MUJAHIDDAKWAH.COM, NEW YORK – Seorang jurubicara Sekretaris Jenderal PBB mengatakan bahwa sistem ekonomi Gaza yang “rapuh” menjadi bahan pertimbangan António Guterres ketika ia mengajukan permohonan untuk mengumpulkan $ 2 miliar untuk membantu negara-negara yang berisiko tinggi dari pandemi virus corona, Al-Quds Al -Arabi telah melaporkan.

Stéphane Dujarric berkomentar ketika ditanya oleh seorang jurnalis tentang situasi di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya Jalur Gaza. Dia menunjukkan bahwa Guterres berbicara di markas besar PBB di New York pada peluncuran laporan tentang dampak sosial ekonomi potensial dari wabah tersebut.

Dalam laporan singkat untuk pertemuan Dewan Keamanan PBB dalam konferensi video pada 30 Maret, Koordinator Khusus Sekretaris Jenderal untuk Proses Perdamaian Timur Tengah mengatakan.

“Meskipun ada intervensi kritis untuk meningkatkan ekonomi Gaza dan sektor air, energi dan kesehatan, sektor kemanusiaan dan sosial ekonomi kondisinya tetap mengerikan,” ujarnya.

PBB, tambah Nickolay Mladenov, mendukung langkah-langkah untuk mengatasi penyebaran COVID-19.

“Namun, Gaza berisiko sangat tinggi akibat wabah ini karena sistem layanan kesehatan wilayah ini telah rapuh, bahkan sebelum pandemi terjadi,” paparnya.

Sumber: Memo
Editor: Muh Akbar