NASAKOM atau Nasionalisme, Agama dan Komunisme adalah konsep yang dirumuskan oleh Sukarno. Pada tahun 1956, Sukarno Mengusulkan konsep baru pemerintahan yang disebut Demokrasi Terpimpin dengan berpondasi pada tiga pilar utama: NASAKOM.

Kebijakan ini ditentang oleh banyak pihak, diantranya Muhammad Hatta sebagai wakil presiden kala itu, baginya Demokrasi terpimpin dan Nasakom sama saja bekerja sama dengan PKI dan Demokrasi Terpimpin membuat kekuasaan negara kian terpusat kepada sosok seorang presiden. inilah yang membuatnya mundur dari kursi wakil presiden karena melihat pucuk pimpinan semakin otoriter.

Selanjtunya konsep NASAKOM yang digulirkan dari pusat ini terus bekembang memberikan pengaruh di berbagai wilayah termaksud di Makassar. kondisi ini menuntut tokoh dan ulama Bugis- Makassar merespon ketidaksetujuan dengan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat ini, diantaranya adalah KH. Fathul Muin Dg Maggading.

Sebagai seorang pimpinan yang telah ditunjuk secara aklamasi untuk menahkodai perjalanan organisasi Muhammadiyah Cabang Makassar di tahun 1960, ia bertanggung jawab penuh untuk menjaga kemurnian perjuangan kadernya ditengah arus deras pemikiran NASAKOM yang sedang terjadi. Ia sebagai pemimpin harus menunjukkan sikap sekaligus sebagai arahan umum kepada seluruh pengikutnya.

Maka dalam beberapa catatan penting, beliau menggambarkan bagaimana ia merespon kondisi yang cukup sulit itu, diantranya dalam buku kecil, laporan pertanggungjawaban organisasi diawal tahun 1960an beliau menjelaskan bahwa:

“Berkuasanya Sukarno telah memberikan jalan yang baik bagi golongan-golongan yang hendak menghancurkan ajaran Islam pada umumnya dan filsafat Pancasila pada khususnya”

Baginya, sejarah ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan presiden ketika itu telah memberikan peluang yang “sangat baik” bagi pertumbuhan PKI dan golongan-golongan yang searah dengan NASAKOM.

Pada kesempatan lain dalam sebuah Khutbah Jumat, ia harus memberikan arahan kepada seluruh pengikutnya, kondisi ini tergambarkan dalam sebuah catatan kecil KH. Fathul Muin menuliskan:

Chotbah: “Sengaja aku berdiri diatas mimbar di hari Djumat 28 Agustus 1967 Djam 12.15 menit tengah hari dengan menghadap makmum, membelakangi kiblat yang isinya adalah “Menyuruh orang masuk NASAKOM dan Terus ke Neraka Djahannam”.
Khutbah ini disampaikan untuk meredam semua gerakan NASAKOM dan dampak negative yang bisa ditimbulkan oleh gerakan/pemikiran ini yang menurutnya bisa menghantarkan seorang ke dalam nereka Jahannam.

Karena sangat jelas, bahwa dengan munculnya konsep NASAKOM inilah yang kemudian hari memudahkan gerakan PKI di Indonesia.

Selanjutnya kita akan melirik kembali sejarah, apakah yang telah dilakukan KH. Fatul Muin bersama kader-kadernya untuk menghalau geraka PKI khususnya di Sul-Sel.

***********

Bersambung, Insya Allah..

Penulis: Ustadz Syandri Syaban, Lc., M.Ag
(Almuni Internasional Islamic University Islamabad Pakistan, Dosen STIBA Makassar dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan