Ada potongan berita TV One yang lagi viral atau diviralkan, memberitakan tentang Sholat Idul Adha dengan jamaah 100 ribu di sebuah lapangan baseball di New Jersey, Amerika Serikat, yang pasti berita itu tidak tepat, karena beberapa hal:

Satu, sholat yang diberitakan itu bukan di tahun 2021 ini. Tapi Sholat Idul Adha sebelum pandemi Covid di tahun 2019 lalu. Untuk tahun ini malah wartawan TV One, Yandri Subakti, meliput sholat jamaah Idul Adha kami di Jamaica.

Dua, kapasitas gedung itu maksimal hanya memuat 80 ribuan. Itu dengan asumsi termasuk kursi-kursi tempat duduk yang mengelilingi lapangan. Dengan demikian, lapangan di tengah itu maksimal memuat 20-30 ribuan.

Tiga, panitia pelaksana sendiri memperkirakan maksimal yang berkumpul untuk Sholat Id itu ada sekitar 30 ribu.

Karenanya berita jika Sholat Idul Adha tersebut mencapai ratusan ribu adalah tidak benar. Kita tentu senang jika jamaah besar. Tapi jangan dilebih-lebihkan dan jadinya kurang etis.

Pengalaman kami di Jamaica Muslim Center dengan segala dinamika yang ada, maksimal yang hadir hanya 10.000-an. Itu dengan asumsi setiap shof mencapai 250 orang lebih. Dengan 40 shof saja ke belakangan berarti jumlah mencapai 10.000.

Viralnya video seperti ini kembali menunjukkan jika umat/bangsa kita selalu mengedepankan dan memupuk emosi. Baik itu untuk tujuan baik seperti ini. Atau bertujuan buruk untuk membangun amarah/emosi. Dan lebih disayangkan lagi, kerap dengan menyebarkan berita yang tidak akurat alias hoax.

Seperti yang selalu saya sampaikan selama ini. Perjuangan untuk sebuah kebaikan itu, termasuk perjuangan untuk Islam dan dakwah, tidak akan pernah sukses dan barokah jika tidak dilakukan dengan cara-cara yang juga baik dan benar.

Tentu harapan kita semua semoga Islam semakin berkembang dan kuat di US. Sehingga pada masanya kekuatan Islam di Amerika tidak lagi sekedar diukur pada jumlah orang yang berkumpul di lapangan.

Saya justeru memimpikan kekuatan umat di US itu bukan saja pada kwantitasnya. Tapi pada kwalitasnya sekaligus. Bahwa harapan kita jumlah umat semakin bertambah tentu ada. Tapi juga harapannya sekaligus semakin memiliki kwalitas dalam segala aspek kehidupan publik Amerika.

Inilah salah satu alasan penting kenapa anggota Komunitas Muslim di US kita dorong untuk ambil partisipasi dalam ragam sektor kehidupan masyarakat. Mereka kita dorong jadi bisnisman, politisi, hakim, lawyer, Dokter, polisi, tentara. Bahkan sebagian warga kita dorong untuk menjadi anggota FBI dan CIA (badan Intelijen negara) Amerika.

Semuanya bertujuan untuk menguatkan Komunitas (community empowerment) secara kwalitas. Dengan kwalitas itu umat akan semakin diakui (acknowledged) karena memiliki “makaanah” (posisi) yang terhormat. Insya Allah!

***********

NYC Subway, 21 Juli 2021

Penulis: Dr. Imam Shamsi Ali, Lc., MA
(Alumni Pesantren Muhammadiyah Darul-Arqam Gombara, Direktur Jamaica Muslim Centre, Presiden Nusantara Foundation & Diaspora Indonesia di kota New York)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan