Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan virus mematikan, virus ini dikenal dengan nama Virus Corona (Covid-19). Pertama kali ditemukan di Cina pada akhir tahun 2019 tepatnya dipasar makanan laut dan hewan Wuhan, Provinsi Hubei. Hingga saat ini endemik Covid-19 tersebar kebeberapa Negara dan menjadi momok yang mengerikan bagi seluruh penduduk dunia.

Menurut data yang dilansir Johns Hopkins University and Medicine, pertanggal 1 April 2020, jumlah total yang terjangkit Virus Corona sebanyak 809.608 orang dengan total yang meninggal 39.545 orang. Adapun jumlah Negara yang terjangkiti Covid-19 hingga saat ini sebanyak 179 negara. Posisi teratas ditempati Negara Amerika Serikat dengan jumlah 165.874 orang, kedua Italia dengan jumlah 101.739 orang dan ketiga Spanyol dengan jumlah 94.417 orang. Negara Timor Leste berada posisi terakhir dengan mengkonfirmasi 1 orang warganya yang positif terjangkit Virus Corona .

Adapun di Indonesia Virus Corona pertama kali ditemukan pada dua warga masing-masing berusia 64 tahun dan 31 tahun yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Merdeka, senin (2/3/2020). Dengan pengumuman ini, maka Indonesia menjadi salah satu Negara yang terjangkit dengan Virus Corona.

Seiring bertambahnya waktu, kasus Virus Corona pun semakin bertambah di Indonesia. Ahmad Yurianto selaku Juru Bicara Penanganan Virus Corona dalam konferensi persnya menyatakan bahwa data terbaru Selasa (31/3/2020) pukul.15.40 WIB, Kasus positif Virus Corona bertambah menjadi 1.528 orang, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang.sembuh.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia  Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit serius seperti Midddle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Accute Respiratory Syndrome (SARS). Seseorang dapat tertular Covid-19 melalui percikan bersin atau batuk, memegang mulut atau hidung terkena cipratan air liur dan kontak jarak dekat melalui jabat tangan.

Ihtikar dan Dampak Sosial Ekonomi

Selain dampak bagi kesehatan bahkan menimbulkan banyak korban jiwa. Virus Corona juga memiliki dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah banyak pedagang yang kemudian melakukan penimbunan barang misalnya masker dan cairan pembersih tangan. Sejak pengumuman pemerintah terkait dua orang yang positif terjangkit Virus Corona  dan puluhan pasien diawasi.

Saat ini masker dan cairan pembersih tangan menjadi barang langka  ditemukan sehingga membuat harganya melonjak tinggi. Dari beberapa kasus penimbunan barang masker dan cairan pembersih tangan yang diungkap kepolisian, bahwa kejadian ini terjadi akibat adanya kepanikan warga yang kemudian dimanfaatkan oleh segilintir orang untuk melakukan penimbunan dan menaikkan harga secara tidak wajar.

Dalam Ekonomi Islam penimbunan barang biasa disebut dengan ihtikar, yaitu melakukan penimbunan barang dengan tujuan menaikkan harga, sehingga ia menjualnya dengan harga yang besar untuk mendapatkan keuntungan diatas keuntungan normal. Tentunya perilaku seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam, bahkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa”. (HR. Muslim no. 1605).

Pada dasarnya Islam tidak mengekang kebebasan para pedagang mencari laba. Akantetapi bila usaha pencarian laba merugikan orang banyak dengan cara ihtikar, maka ulama sepakat bahwa pihak yang berwenang berhak memaksa pelaku ihtikar menjual barang yang ditimbun dengan harga yang dipatok oleh pihak berwenang sehingga tidak merugikan orang banyak. Bila pelaku tidak melaksanakannya ia boleh dipenjara hingga mau menjual barangnya. (Harta Haram Kontemporer, 161)

Undang-Undang Pasal 107 Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan juga menjelaskan bahwa pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 1 dipidanakan dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah).

Maka menimbun barang termasuk perbuatan dosa yang dilarang dalam Islam dan melanggar hukum menurut peraturan yang ada di Indonesia. Apalagi kita ditengah menghadapi wabah endemik Covic-19. Dimana masyarakat sangat membutuhkan masker dan cairan pembersih tangan guna mencegah penularannya.

Islamic Sosial Finance Dalam Menghadapi Virus Corona

Dalam Ekonomi Islam, kita mengenal istilah Islamic Sosial Finance atau Keuangan Sosial Islam yang merupakan salah satu segmen bagi seorang muslim untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah ataupun untuk menyediakan dana sosial kemanusian guna membantu masyarakat yang tertimpah musibah (bencana). Islam mengajarkan kita untuk senantiasa berta’awun dalam kebaikan, membantu sesama yang sedang dalam kesulitan.

Keuangan Sosial Islam memiliki potensi yang sangat besar, seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf, bila dikelola secara maksimal akan memberikan dampak yang signifikan. Untuk itu pengelolaan Keuangan Sosial Islam harus dikelola secara professional dan transparan. Apalagi Indonesia adalah Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Dengan potensi Keuangan Sosial Islam yang kita memiliki saat ini, tentunya sangat berperan dalam membantu menghadapi Virus Corona. Terutama dalam hal penyedian sarana dan prasarana alat-alat kesehatan bagi tim medis yang saat ini sedang berjuang di garda terdepan dalam menangani pasien yang terjangkit Virus Corona dan juga dapat membantu pembiayaan bagi kaum dhuafa yang tidak memiliki biaya dalam pemeriksaaan kesehatannya. Selain itu dana sosial ini juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat ditengah himbaun untuk tetap dirumah. Semoga kita semua terlindungi dari Virus Corona.

***********

Penulis: Trisno Wardy Putra, Sos., M.E.I
(Dosen Prodi Ekonomi Islam Universitas Negeri Alauddin Makassar)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)