MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Penyerangan Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) oleh pihak kepolisian tidak seharusnya dilakukan oleh pihak kepolisian, terlebih dengan cara menggunakan cara yang refresif. Karena dengan dalih apapun tindakan tersebut tidak dibenarkan, meskipun dengan dalih menindak masa yang berbuat kekerasan dan kerusuhan.

Diketahui bahwa sekitar pukul 20.00 WIB, 13 Oktober 2020. Sekelompok Aparat kepolisian masuk ke kompleks Menteng Raya 58, yang merupakan Sekretariat PB PII dan PW PII Jakarta, dengan dalih menyisir dan swiping masa aksi Tolak UU Ciptaker (Omnibus Law) yg terlibat kerusuhan.

Diketahui dalam peristiwa tersebut, aparat kepolisian menembakan gas Air Mata ke arah Sekretariat PB PII dan PW PII Jakarta. Beberapa pengurus PW PII Jakarta dan PB PII langsung yang ada dilokasi, langsung masuk ke Sekretariat PW PII Jakarta untuk mengamankan diri.

Namun, pihak aparat kepolisian mendobrak pintu dan terjadi pemukulan, penganiayaan dan pengrusakan sekretariat PII Jakarta. Para pengurus PW PII Jakarta dan Pengurus PB PII yang TIDAK terlibat aksi, dan sementara berada di sekretariat, tiba-tiba mendapat serangan, pemukulan, diskriminasi serta diangkut ke Polda Metro Jaya Jakarta.

Sejumlah pengurus di tangkap dan mendapat diskriminasi tersebut terlihat luka di bagian kepala, diantaranya;

  1. Anja Hawari Fasya (Ketua Umum PW PII Jakarta)
  2. Moch Syafiq Lamenele (Ketua Umum PD PII Jakut)
  3. Miqdadul Haq (Bendum PD PII Jakut)
  4. Khaerul Hadad (Kastaff Teritorial Koorwil Brigade PII Jakarta)
  5. Lulu Bahijah Sungkar (Kastaff Adlog Koorwil Brigade PII Jakarta)
  6. Zaenal Abidin (Kader PII Jakut)
  7. Mahmud Saadi (Kabid PPO PW PII Jakarta)
  8. Agung Hidayat (Staff KU PW PII Jakarta)
  9. Asep Saefurrahman (PB PII)
  10. Zulherman (PB PII)

Merespon kejadian tersebut Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) mengeluarkan pernyataan sikap yang bernomor PII-PB/Sek /27/X/1442-2020 dengan point sebagai berikut sebagaimana yang diterima mujahiddakwah.com dalam keterangan tertulisnya pada, Kamis (14/10/2020).

1. Mengecam keras aksi penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi terhadap Pengurus PII yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2020 di Sekretariat PII Jl. Menteng Raya No.58 Jakarta Pusat.

2. Mendesak Kapolda Metro Jaya segera membebaskan Pengurus PII yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan aparat kepolisian yang dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2020 di Sekretariat PII Jl.Menteng Raya No.58 Jakarta Pusat.

3. Mendesak Kepada Kapolda Metro Jaya memberikan sanksi tegas kepada oknum aparat kepolisian yang telah melakukan aksi penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi terhadap Pengurus PII.

4. Mendesak Kapolda Metro Jaya untuk memberikan penjelasan atas terjadinya insiden tersebut di atas.

5. Menghimbau kepada para pengurus dan kader Pelajar Islam Idonesia (PII) di seluruh Indonesia untuk tetap menahan diri dalam menyikapi insiden ini, tidak mengambil tindakan diluar akal sehat dan diluar koridor konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom