Ada teman waktu masih sekolah dulu, selalu didoktrin bahwa semua agama benar karena semua agama mengajarkan kebaikan. Itu pemikiran dulu, wajar saja demikian karena dia bersekolah di lembaga pendidikan sekuler, institusi yang memisahkan agama dari pendidikan, sejak Taman Kanak-kanak (TK) hingga kuliah di perguruan tinggi.

Tak satu pun sekolah yang dia masuki mau mengajarkan Islam secara kaffah. Tapi tak mengapa, dengan begitu dia jadi bisa memahami mana yang benar dan mana yang salah, mana yang lurus dan mana yang menyimpang, mana yang betul dan mana yang sesat.

Sebagai umat Islam, tentu kita harus kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah untuk mengetahui apakah betul semua agama itu baik dan benar.

1. Sebenarnya, hanya ada satu agama yang paling benar di atas muka bumi, yaitu agama Islam. Agama Islam sudah dijamin oleh Allah SWT sebagai agama yang paling benar di antara agama-agama yang lain. Dasar hukumnya adalah Al-Quran surah Ali Imran, ayat 19 yang berbunyi:

Artinya: “Sesungguhnya agama yang paling benar di sisi Allah adalah Islam”.

2. Pada surah yang sama, Allah SWT memberikan peringatan bahwa bagi siapa saja yang menganut agama selain Islam maka segala amal ibadahnya tidak akan diterima Allah SWT:

Artinya: “Barangsiapa menganut agama selain Islam, maka amal ibadahnya tidak akan diterima, dan di akhirat nanti mereka termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Ali Imran: 85).

3. Islam adalah agama yang paling sempurna, dan Allah-lah yang menyempurnakan agama Islam itu.

Artinya: “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu; dan Aku ridhai Islam sebagai agamamu”. (QS Al-Maidah 3).

4. Bagi mereka yang masih meragukan kebenaran Islam, Allah SWT telah memastikan bahwa alam semesta beserta isinya menyerahkan diri kepada Allah SWT. Jadi tidak perlu ragu dengan Islam dan tak perlu pula mencari agama lain selain Islam.

Artinya: “Apakah mereka mencari agama lain selain Agama Allah? Padahal segala apa yang di langit dan di bumi ber-Islam (menyerahkan diri) kepada-Nya, baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa. Dan hanya kepada Allah-lah mereka semua dikembalikan”. (QS Ali Imran: 83).

5. Bagi orang-orang yang mau beriman, Allah SWT mengajak untuk masuk ke dalam Islam secara sempurna, tidak setengah-setengah, totalitas pengabdian hanya kepada Allah SWT saja.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara sempurna, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208).

6. Agama Islam yang disebarluaskan oleh Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, diciptakan Allah Subhana wataala sebagai penyempurna ajaran yang di bawa oleh nabi-nabi sebelumnya.

Artinya: “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang telah diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub serta anak cucunya, dan kepada apa yang telah diturunkan kepada Musa, Isa, serta para nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan antara yang satu dengan lainnya, dan kami taat dan patuh hanya kepada-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 136).

7. Islam adalah agama yang benar, tetapi banyak orang yang tidak yakin akan hal itu. Allah SWT memastikannya dalam Surah Ar-Rum:

Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar-Rum: 30).

8. Allah SWT telah menjamin bahwa Islam akan dimenangkan atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai jaminan Allah SWT itu.

Artinya: “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”. (QS. At-Taubah: 33).

9. Islam adalah agama orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Artinya: “Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepada-Nya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”. (QS. Ash-Shura: 13).

10. Orang-orang yang menentang bahwa Islam adalah agama yang paling benar adalah orang-orang yang hatinya telah dikunci mati oleh Allah SWT.

Artinya: “Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas. (QS. Yunus: 74).

11. Di antara umat manusia, pasti ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Orang-orang beriman akan meyakini dengan sepenuh hati bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar, petunjuk jalan yang lurus, jalan yang ditempuh para Rasul. Sementara orang-orang kafir tidak meyakini bahwa hanya agama Islam sebagai agama yang paling benar. Menurut orang-orang kafir, semua agama itu benar dan semua agama itu baik. Allah SWT mengajak orang-orang beriman untuk menyaksikan akhir hidup orang-orang kafir, apakah hidup mereka akan berakhir dengan bahagia atau menderita karena azab dari Allah SWT.

Artinya: “Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah Kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul)”. (QS An-Nahl: 36)

Setelah membaca kutipan firman-firman Allah SWT di atas, masihkah anda berpendapat Islam bukan agama yang paling Benar?

************

Penulis: Ustadz Syarifuddin Liwang
(Pimpinan Posko Yatim dan Pembina Pesantren Tahfizhul Qur’an Ukhuwah Muslimin Samaya Gowa)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)