MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Pahit menahun harus dirasakan oleh warga di Gaza. Penjajahan Israel sampai kini terus mereka rasakan, hingga hampir semua sektor terdampak, termasuk dalam ekonomi. Namun Gaza kini tak hanya terkepung oleh tentara Israel, tetapi juga oleh pandemi yang otomatis memperburuk kondisi mereka.

Ruang gerak mereka terbatas, dan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian tentu sulit bagi warga Gaza. Berbagai bantuan pun terus didistribusikan dari banyak pihak. Namun, bantuan tersebut dinilai masih kurang.

Seperti pada September lalu, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah kembali memberikan bantuan makanan di Jalur Gaza setelah sempat dihentikan karena pembatasan terkait pandemi Covid-19. Menurut Matthias Schmale selaku Direktur UNRWA di Gaza, selama September lalu, lebih dari 3 ribu keluarga yang menjalani karantina telah menerima paket makanan lengkap. Tetapi masih banyak keluarga yang membutuhkan bantuan.

“Kami berusaha meningkatkan bantuan. Ada hampir satu juta orang yang masih menunggu bantuan makanan dalam kuartal ketiga ini,” tambahnya.

Hampir semua sektor terdampak dalam pandemi yang kini sedang melanda Gaza.

“Dalam periode kali ini bisa dikatakan terburuk bagi Gaza dikarenakan kondisi pengepungan yang cukup keras dan ketat ini ditambah dengan penyebaran Covid-19 yang terjadi. Pengepungan inilah yang telah menciptakan krisis akumulatif dalam semua aspek yang berdampak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Palestina termasuk di aspek ekonomi, kesehatan, perawatan, pendidikan, dan sektor sosial,” ujar Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Sabtu (10/10) ini.

Untuk itu warga Gaza membutuhkan banyak bantuan agar dapat bertahan dari kesulitan yang mereka alami saat ini. ACT terus membersamai mereka melalui berbagai program, salah satunya Humanity Food Truck yang memberikan bantuan berupa makanan siap santap kepada warga Gaza. Truk kembali berkeliling di wilayah Om Al Naser, Al Qarya, Al Badawiya, Kamp Alshatei, Bait Hanoun pada 7 dan 8 Oktober lalu.

“Program Humanity Food Truck kali ini berkontribusi dalam memulihkan kondisi kehidupan masyarakat palestina di jalur Gaza. Dalam aksi kali ini, Humanity Food Truck memberikan 1.000 porsi makanan yang terdiri dari nasi, ayam, jus, air dan yogurt. Penerima manfaat ini berasal dari keluarga prasejahtera dan yatim piatu yang membutuhkan bantuan mendesak. Wilayah-wilayah ini jugalah yang juga sangat terdampak akibat Covid-19,” jabar Said.

Untuk itu, Said mengajak kembali para dermawan untuk menunjukkan kepedulian mereka kepada Gaza.

“Aksi ini sangatlah baik karena bagi para keluarga penerima manfaat, mereka mendapatkan makanan lezat dan hangat demi menjaga kesehatan mereka di masa masa sulit seperti saat ini. Dan juga Humanity Food Truck ini dapat langsung menuju ke lokasi tepat di lokasi rumah mereka tanpa mereka perlu keluar rumah. Oleh karenanya, kami mengajak para dermawan untuk meluaskan manfaat aksi ini kepada masyarakat di wilayah lainnya di Gaza,” ajaknya.

Laporan: Reza Mardhani
Editor: Muhammad Akbar