed Hosein Nasr dalam Man and Nature bahwa orang-orang Barat telah berusaha menghindari hal-hal yang bersifat metafisik untuk berpihak kepada yang fisik. Sebagai suatu usaha yang dijalankan secara sistemik, sekularisasi menurut Holmes Rolston dalam Science and Religion: A Critical Survey, dilakukan dengan menolak secara programatik kategori-kategori (causa) formal dan final yang merupakan medan makna dalam setiap penjelasan ilmiah mereka, bahwa ilmu pengetahuan (sains) berhenti dari melakukan pencarian makna di balik fenomena.

Implikasi dari cara pandang Sekuler terlihat dari beberapa bidang keilmuan yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh dan ilmuan di Barat, baik dalam bidang sains alam maupun sosial. Pierre de Laplace misalnya, seorang astronom Perancis yang dikenal sebagai pelopor teori “Big Bang”, ketika ia menulis karya besarnya yang berujudul Celestial Mechanics (Le System de Mundo), ditanya oleh Napoleon mengenai tidak disebut nama Tuhan, ia menjawab “I don’t need that kind of hypotheses” (saya tidak memerlukan hipotesis seperti itu).

Charles Darwin sebagai seorang ilmuan Biologi setelah menemukan teori Evolusi dengan seleksi alamiah yang menyebabkan beragam spesies di alam, ia menyimpulkan bahwa beragamnya spesies makhluk hidup bukan karena diciptakan oleh Tuhan, melainkan berasal dari diri makhluk itu sendiri untuk beradaptasi dengan lingkungannya selama jutaan tahun, yakni oleh alam itu sendiri. Teori evolusi Darwinian berkembang menjadi suatu paham (ideologi) yang cukup populer bagi masyarakat Barat hingga kini.

Sigmund Freud seorang ilmuan Psikologi, ahli Psikoanalisis dalam bukunya The Future of an Illusion, ia menyebut agama sebagai ilusi, dan tentu juga Tuhan. Menurutnya dengan semakin rasionalnya manusia modern, maka agama akan semakin ditinggalkan, karena agama itu bersifat memperdaya (illusory), demikian pula nilai moral jangan disandarkan kepada agama. Mengenai pendapat Freud, Erich Fromm dalam bukunya Psychoanalysis and Religion menjelaskan bahwa ide tentang Tuhan muncul dalam pikiran manusia ketika lemah dan tidak berdaya karena tidak mampu berpikir rasional untuk menghadapi tantangan alam. Tuhan kemudian tercipta dalam pikiran manusia sebagai proyeksi dari kelemahan, keterbatasan, dan kesengsaraan manusia sendiri dalam menghadapi alam.

Hal yang sama juga tentu berlaku untuk ilmu Ekonomi, meski tentu saja akan dianggap ganjil, karena dianggap jauhnya relevansi antara ilmu Ekonomi dengan ketuhanan. Hal ini dikarenakan cara pandang Sekuler, memakai istilah Ziauddin Sardar memang telah menjadi “mode of thinking” secara menyeluruh bagi masyarakat moderen. Artinya, asumsi bahwa Ekonomi dan Metafisika itu tidak relevan tidak lain adalah proyeksi yang diperoleh dari hegemoni pendidikan modern yang telah ditanamkan oleh bangsa Barat yang Sekuler sejak era Kolonial.

Adam Smith yang dikenal sebagai bapak Ekonomi Modern misalnya dituduh sebagai orang yang anti agama karena memiliki hubungan dekat dengan David Hume yang mendukung masyarakat komersial yang Sekuler, buktinya bahwa Tuhan tidak disebut sama sekali dalam karyanya The Wealth of Nations. Namun Mark Skousen dalam bukunya The Making of Modern Economics The Lives and Ideas of the Great Thinkers berargumen bahwa Smith masih tetap pada imannya, dimana dalam bukunya yang lain yaitu Theory of Moral Sentiments yang diedit kembali setelah publikasi The Wealth of Nations banyak merujuk pada Tuhan dan agama.

Titik perhatiannya berada di sini, bahwa agama atau iman bagi masyarakat Barat itu kalau bukan tidak diimani sama sekali bahkan dianggap hanya sebuah ilusi, ia hanya bersifat personal dan terbatas pada ranah privat berupa keyakinan dalam diri. Artinya peran Tuhan dinihilkan dari berjalannya alam semesta ini, serta tidak memiliki relevansi dengan kejadian dunia fenomenal termasuk pada realitas sosio-ekonomi.

Anggapan ini dibangun dari paham yang mengasumsikan bahwa alam ini berjalan secara deterministik berdasarkan hukum sebab-akibat, kalaupun peran Tuhan dipertanyakan, maka Dia hanya sebatas Sebab Pertama yang memulai alam semesta beserta keteraturan sebab-akibat tersebut, kemudian membiarkannya berjalan dengan sendirinya. Paham ketuhanan ini dikenal dengan Deisme atau sebagai teori ia disebut dengan Clockmaker Theory, bahwa setelah Tuhan menciptakan alam semesta, Dia membiarkannya berjalan dengan sendirinya, bahkan Tuhan dianggap tidak mampu mengintervensi jalannya hukum tersebut.

Sedangkan Tuhan yang dikonsepsikan oleh kaum Muslimin yang direpresentasikan oleh kalangan Mutakallimin itu sangat imanen karena berperan aktif secara langsung dalam dunia fenomena sekaligus sangat transenden sebagaimana hakekat Dzat-Nya tidak diketahui atau tidak dapat diketahui kecuali oleh Diri-Nya sendiri. Tuhan sebagai satu-satunya pelaku yang menjalankan alam semesta berdasarkan keinginan, kebebasan, dan pengetahuan. Sebagaimana dijelaskan oleh al-Ghazali bahwa Tuhan itu lebih tepat disebut sebagai pelaku daripada sebab, dimana “pelaku” itu bersifat aktif berdasarkan kehendak, sedangkan “sebab” itu bersifat pasif sebagai konsekuensi keberadaan-Nya, dan hal ini merupakan kritiknya terhadap paham yang pada umumnya dianut oleh kalangan Falasifah.

Demikian pula dalam memahami realitas ekonomi tidak dapat dilepaskan dari campur tangan Tuhan secara langsung, sebab cara pandangan metafisik itu menjadi dasar kerangka epistemik dan nilai legalistik-etik dalam konsep keilmuan Islam. Kenyataan ini yang terlihat dari sikap baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam ketika diminta oleh para Sahabat untuk menetapkan harga, sebagaimana yang dikeluarkan oleh Abu Dawud dan al-Tirmidzi dari hadits Anas yang berkualitas Hasan Shahih:

غلا السعر على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقالوا: يا رسول الله سعر لنا، فقال: إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق وإني لأرجو أن ألقى ربي وليس أحد منكم يطلبني بمظلمة في دم ولا مال.

“Telah terjadi peningkatan harga pada zaman Rasulullah shalallahu alayhi wa sallam, maka para Shahabat berkata: “Wahai Rasulullah tetapkanlah harga untuk kami.” Beliau menjawab: “Sesungguhnya Allah yang Maha Menetapkan Harga (Price-maker), Yang Maha Menyempitkan dan Yang Maha Melapangkan serta Yang Maha Pemberi Rezeki, dan sesungguhnya aku ingin berjumpa dengan Rabb-ku dengan tidak ada seorangpun di antara kalian yang menuntutku atas kezaliman atas diri dan hartanya.”

Hadits di atas menunjukan secara jelas bahwa baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam menisbatkan perubahan harga kepada Allah sebagai pelaku secara langsung yang mempengaruhi perubahan harga “al-Musa’ir” (Price-maker(?), berbeda dari yang pada umumnya diyakini para Ekonom bahwa perubahan tersebut terjadi secara alamiah berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran dalam pasar (market) yang didasarkan pada kepentingan pribadi (self-interest) masing-masing, dimana konsep ini dikenal dengan istilah “Invisible Hand of Market”.

Kesalahan yang pada umumnya dilakukan oleh pihak yang mencoba memahami hadits ini tanpa mempertimbangkan aspek metafisika adalah tindakkan menyamakan sikap Nabi shalallahu alayhi wa sallam dengan paham “leissez-feire” yang didasarkan pada kekuatan alamiah dan impersonal pasar. Yakni mekanisme harga (ceteris paribus) bekerja dengan sendirinya secara deterministik berdasarkan kepastian sebab-akibat (sekedar diganti istilahnya dengan Sunnatullah) dari interaksi antara berbagai kepentingan (interest) manusia, bahwa alam itu bekerja dengan dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan adanya implikasi cara pandang Sekuler yang memisahkan antara kenyataan fisik dan metafisik.

Permasalahan lainnya, teori “Invisible Hand” ini dikembangkan berdasarkan postulat manusia ekonomi (Homo Economicus) yang dikonsepsikan sebagai manusia pencari kepuasan dan keuntungan pribadi, individualistis, konsumeris, materialis, serta hedonis, dimana kepentingan individual diasumsikan menjadi dorongan kesejahteraan sosial. Mankiw dan Taylor mengutip Adam Smith dalam mendukung ide tersebut: “participants in a market economy are motivated by self-interest, and that the „invisible hand‟ of the market place guides this self interest into promoting general economic well-being.”

Kenyataannya bahwa “Invisible Hand” menurut Asad Zaman dalam Death of a Metaphor: The “Invisible Hand”, hanya merupakan metafora kosong yang jelas-jelas keliru di alam nyata (real world), bahwa monopoli dan eksternalitas negatif justru merupakan akibat dari kerakusan pribadi manusia. Menurutnya, para ekonom sadar bahwa sejumlah situasi dan kondisi yang serupa dimana perilaku egoistis (selfish) berbahaya secara sosial (social harm), namun merupakan hal yang ganjil ketika ungkapan “Invisible Hand” dipertanyakan, karena metafora itu memang “benar”. Oleh karena itu Joseph Stiglitz menyatakan bahwa sejatinya tidak ada yang namanya Invisible Hand dalam dunia nyata “There is no Invisible Hand”, ia hanya merupakan ideologi yang didoktrinkan dalam setiap buku teks utama pengajaran ilmu Ekonomi. Jika hal ini dikaitkan dengan ketetapan Tuhan, atau diganti istilahnya dengan “God Hand”, maka tentu implikasinya menjadi bermasalah, bahwa seolah-olah Tuhan mengizinkan perilaku egoistis manusia.

Jika menganalisis struktur semantik kata “al-si’r” atau harga yang berakar dari kata “sa’ira” yaitu “sin, ‘ain, dan ra'” yang mengandung makna “berkobar”, “menyala”, “gesit”, “berubah-ubah”, “gejolak”, “acak”, dan “tidak terkontrol”, maka pada hadits di atas diperoleh suatu ketentuan universal bahwa “al-si’r” atau harga itu memiliki watak fluktuatif atau berubah-ubah secara konstan. Artinya harga itu tidak memiliki ketetapan dalam artian bahwa ia bersifat tidak tetap selamanya pada setiap kondisi dan situasi apapun, melainkan ia senantiasa berubah-ubah, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Ishfahani dalam al-Mufradat sebagai gerak kobaran api: “al-si’r fi al-suq, tasybihan bi isti’ar al-nar.”

Sedangkan hukum menetapkan harga atau yang disebut dengan “al-Tas’ir” merupakan ranah pembahasan Fiqhiyyah (tentu tidak akan dibahas di sini), dimana para ulama berbeda pendapat tentang kebolehannya. Terdapat risalah khusus yang bagus yang menjelaskan secara terperinci berkenaan dengan hukum menetapkan harga “al-tas’ir” yang ditulis oleh al-Syaikh al-Allamah Abu al-Huda Muhammad al-Ya’qubi al-Hasani yang berjudul Ahkam al-Tas’ir fi al-Fiqh al-Islamiy, dimana beliau menjelaskan titik permasalahan antara perbedaan pendapat di kalangan ulama yang melarang (al-mani’in) dan yang yang memperbolehkan (al-mujizin) berdasarkan analsisis Fiqhiyyah dan Maqashid Syari’ah. Jika ingin mendalami permasalahan tersebut silahkan rujuk pada karya tersebut.

Allah disebut dengan nama “al-Musa’ir” (Ibn Hazm memasukkan ism al-Musa’ir sebagai bagian dari al-Asma’ al-Husna) oleh baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam menunjukkan suatu kenyataan bahwa Allah memiliki peran secara langsung dengan dunia fenomenal, bahwa Allah yang menetapkan harga-harga secara fleksibel dan berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya, dari satu harga ke harga lainnya yang dilakukan secara terus-menerus, mencirikan suatu proses penciptaan secara terus-menerus.

Peran Allah ini ditekankan lebih lanjut dengan nama sifat yang disebutkan berikutnya yaitu “al-Qabith” Yang Maha Menyempitkan dan “al-Basith” Yang Maha Melapangkan, yang secara kontekstual dalam hadits “qabdh” dipahami sebagai tindakkan menyempitkan rezeki “dhayyaqa”, dan “basth” sebagai tindakkan melapangkan rezeki “awsa’a” melihat konteks lihaq al-kalam disebutkannya nama sifat berikutnya “al-Raziq”. Namun, istilah ini sebenarnya memberikan implikasi yang lebih luas secara metafisis, bahwa hal tersebut merupakan bentuk penciptaan dan pemusnahan oleh Allah secara terus-menerus, dimana Syed Naquib al-Attas dalam On Quddity and Essence menjelaskan bahwa “basth” (expansion) tatkala Allah menciptakan (creating), dan “qabdh” (contraction) ketika Allah memusnahkan (anihilating). Al-Attas sepertinya menganut teori Atomisme Asya’irah, bahwa daya hidup (life-duration) atom (jawhar) tidak bertahan satu dua saat dan terus musnah secara konstan (fana’), dimana realitas dari wujud partikular itu dapat dicerap sebagai sesuatu yang bertahan karena peran Tuhan dalam menciptakannya secara terus-menerus setelah kebinasaannya (constant flux of re-creating).

Keterlibatan Allah secara langsung tidak menafikan keteraturan gerak alam tersebut berdasarkan hukum sebab-akibat, sebagaimana yang dituduhkan kepada al-Ghazali yang menafikan kausalitas karena menyerang pemahaman “illah wa ma’lul” yang diyakini kaum Falasifah. Namun sebenarnya beliau hanya menafikan kepastian kausalitas tersebut yang bersifat deterministik yang ditetapkan melalui paham aliran pelimpahan (faydh) yang digagas penganut teori Emanasi Neo-Platonisme.

Dalam rangka mendamaikan hal ini, al-Ghazali sebagaimana dengan penjelasan yang disistematiskan oleh Hamid Fahmy Zarkasyi dalam bukunya Kausalitas: Hukum Alam atau Tuhan Membaca Pemikiran Religio-Saintifik al-Ghazali, menjelaskan tentang mekanisme dari penetapan Allah berdasarkan beberapa tahapan sebagai berikut:

Tahap pertama, Tuhan dengan hukum-Nya yang bijaksana menetapkan bahwa sebab (asbab) yang diarahkan kepada akibat (musabbabat). Hukum Tuhan menunjukkan adanya sebuah desain utama yang mutlak (al-tadbir al-awwal al-kulli) sekaligus perintah abadi (amr azali) yang hadir seketika itu juga. Struktur ini menentukan hakikat sebab-akibat di dunia dengan Tuhan pelaksana kehendak dan perbuatan-Nya.

Tahap kedua, Tuhan menetapkan sebab-sebab mutlak, mendasar, tetap, dan stabil (al-asbab al-kulliyah al-ashliyyah al-tsabitah al-musytarikah) yang tidak hilang ataupun berubah hingga akhir zaman (tentu saja dapat diintervensi oleh Allah sebagaimana dalam kasus mukjizat para Nabi). Al-Ghazali mengacu pada ayat al-Qur’an surat Fushshilat ayat 12: “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mengilhamkan pada tiap-tiap langit urusan masing-masing.” Al-Ghazali menyebut tahap ini sebagai penetapan universal bagi sebab-sebab universal yang abadi (al-wadh’ al-kulli li al-asbab al-kulliyah al-daimah), maka ia menjadi suatu kebiasaan yang ditetapkan Tuhan (Sunnatullah).

Tahap ketiga, disebut qadar (ketentuan). Ini melibatkan arahan Tuhan (tawjih) atas sebab yang disebutkan di atas lewat proporsisinya masing-masing, mengukur gerak hingga akibatnya, yang diwujudkan dari gerakan-gerakan tersebut, waktu demi waktu (lahzhah ba’da lahzhah) menurut ukuran tertentu (al-qadar al-ma’lum). Pada tahap ini al-Ghazali menggunakan istilah “hadatsa” dalam arti perbuatan Tuhan mewujudkan sesuatu menjadi ada, artinya Tuhan berperan terus dalam setiap lapisan realitas dimana implikasinya menjadikan kekuasaan sebab efisien itu satu-satunya kepada sebab absolut, yaitu Tuhan.

Berdasarkan kenyataan ini, bahwa realitas perubahan harga “al-si’r” dalam Ekonomi yang ditetap-ubahkan oleh Allah dapat dijabarkan dengan cara pandang metafisika Islam, bahwa realitas dari alam luaran (external world) itu merupakan mode dan aspek dari Realitas Tunggal (Tuhan) yang melingkupi segala sesuatu secara dinamis. Dimana al-Attas menjelaskan bahwa dunia fenomena (phenomenal world) atau keteraturan hukum alam semesta (laws of nature) tidak lain adalah kebiasaan yang Allah tetapkan pada alam “customary way of acting” (Sunnatullah).

Cara pandang Sekuler yang ditanamkan oleh ilmu modern terlalu terpenjara pada dunia fenomenal sebagai objek kajian, dimana al-Attas menyatakan bahwa ilmu modern mereduksi kajian atas dunia fenomenal sebagai akhir pada dirinya sendiri, melihat sesuatu itu sekedar sesuatu. Sedangkan Islam melihat dunia fenomenal termasuk fenomena ekonomi sebagai bentuk pencarian makna spiritual di balik sesuatu, dimana mempelajari alam untuk tujuan spiritualitas dapat menciptakan sikap yang lebih bertanggung jawab terhadap alam semesta.

Fenomena ekonomi bagi cara pandang metafisika Islam mengantarkan kepada Realitas Sejati sebagai Wujud Mutlaq atau Wajib al-Wujud yang dimaknai oleh Al-Attas sebagai realitas yang tidak terbatas sama sekali (state of pure indetermination “ithlaq”), bahwa Tuhan tidak dapat dipisahkan dari realitas alam, dengan adanya keterhubungan fisik dan metafisik. Dimana cara pandang ini mengarahkan manusia untuk menemukan -menggunakan istilah yang sering dipakai Seyyed Hosein Nasr “Vestigia Dei” atau Jejak-jejak Tuhan pada realitas alam semesta.

***********

Penulis: Nur Shadiq Sandimula

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: FeminismePaham sesat
594
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Belajar Pendidikan Ideal dari Kisah Nabi Ibrahim

Next Post

Darul Aman Gombara Salurkan Daging Kurban di Pelosok NTT

Wahyuni

Wahyuni

Wahyuni Subhan adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Pembina Daar Al-Qalam, Team FMDKI News dan Guru SD IT Wahdah Islamiyah Gowa.

    LIBERATION OF AL AQSA

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot
    BAITUL MAQDIS

    Sekitar 1.500 Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjidil Aqsa pada Hari Kedua Sukkot

    September 30, 2026
    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron
    BAITUL MAQDIS

    Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi Selama Tiga Hari, Perketat Pengamanan di Hebron

    September 29, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa
    BAITUL MAQDIS

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1646 shares
      Share 658 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      906 shares
      Share 362 Tweet 227
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      813 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Oktober 2, 2026
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026
    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    Semakin Biadab! Ribuan Warga Zionis Israel Serbu Kompleks Masjidil Aqsa

    September 4, 2026
    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    Hidayat Nur Wahid Dorong Penguatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Boikot Produk Israel

    September 2, 2026
    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    Anis Matta Desak OKI Ambil Langkah Nyata Bebaskan Al-Aqsa dari Tirani Zionis Israel

    September 1, 2026
    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Momentum Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Kebahagiaan Anak-Anak Gaza di Bulan Kemerdekaan RI

    Agustus 27, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Jumlah warga Palestina yang tewas sejak Genosida Penjajah Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023 telah melampaui 74 ribu orang. Angka tersebut tercatat ketika serangan Israel masih berlangsung di sejumlah wilayah Gaza, meskipun gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.  Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban meninggal mencapai 74.016 orang, sementara 175.068 lainnya terluka.  Hampir setahun setelah kesepakatan gencatan senjata, rekonstruksi Gaza belum berjalan dalam skala yang dibutuhkan. Reuters pada 23 September 2026 melaporkan bahwa lebih dari dua juta penduduk masih tinggal di bangunan rusak atau tempat penampungan sementara.  Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa berlakunya gencatan senjata belum sepenuhnya menghilangkan ancaman kematian bagi penduduk Gaza.  Tragedi kemanusiaan di Gaza menegaskan bahwa perlindungan terhadap nyawa manusia merupakan prinsip mendasar dalam Islam. Di tengah konflik bersenjata, keselamatan warga sipil, penghormatan terhadap hak-hak kemanusiaan, dan penghentian kezaliman harus menjadi perhatian utama.  Gencatan senjata juga harus dimaknai sebagai jalan menuju penghentian kekerasan yang nyata, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas. Perlindungan warga sipil, kelancaran bantuan kemanusiaan, pembebasan sandera sesuai ketentuan yang berlaku, serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional merupakan bagian penting dari upaya membangun perdamaian.  Membela kemanusiaan berarti menjaga nyawa, menolak kezaliman, dan memastikan bahwa setiap manusia memperoleh haknya atas keselamatan, martabat, serta kehidupan yang layak.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Gontor, di negeri ini, adalah salah satu lembaga pendidikan yang terbaik. Berdiri pada 1926 dan “disegarkan” pada 1936, pesantren ini telah melahirkan banyak lulusan yang bermanfaat.  Tentu akan sangat banyak pelajaran jika kita mengikuti, setidaknya sebagian, alam pikiran dari pendirinya, yaitu dari KH Imam Zarkasyi (1910–1985). Beliau salah satu dari tiga bersaudara pendiri Gontor dan yang termuda. Adapun dua kakaknya adalah KH Ahmad Sahal (1901–1977) dan KH Zainuddin Fanani (1908–1967).  Karya, dalam pandangan Pak Zar (sapaan akrab dari KH Imam Zarkasyi), dihubungkan dengan prinsip amal jariyah yang membawa manfaat kepada orang lain.  Bahwa, semakin besar manfaat karya seseorang bagi sekitarnya, maka semakin besar nilai amal jariyah dari karya itu. Pada saat yang sama, karya yang bermanfaat itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan realisasi ketakwaan serta menjadi ukuran kebesaran seseorang.  Seperti yang selalu menjadi tekad Pak Zar ketika mulai merintis sistem pesantren modern, dia mengatakan, “Apabila saya tidak berhasil mengajar melalui pesantren, maka saya akan mengajar dengan pena.”  Kembali ke soal karya. Bahwa, karya dalam pandangan Pak Zar merupakan amal yang bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya, antara lain, bisa berupa karya tulis.  Pak Zar telah mendirikan Pesantren Gontor, itu karya. Pak Zar sudah mengajar banyak murid, itu juga karya. Tak ketinggalan, ada belasan karya tulis Pak Zar yang berupa buku.  Kini, ketika kita memperingati 100 tahun Gontor dengan sepenuh rasa syukur, maka sangat relevan untuk menghidup-hidupkan temanya. Tema itu, sekali lagi, yaitu: Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.  Sungguh, adapun di antara cara menghidup-hidupkannya adalah dengan terus menghadirkan pesan-pesan dari KH Imam Zarkasyi, terutama: Perbanyak karya yang membawa manfaat kepada orang lain dan hubungkan dengan prinsip amal jariyah. Semoga Allah mudahkan kita, aamiin!...  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #gontor #pesantren #islam #100tahungontor
    • Para pemukim kini secara sistematis menunggangi momentum hari raya keagamaan untuk mengukuhkan kedaulatan atas tanah situs suci umat Islam Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.  Saksi mata mencatat Netanyahu memboyong istrinya, Sara, ke terowongan di bawah Tembok Buraq saat umat Yahudi melantunkan doa Selichot. Di hadapan kamera, Netanyahu melontarkan klaimnya:  “Kami berada di terowongan Tembok Ratapan. Begitu menyentuh hati saat memegang batu yang menjadi fondasi keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat mahakudus. Kami ada di sini dan akan bertahan selamanya.”  bahaya utama dari aksi-aksi ini terletak pada upaya kelompok ekstremis “Temple Mount” dan arus Zionisme Religius untuk memaksakan fakta baru di Al-Aqsa.  Ambisi mereka adalah menjadikan kompleks masjid tersebut sebagai pusat utama seluruh perayaan keagamaan sekaligus “jantung kehidupan beragama di negara Israel.”  Data resmi Pemerintah Daerah Al-Quds mencatat sedikitnya 1.678 pemukim Israel telah menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka menggelar ritual dan doa Taurat secara terbuka dan berombongan, sembari membawa masuk perlengkapan ibadah, buku-buku agama, hingga mengenakan pakaian keagamaan khusus.  Bagi Marouf, seluruh rincian aksi tersebut bukanlah ritual ibadah biasa, melainkan strategi terencana untuk melegitimasi fakta-fakta baru di atas tanah Al-Aqsa.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #masjidalaqsa #baitulmaqdis #freepalestine🇵🇸 #islam #gazaunderattack
    • KE MANA UMAT ISLAM YANG LEBIH DARI DUA MILIAR? Adegan yang dahulu sulit dibayangkan, kini kembali menjadi kenyataan yang menyedihkan. Puluhan ribu penduduk Israel dilaporkan mendatangi Dinding Barat (Dinding al-Burāq) di kawasan Masjid al-Aqsā dan melakukan ritual Talmudik. Di antara yang hadir disebut terdapat Benjamin Netanyahu, Itamar Ben-Gvir, dan sejumlah menteri Israel lainnya. Usai ritual, Netanyahu memasuki terowongan di kawasan Dinding al-Burāq. Ia menggambarkan batu-batu di lokasi tersebut sebagai “batu keberadaan kita” dan menyatakan, “Kami kembali, kami ada di sini, dan kami akan selalu ada di sini.” Pagi harinya, penduduk Israel kembali memasuki halaman-halaman al-Masjid al-Aqsā. Lantas, ke mana umat Islam yang jumlahnya lebih dari dua miliar? Jangan biarkan hati kita menjadi mati rasa terhadap apa yang terjadi. 🤲 Ya Allah, lindungilah Masjidil Aqsā yang diberkahi. Jagalah kesucian dan kemuliaannya. Dan bebaskanlah Masjidil Aqsā dari pendudukan dan penindasan. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gazaunderattack #islam
    • Kiprah alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Sejumlah alumni tercatat mengambil peran dalam pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.  Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gontor dalam mengawal umat dan peradaban. Keterlibatan alumni Gontor dalam perjalanan bangsa telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. Mereka mengambil peran dalam berbagai bidang sesuai dengan pengabdian masing-masing.  Ada yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan, hingga dakwah. Kiprah tersebut menunjukkan luasnya kontribusi alumni Gontor di tengah masyarakat.  Salah satu tokoh yang disebut adalah Jenderal Hasan Basry. Alumni tersebut dikenal memiliki peran dalam perjuangan memerdekakan Kalimantan. Atas kiprahnya, Jenderal Hasan Basry kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.  “Pra-kemerdekaan, alumni banyak sekali berperan, salah satunya tentu yang sangat kita kenal adalah Jenderal Hasan Basry. Beliau menjadi Pahlawan Nasional karena memerdekakan Kalimantan,” kata Khoirul Umam, ditulis Rabu (20/9/2026).  Di bumi Kabupaten Ponorogo itulah, mentalitas, intelektualitas dan keahlian diplomasi Kiai Idham Chalid digembleng hingga kelak mengantarkannya menjadi salah satu pilar utama perjalanan politik serta keagamaan di Indonesia.  Kedekatannya dengan Trimurti berkembang bukan sekadar relasi antara kyai dan santri, melainkan hubungan bimbingan spiritual dan kepemimpinan yang mendalam. Trimurti melihat potensi kepemimpinan besar pada diri Kiai Idham Chalid hingga dipercaya memimpin di usia 34 tahun PBNU 1956 hingga dekade 1980-an. Puncak khidmatnya pada bangsa semakin kokoh kala beliau dilantik menjadi Ketua MPR RI merangkap Ketua DPR RI periode 1971–1977.  Kiprah alumni Gontor juga terlihat dalam organisasi kemasyarakatan. Seperti K.H. Hasyim Muzadi yang pernah memimpin Nahdlatul Ulama selama 2 periode dan juga K.H. Din Syamsuddin yang pernah memimpin Muhammadiyah. Selain itu, alumni Gontor turut berperan di Jam’iyat Al-Irsyad, dan Mathla’ul Anwar.  Melalui kiprah para alumni, nilai pendidikan dan pengabdian Gontor terus dibawa ke tengah masyarakat.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    Next Post
    Darul Aman Gombara Salurkan Daging Kurban di Pelosok NTT

    Darul Aman Gombara Salurkan Daging Kurban di Pelosok NTT

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media