Ustadz Usman Laba awal kali memulai rihlah ilmiahnya dengan bergabung bersama rombongan jamaah yang akan berangkat khuruj untuk belajar dan berdakwah. Ustadz Usman Laba awalnya aktif di Jamaah Tabligh dan bersama rombongan jamaah beliau berangkat ke luar negeri.

Negara yang beliau akan pertama kunjungi adalah India melalui Malaysia. India memang terkenal sebagai markas terbesar Jamaah Tablig. Setelah menyelesaikan semua program belajar dan khuruj di markaz Tabligh di India, beliau melanjutkan rihlahnya ke markaz terbesar Jamaah Tablig yang kedua di Lahore-Pakistan.

Tujuan perjalanan Ustadz Usman Laba bersama jamaah tidak hanya didorong oleh semangat menyelesaikan program dakwahnya, tapi juga didorong oleh semangat untuk memperdalam ilmu agama dan mengaplikasikannya secara langsung sebagai pilihan hidup yang selama ini ditekuninya. Setibanya di Pakistan, beliau kemudian bergabung bersama para penuntut Ilmu di Tahfidz Alquran untuk belajar, secara khusus memperkuat hafalan Quran.

Pakistan adalah salah satu negara Islam yang sangat terkenal memiliki penghafal Al-Qur’an yang sangat produktif, baik dari segi kuantitas maupun qualitas hafalan. Tradisi menghafal Alqur’an di Pakistan sebagaimana di negara-negara muslim lainnya merupakan suatu hal yang mengakar di tengah masyarakat Pakistan.

Pakistan juga telah menjadikan Alqur’an sebagai mata kuliah wajib dalam kurikukum pendidikan pada setiap universitas. Sehingga tidak heran jika kemudian Ustadz Usman Laba dapat segera menyesuaikan diri dan diterima belajar di madrasah tahfidz Qur’an di Reiwind-Lahore-Pakistan.

Pakistan adalah salah satu negara yang menjadi destinasi menuntut Ilmu di anak benua India selain di negara-negara Arab seperti Mesir dan Saudi Arabia walaupun jumlah pelajar Indonesia di sana tidak sebanyak Timur Tengah. Hal ini disebabkan kemajuan Pakistan yang sangat pesat dan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pakistan tidak hanya menjadi destinasi bagi para penuntut ilmu agama tetapi juga telah menjadi alternatif untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan umum termasuk science dan technologi. Menarik untuk dicatat dari negari paman Ali Jinnah ini adalah Madrasah-madrasah tahfidz Alquran dan pesantren mulai menjalankan kurikulum pendidikan terpadu dengan menambahkan berbagai mata pelajaran umum. Khususnya di Universitas International Islamic University Islambad (IIUI) yang terkenal dengan pendekatan comparative yang menggunakan bilingual (dua Bahasa) sebagai pengantar (Arab dan Inggris).

Pakistan juga memiliki pusat-pusat riset dan sejumlah universitas unggulan selain pusat-pusat pesantren untuk menghafal Alquran. Hal ini sangat memberi pengaruh positif terhadap perkembangan keilmuan dan intelektual serta spiritual Ustadz Usman Laba.

Bagaimana tidak, hampir setiap masjid Jami’ di Pakistan memiliki perpustakaan dan program tahfidz selain program kajian dan sosial dengan akomodasi yang relatif menunjang. Para pelajar tahfidz dan mahasiswa Indonesia sangat dikenal memiliki prestasi dan akhlak yang tidak kalah dibanding pelajar atau mahasiswa dari negara lain.

Masyarakat Pakistan dikenal sebagai masyarakat yang moderat sekaligus agamis dan sangat perhatian dengan pendidikan dan human capital termasuk khususnya madrasah-madrasah tahfidz Alquran. Hal ini sangat tercermin dalam kehidupan berkeluarga dan masyarakat dalam menananankam dan merealisasikan akan pentingnya lembaga penghafal dan kajian Alquran sehingga hampir setiap keluarga memiliki minimal satu orang anggota keluarga yang menjadi hafidz dan mendalami ilmu agama.

Pakistan adalah negara muslim yang sangat strategis baik dari segi peta politik kawasan maupun dalam konteks politik global. Pakistan terkenal banyak melahirkan dan mencetak ulama dan ilmuan serta para tenaga ahli dalam berbagai bidang keilmuan. Sebut saja diantaranya Abu Hasan An Nadawi, Abu A’la Al Maududi, Ihsan Ilahi Dzohir, Dr Abdul Qadir Khan bahkan seorang pemikir dunia Islam seperti Dr Allamah Muh. Iqbal. Para ulama dan ilmuan muslim tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar asing termasuk Indonesia tertarik menjadikan Pakistan sebagai tujuan menuntut ilmu.

Ustadz Usman Laba memulai proses belajarnya di mahad Salman Al Farisi, lalu ke Jami’ Muwaffaq di Peshawar selama beberapa tahun. Selama menuntut ilmu di Pakistan beliau banyak memperdalam dasar-dasar Bahasa Arab dan metode baca kitab yang efektif dan efisien. Setelah menyelesaikan pendidikan di Jami Al Muwaffaq, Ustadz Usman kemudian melanjutkan rihlah Ilmiahnya dengan menuju ke Ibu Kota Pakistan-Islamabad.

Islamabad adalah salah satu dari sedikit tatanan kota kembar di dunia yang tidak hanya indah tetapi relatif lebih asri dan nyaman dibanding kota-kota lainnya di Pakistan. Islamabad adalah kota administrasi pemerintah yang tata kotanya begitu baik dan berkembang maju sebagaimana ketika saya (baca:penulis) berada di Kota Islamabad. Islamabad memiliki keindahan yang unik dan menyimpan daya tarik yang mampu membuat penghuni dan pengunjung terkesan.

Islamabad berada di bawah kaki gunung Margalla dan memiliki jalan-jalan yang lebar serta masyarakat dari berbagai latar belakang ethnik dan negara menambah nilai kultur dan budaya yang sangat majemuk lagi santun. Islamabad memiliki beberapa icon dengan nilai historis yang sangat dalam.

International Islamic University Islambad sebagai satu diantara pusat icon studi yang menjadi tempat berkumpulnya pelajar-pelajar dari berbagai belahan dunia Islam termasuk Cina, Eropa dan Rusia. Keindahan Faisal Mosque (Faisal Masjid)-nya yang memiliki 4 menara seperti roket dengan arsitektur yang sangat menarik berdiri kokoh dan indah di kaki lembah Margala Hill. Faishal masjid ini menjadi pusat pendidikan dan Kampus IIUI sebelum kemudian IIUI membangun New Campus (kampus baru) yang lebih besar dan lebih luas di Islamabad.

Di kampus IIU di Faishal Mosque inilah Ustadz Usman Laba melanjutkan pendidikannya dengan memilih Fakultas Syariah sebagai jurusannya. Beliau menghabiskan waktu sampai sekitar tahun 1997 di kampus ini. Sembari belajar, beliau tidak lupa untuk terus berdakwah dengan berkhidmat kepada kawan-kawannya dari Indonesia yang berasal dari berbagai daerah.

Situasi lingkungan Islamabad telah memberikan pengaruh terhadap perkembangan keilmuan dan ketajaman serta kecintaan Usman terhadap Alqur’an dan Ilmu.

Ustadz Usman Laba juga membentuk program amal Jariah yang sampai hari ini manfaatnya masih terus dirasakan oleh pelajar-pelajar yang berasal dari Indonesia. Menurut informasi beberapa alumni IIU Islamabad, berdirinya sebuah lembaga tahfidz internal mahasiswa Indonesia yang diberi nama Lembaga Tahfidz Alquran (LTQ) Ibnu Abbas adalah buah juhud Ustadz Usman Laba untuk membumikan Alquran khususnya di tengah-tengah pelajar Indoensia.

Penulis sendiri selama berada di Pakistan bersama dengan mahasiswa yang lainnya sangat merasakan manfaat akan kehadiran lembaga ini, khususnya setelah lembaga ini dihidupkan kembali setelah lama vakum oleh Ustadz Mansur Taswin dan senior yang lainnya di awal tahun 2006. Secara berkala setiap pekannya seluruh anggota melakukan pertemuan rutin, selain untuk memurajaah (baca: mengulang) hafalan, lembaga ini juga sebagai wasilah Tarbiyah saling menyemangati satu dengan yang lainnya.

***********

Bersambung, Insya Allah..

Penulis: Ustadz Syandri Syaban, Lc., M.Ag
(Almuni Internasional Islamic University Islamabad Pakistan, Dosen STIBA Makassar dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Referensi:
1. Solihin (Alumni/Senior Ustaz Usman Laba di IIU- Islamabad)
2. Ikhwan Mujahid (Alumni IIU- Islamabad/Diplomat Di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad Pakistan.
3. Hidayat Hafid (Anggota Dewan Syuro Depan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan