Tahun 1946, diera revolusi fisik, Sekelompok pejuang yg dipimpin seorang Pemuda bernama Fathul Muin Dg Maggading menurunkan bendera Belanda di depan rumah Controleur, kemudian merobek bagian birunya dan mempertontonkan kepada masyarakat di depan kantor Karaeng Turikale di Maros..

Ayahnya H Ba’alwi yg juga seorang Da’i Muhammadiyah yg sangat Militan memberinya nama Fathul Mu’in terinspirasi dari Kitab Fathul Mu’in yg merupakan Kitab Fiqih Madzhab Syafi’iyah..

Pemuda Fathul Mu’in sendiri selain belajar langsung kepada ayahnya, dan dari Da’i2 senior di Sulawesi Selatan dia juga Alumni Muallimin di Sumatera barat yg merupakan Kawah Candradimuka pencetak Da’i..

Menguasai dengan sangat baik Bahasa Arab, Inggris dan Belanda…

Di Era Nasakom ketika Beliau menjadi Ketua Muhammadiyah Makassar, tanpa tedeng aling2 menyerang tawaran ideologi bangsa yg di gagas Soekarno saat itu dan menyebutnya sebagai Jalan menuju neraka..

Di Era Lotto, Judi yg dilegalisir oleh Pemerintah saat itu, Beliau mendatangi Walikota Makassar yaitu Dg Patompo dan berkata yg maknanya “Sudah tidak adakah penghasilan halal yg bisa kau dapat selain dari Uang haram itu !?”

Berkali kali Beliau diamankan pihak keamanan karena Ceramah2 beliau yg menentang keras Judi Lotto itu..

Suatu ketika seorang berkata kpdnya “Mengapa anda begitu ngotot melawan Lotto, sementara DPRD, Walikota dan banyak Ustadz yg sudah menyetujui ?”, Dia jawab “Jangankan orang2 itu.. andai semua manusia di bumi ini setuju, saya tetap akan katakan bhw itu haram !”

Di Era Soeharto, di gulirkan wacana asas tunggal yg harus diterima seluruh Ormas Islam termasuk Muhammadiyah..

Beliau lalu berkata “Jika Muktamar tahun ini Muhammadiyah menyetujui Asas tunggal, maka itu adl hari terakhir saya mengikuti Muktamar Muhammadiyah !”

Ketegasan dan Karakter keras seorang pejuang yg beliau miliki membuatnya harus sering berurusan dengan Aparat keamanan bahkan mendekam dalam bui.. tapi itu tak sedikitpun melemahkan himmahnya..

Dari tangan dingin beliau, lahirlah para generasi dakwah yg karakternya pun tak jauh dari Karakter sang guru.. tersebutlah bbrp tokoh hasil didikan beliau antara lain :

KH Abdullah Said (Muhsin Kahar), Pendiri PP Hidayatullah..

KH Arif Marzuki, Pimpinan pusat Ponpes Darul Istiqomah

KH Said Abd Shomad, Ketua LPPI Makassar, musuh besar anak2 Mut’ah Indonesia timur..

Ust Tamsil Linrung, Politisi PKS Anggota DPR RI..

KH Zaitun Rasmin, Ketua Umum Wahdah Islamiyah..

Ustadz Agus Dwikarna yg dipenjara di Filipina semasa pemerintahan Mega..

Dan banyak lagi Tokoh2 lain yg membuktikan bhw beliau adl Bapak Pergerakan Islam di Sulawesi Selatan..

Rahimahullah wa taqabbalahu minassholihiin..

***********

Bersambung, Insya Allah..

Penulis: Ustadz Syandri Syaban, Lc., M.Ag
(Almuni Internasional Islamic University Islamabad Pakistan, Dosen STIBA Makassar dan Kontributor mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan