MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah membolehkan masyarakat khususnya pengurus, kader dan simpatisan sebagaimana hal itu disampaikan dalam Surat Edaran ang bernomor D.1474/IL/I/10/1441 yang ditandatangani oleh ketua umum Wahdah Islamiyah KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA.

“Wahdah Islamiyah mendukung penuh tausiah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Nomor: Kep-1188/DP-MUI/V/2020 tentang pemberlakuan kehidupan normal baru (New Normal Life) ditengah Pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima mujahiddakwah.com Pada Jumat, 5 Juni 2020.

Dalam suatu edaran tersebut Wahdah Islamiyah menghimbau pemerintah agar memaksimalkan pelaksanaan PSBB dan New Normal Life sampai kondisi penyebaran Covid-19 dapat terkendali.

“Meminta pemerintah memaksimalkan pelaksanaan PSBB dan menunda pelaksanaan rencana New Normal Life sampai pada kondisi penyebaran Covid-19 dapat terkendali atau posisi potensi penularannya (R<1). Adapun langkah-langkah pemulihan ekonomi yang sangat mendesak, diharapkan dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan prioritas pada keselamatan jiwa masyarakat,” lanjutnya.

Adapun masjid-masjid dibawah binaan Wahdah Islamiyah secara khusus dihimbau agar mulai melaksanakan shalat Jumat dan shalat 5 waktu secara berjamaah dengan beberapa syarat.

“Pembukaan masjid hanya boleh dikawasan yang terkendali dari penyebaran Covid-19 (dikenal masyarakat sebagai zona hijau). Adapun dikawasan yang belum terkendali dari penyebaran Covid-19 atau dikenal sebagai zona merah atau kuning atau posisi penularannya (R>1) masjid-masjid tetap di tutup,” tegasnya.

Untuk zona hijau yang melaksanakan sholat jumat dan 5 waktu secara berjamaah harus mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

“Masjid harus disemprotkan disimfectant, Masjid harus menyiapkan haztiner dan cuci tangan, tidak boleh berkumpul setelah sholat, jamaah harus memakai masker dan bagi orang yang takut serta anak-anak ang belum balig tidak diperkenankan untuk ikut shalat jamaah,” tambahnya.

Bagi para khatib shalat Jumat diharapkan agara mempersingkat khotbahnya dan memperhatikan kebersihan dengan baik.

“Dai dan Khotib Wahdah Islamiyah dibolehkan membawakan khutbah dengan syarat mengikuti protokol kesehatan, memastikan mikrofon, durasi khutbah singkat (paling lama 10 menit),” tutupnya.

Reporter: Muhammad Akbar
Editor: Admin MDcom