Bangsa jin adalah mahluk cerdas yang mempunyai akal, fikiran dan hati yang hidup bersama kita di bumi ini.Sebagaimana disebutkan didalam surat al A’raaf ayat 179 :

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’Raaf 179).

Karena itu Jin dan manusia mempunyai kewajiban yang sama untuk beribadah kepada Allah sebagaimana disebutkan didalam surat Adz Dzaariyaat ayat 56 :

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzaariyaat 56).

Namun kebanyakan Jin dan manusia lalai dan ingkar dari menjalankan kewajiban untuk beribadah kepada Allah itu, sehingga kebanyakan jin manusia dibenamkan Allah kedalam neraka karena pembangkangan yang mereka lakukan itu m sebagaimana disebutkan pada surat al A’Raaf 179 diatas.

Walaupun kita sama sama hidup dibumi ini namun Allah telah menjadikan bangsa Jin dan manusia didalam dimensi yang berbeda. Jin tidak mempunyai jasad seperti manusia, mereka bisa melihat manusia sedang manusia tidak bisa melihat bangsa Jin sebagaimana disebutkan didalam surat al A’Raaf ayat 27.

Artinya: “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al A’Raaf 27).

Jin juga memiliki kemampuan untuk merasuk kedalam tubuh manusia mengikuti aliran darah nya sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah didalam hadisnya sbb

Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175).

Jin merupakan predator pemangsa bagi manusia sebagaimana harimau , srigala dan singa memangsa binatang ternak seperti sapi, kambing, rusa dan lain sebagainya. Harimau dan singa biasanya akan memangsa sapi , kambing atau rusa yang lemah atau terpisah dari rombongannya. Demikian pula bangsa jin biasanya akan memangsa manusia yang lemah, lalai dan terpisah dari jamaah orang orang yang soleh.

Allah telah memberi jaminan didalam surat an Nahl ayat 99 -100 bahwa jin dan setan tidak akan bisa mengganggu dan memangsa orang yang bertakwa dan beriman kepada Allah, mereka hanya bisa memangsa dan mengganggu orang orang yang takut kepada bangsa jin dan menjadikan jin sebagai sekutu Allah.

Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya 100. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah

Didalam Al Qur’an banyak sekali ayat ayat yang mengingatkan kita agar selalu berlindung kepada Allah dari kejahatan setan golongan jin , antara lain didalam surat an Naas, Fushilat 36 dan an Nahl 98

Artina: Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia. (QS. An-Nas: 1-6).

Artinya: “Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushilat: 36).

Artinya: “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An Nahl: 98).

Gangguan jin pada manusia

Kasus gangguan jin pada manusia banyak sekali kita temui dalam kehidupan sehari hari. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya gangguan jin pada manusia antara lain :

Ada jin yang jatuh cinta pada manusia

Karena tidak sengaja mengganggu habitat kehidupan bangsa jin

Jin yang muncul akibat adanya perjanjian dari leluhur kita dengan bangsa jin dimasa lalu

Menyimpan jimat, pusaka, wifik dan lain lain

Suka memberi sesajen pada bangsa jin

Sering mendatangi tempat keramat dan tempat angker
Menuntut ilmu kanuragan, kesaktian dan wirid yang tidak diajarkan Rasulullah

Kiriman seseorang melalui sihir dengan bantuan dukun dan paranormal

Jiwa yang lemah akibat stres dan tekanan hidup
Dan banyak lagi penyebab lainnya.

Gangguan jin ini jika tidak segera diatasi bisa menimbulkan berbagai gangguan berupa penyakit fisik , kepribadian ganda, linglung, menyendiri, sulit bergaul, selalu gagal dalam usaha bisnis, rumah tangga berantakan, gila, kehilangan kontrol diri dan lain sebagainya. Semua gangguan itu akan menyebabkan hancurnya kehidupan seseorang.

Gangguan jin pada manusia bisa diibaratkan benalu yang menempel pada tanam tanaman , jika benalu itu tidak segera dihilangkan lambat laun pohon itu akan mati karena sari makanannya habis diserap oleh benalu yang menumpang pada pohon itu. Demikian pula manusia yang mengalami gangguan jin pada dirinya, lambat laun orang itu akan binasa karena energi dan semangat hidupnya telah diambil oleh bangsa jin.

Pada tahap awal jin itu hanya menggangu hati dan fikiran berupa bisikan bisikan yang menimbulkan rasa was was dan bingung. Kadangkala terdengar seperti ada suara orang yang memanggil namun jika dicari tidak jelas sumbur nya. Kadang kala bisikan itu diiringi dorongan kuat untuk melaksanakannya dan disertai ancaman jika tidak mau melaksanakannya. Kasus seperti ini sudah banyak menimbulkan korban. Seperti orang yang disuruh untuk melompat dari gedung bertingkat, jembatan atau jurang.

Adapula pengendara mobil yang membelokan kendaraannya ke jurang , tebing atau sawah hingga menimbulkan kece;lakaan parah. Ada orang yang disuruh membunuh anak atau istrinya yang disertai dorongan kuat atau ancaman untuk melakukan hal itu. Adapula orang yang disuruh menabrakan diri nya ke kereta api atau mobil yang sedang berjalan, atau meminum racun serangga dan lain sebagainya. Semua kasus ini berlalu begitu saja , dianggap sebagai kecelakaan biasa.

Sudah banyak orang yang jadi korban kasus bisikkan setan dari golongan jin ini seperti seorang Polisi di pontianak yang membunuh dan memutilasi dua orang anaknya. Seorang remaja 15 tahun di tangerang memggorok leher adiknya yang berumur 13 tahu hingga tewas karena ada yang menyurugh disertai dengan ancaman kalau tidak mau melaksanakannya. Banyak terjadi kasus orang yang terjun dari gedung bertingkat tanpa penyebab yang jelas. Semua ini terjadi dari bisikan dan dorongan kuat dari jin yang menguasai hati dan fikiran orang tersebut.

Secara bertahap jin itu mulai mengambil alih kendali tubuh yang bersangkutan sehingga adakalanya tubuhnya bergerak sendiri diluar kontrol dan kendali diri yang bersangkutan. Pada tahap ini kadangkala yang bersangkutan sering mengalami kesurupan atau kemasukan jin. Dimana seluruh kesadarannya diambil alih oleh bangsa jin itu. Yang bersangkutan akan berperilaku seperti jin yang merasukinya, seperti nenek nenek, laki laki yang kasar, harimau, kera , ular dan lain sebagianya. Kadang kala juga bisa berbahasa asing seperti bahasa cina, sunda, padang , tergantung bangsa jin yang merasukinya. Selama kerasukan yang bersangkutan tidak mengetahui semua yang dikerjakan pada waktu itu.

Pada tingkat yang lebih parah lagi jin itu akan menculik sebagian jiwa orang yang bersangkutan dan memenjarakanya nya disuatu tempat. Pada kondisi ini kita sudah sulit untuk berkomunikasi dengan orang yang bersangkutan. Pandangannya kosong, sikapnya seolah olah berada pada suatu tempat yang asing. Dia sudah tidak tahu lagi dengan dirinya, tidak kenal dengan orang disekelilingnya, tidak bisa diajak berbicara. Dia hanya terdiam atau berceloteh tentang sesuatu yang tidak kita pahami. Kalau sudah sampai tahap ini biasanya pengobatan sudah amat sulit. Sebaiknya berobatlah segera sebelum sampai pada kondisi yang parah seperti kehilangan kesadaran itu.

Berobat kemana ?

Dahulu ketika belum dikenal rukyah syar’iyyah pada umumnya orang yang mengalami gangguan jin akan mendatangi dukun atau paranormal untuk menyembuhkannya. Ada yang berhasil dan banyak pula yang gagal , bahkan penyakitnya malah bertambah parah.

Dalam proses penyembuhannya biasanya para dukun atau orang pintar itu meminta bantuan bangsa jin untuk mengusir jin ditubuh orang itu. Jin yang diminta bantuan akan mengajukan persaratan yang bermacam macam untuk mau membantu dukun itu. Ada yang minta ayam cemani (ayam hitam), kembang 7 rupa, kurban kambing atau sapi, mandi 7 sumur, mandi disungai, puasa dan lain sebagainya.

Pada pasien nya biasanya para dukun memberi jimat, pusaka, wifik dan lain sebagainya sebagai sarana perlindungan yang harus dibawa kemana mana. Adakalanya jin yang diminta bantuan bisa mengeluarkan jin pengganggu itu namun adakalanya jin pengganggu itu lebih kuat dan jin yang diminta tolong bisa dikalahkan, sehingga penyakitnya tidak kunjung sembuh, bahkan malah bertambah parah.

Sekarang sudah dikenal Rukyah Syar’iyyah yaitu penyembuhan dari gangguan jin dengan memperkuat tauhid yang bersangkutan dan meminta petolongan pada Allah. Pada dasarnya orang yang memiliki tauhid dan keyakinan yang kuat pada Allah tidak bisa diganggu oleh setan dan jin. Ini sudah dijamin Allah didalam surat an Nahl ayat 99:

Artinya: “Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.” (QS. An Nahl: 99).

Maka syarat utama penyembuhan dengan rukyah syar’iyyah adalah dengan meningkatkan tauhid dan keyakinan yang bersangkutan pada Allah. Meningkatkan tauhid ini merupakan bagian penting dari proses penyembuhan dengan rukyah. Karena itu pengobatan biasanya dimulai dengan konseling dan tausiah yang memakan waktu cukup lama antara 1 sd 2 jam. Setelah itu baru dilanjutkan dengan proses rukyah dengan mendengar ayat rukyah biasanya juga bisa memakan waktu lama tergantung perlawanan dari jin ditubuh orang yang bersangkutan. Karena itu proses rukyah yang normal pada satu orang tidak cukup hanya dengan waktu 15 atau 30 menit, tapi bisa makan waktu antara 2-4 jam.

Disamping itu yang bersangkutan harus meninggalkan semua amalan syirik yang pernah dilakukan seperti memakai jimat, sesajen, amalan bid’ah, mengagungkan atau memuliakan sesuatu sama atau lebih dari Allah. Rukyah syar’iyyah tidak akan banyak menolong jika yang bersangkutan masih melakukan amalan syirik dan bid’ah atau masih memiliki rasa takut yang berlebihan kepada sesuatu selain Allah.

Meminta pertolongan pada Allah dilakukan dengan membacakan ayat ayat Qur’an yang mentauhidkan Allah dan berisi penringatan dan ancaman pada jin yang mengganggu seperti surat Al Baqarah ayat 1-5, Al Baqarah 102, Al Baqarah 255-257, Al Baqarah 284-286, Al Mukminun 115-118, Al Hasyr 21-24 , dan lain lain.

Ketika dibacakan ayat ayat rukyah diatas biasanya jin yang mengganggu orang yang bersangkutan akan merasa panas dan kesakitan hingga kadang kala berteriak histeris atau menangis minta agar bacaan itu dihentikan.

Perukyah akan meminta atau memerintahkan jin pengganggu itu agar keluar dari tubuh orang yang bersangkutan, ada yang menolak dan ada pula yang mau disuruh keluar. Ada pula yang menangis kebingungan mau keluar tapi tidak bisa karena diikat oleh tukang sihir ditubuh orang itu.

Proses pengobatan memang tidak bisa hanya dengan sekali rukyah saja , tapi harus dilakukan rukyah mandiri setiap hari oleh yang bersangkutan sampai semua jin ditubuhnya keluar. Didalam tubuh seseorang bisa didiami puluhan bahkan ratusan bangsa jin , yang kadang kala sudah membuat kerajaan atau kroni didalam tubuh orang tersebut. Ketika dilakukan rukyah satu persatu jin itu akan keluar melalui muntah, keringat, sendawa, buang air kecil dan besar .

Selama melakukan rukyah mandiri dengan meminum air rukyah, teh herbal daun bidara/kelor, madu habatusaudah mendengarkan ayat ayat rukyah akan terjadi perlawanan dari jin pengganggu itu yang menimbulkan rasa tidak nyaman padas diri yang bersangkutan. Seperti rasa mual, muntah, pegal, sakit yang berpindah pindah, mengantuk, malas dan lain sebagainya. Ini akan berlangsung antyara 2 sampai dengan 3 minggu. Selanjutbnya reaksi perlawanan jin itu akan semakin lemah hingga sembuh samasekali.

Disamping mendatangi rukyah yang syar’i lakukanlah rukyah mandiri setiap hari dirumah dengan meminum air rukyah .

Selanjutnya bentengi diri dengan melakukan shalat secara benar dan khusuk. Shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk berfungsi sebagai rukyah mandiri , didalam nya ada ayat ayat pujian pada Allah dan doa pembentengan diri dari berbagai gangguan setan dan jin.

Orang yang melakukan shalat dengan benar dan khusuk tidak akan ditimpa kemiskinan, kemelaratan dan kepayahan hidup karena didalam shalat ada doa proteksi yang dibaca didalam duduk iftirash: Robbighfirli….warhami…wajburni….dst. Jika doa ini dibaca dengan sungguh sunguh dan penuh penghayatan dan Allah mengabulkannya maka yang berdsangkutan tidak akan ditimpa kemiskinan, kemelaratan, kesengsaraan serta kepayahan hidup.

***********

Bersambung, Insya Allah…

Penulis: Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah
(Buku Talbis Iblis Terbitan Pustaka Imam Syafii)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)