Dunia bagi kaum muslimin adalah sarana menuju kampung akhirat, karena itu mari kita perhatikan kaidah di bawah ini:

-Jangan tertipu oleh dunia

…. Sesungguhnya janji Alloh adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan. (QS. Luqman [31]: 33)

-Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam lebih menyukai hidup sederhana dalam urusan dunia

Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, tidaklah aku senang bila berada di sisiku lebih dari tiga hari melainkan hanya kusimpan sebagian untuk membayar hutang.” (HR Bukhori: 2214)

-Orang mu’min hendaknya lebih menyukai kehidupan akhirat daripada dunia

Dari Mahmud bin Labid radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada dua perkara yang dibenci oleh anak Adam: (1) Kematian, padahal kematian itu lebih baik bagi seorang mu’min daripada hidup penuh dengan fitnah, (2) Benci bila hartanya sedikit, padahal sedikit harta meringankan hisab (besok pada hari kiamat).” (HR. Ahmad: 22519 dishohihkan oleh al-Albani: 3210, Shohih Targhib wa Tarhib 3/136)

-Dunia tempat balak dan fitnah

Dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Tidak ada (apapun) di dunia melainkan balak dan fitnah.” (Shohih Ibnu Majah 2/374)

-Manusia rakus dunia

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Andaikan anak Adam memiliki dua lembah berupa harta benda, tentu dia ingin lembah yang ketiga, dan tidaklah merasa kenyang anak Adam melainkan bila dia mati, dan Alloh menerima taubat bagi yang mau bertaubat.” (HR. Muslim: 1737)

Silahkan membaca Surat at-Takatsur, agar pembaca mengetahui musibah yang menimpa akibat tamak dalam urusan dunia.

-Bahaya rakus urusan dunia

Dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah dua serigala lapar yang dilepas di tempat pemeliharaan kambing itu lebih berbahaya dibanding manusia yang rakus harta dan kedudukan.” (HR. Ahmad: 5181, dishohihkan al-Albani, al-Misykah 3/123)

-Dunia bagi orang Islam seperti penjara

Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dunia itu penjara bagi orang mu’min dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim: 5256)

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Maksudnya, setiap mu’min itu terpenjara di dunia, karena dia dilarang mengikuti hawa nafsunya mengerjakan yang haram dan yang makruh, bahkan diwajibkan menaati perintah Alloh ‘Azza wa Jalla yang merupakan perkara berat bagi dirinya, tetapi apabila dia telah meninggal dunia, hatinya tenang karena akan memperoleh imbalan dari Alloh. (Syarah Muslim 18/93)

-Hindari Tabdzir

Dari Jabir bin Abdulloh radhiyallahu ‘anhuma, sesungguhnya Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: “Satu tempat tidur untuk suami, satu lagi untuk istri, yang ketiga untuk tamu, dan yang keempat untuk setan.” (HR. Muslim: 3886)

Imam Nawawi radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ulama berkata: Yang ke empat untuk setan; maksudnya harta yang melebihi kebutuhan itu hanya untuk bermegah￾megahan, dan hal itu tercela, maka setiap yang tercela tergolong perbuatan setan.” (Syarah Imam Nawawi14/59)

-Hidup sederhana

Dari Sahl bin Sa’ad as-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Zuhudlah di dalam urusan dunia, niscaya Alloh senang kepadamu, dan zuhudlah di kalangan manusia, niscaya mereka senang kepadamu.” (HR. Ibnu Majah: 4092, dishohihkan oleh al-Albani, Shohihul jami’ no. 923)

-Keindahan dunia berbahaya bagi yang tipis iman

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang paling aku takuti menimpa pada dirimu ialah apabila Alloh mengeluarkan keindahan bumi ini untukmu.” Lalu mereka bertanya: “Apa itu keindahannya wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Berkah-nya bumi.” (HR. Muslim: 1743)

Imam Suyuthi rahimahullah berkata: “Makna berkahnya bumi ialah keindahan dan kemakmuran dunia dan kesuburannya.” (Syarah Muslim oleh Imam Suyuthi 3/135)

Akhirnya, semoga Alloh ‘Azza wa Jalla senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya, bahagia di dunia dan di akhirat.

*************

Penulis: Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron Rahimahullah

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah