MUJAHIDDAKWAH.COM, PALESTINA – Otoritas Penjajah Zionis berencana akan menyita hampir 3.000 ekar tanah Palestina di wilayah utara Lembah JordanTepi Barat yang dijajah untuk memperluas pemukiman ilegal Yahudi, demikian seperti dilaporkan kantor berita Wafa.

Lembah Jordan mencakup sekitar sepertiga dari luas keseluruah Tepi Barat. Menurut juru bicara Komisi Perlawanan Pemukiman Yahudi dan Tembok Apartheid dalam Otoritas Palestina, perintah penyitaan Penjajah Zionis ini dilakukan dengan dalih memindahkan properti ke tiga waduk alami di daerah tersebut.

Qasem Awwad menegaskan bahwa ini hanyalah alasan untuk mengayomi pembangunan pemukiman Yahudi ilegal dan proyek pengembangannya. Sebagian besar tanah yang akan disita terletak di wilayah yang berdekatan dengan pemukiman Yahudi ilegal Rotem, jelas Awwad, yang didirikan pada 1984 sebagai pos militer sebelum dijadikan pemukiman pertanian.

Permukiman Maskiyot dan Mesovah juga terhubung dengan rencana tersebut. Kesepakatan Oslo menetapkan 60 persen dari Tepi Barat yang dijajah sebagai “Area C” yang berada di bawah kendali penuh administrasi dan keamanan Penjajah Zionis dan mencakup tanah yang dipermasalahkan.

Keputusan itu diambil sebulan setelah Bahrain dan UEA menormalisasi hubungan dengan Penjajah Zionis dalam langkah yang diklaim oleh Abu Dhabi akan mencegah pencaplokan terencana negara Penjajah atas sebagian besar Tepi Barat. Namun, meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunda langkah itu, dia menegaskan kembali bulan lalu bahwa dia tidak membatalkan rencana pencaplokannya, tapi hanya menundanya.

Sekitar 650.000 pemukim Zionis tinggal di permukiman ilegal yang dibangun di Tepi Barat dan kota Al Quds Timur yang diduduki sejak 1967. Semua permukiman-pemukiman itu dan pos-pos yang berada di bagian luarnya adalah ilegal menurut hukum internasional.

Laporan: Middleeast Monitor
Editor: Muhammad Akbar