MUJAHIDDAKWAH.COM, NEW YORK – Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (OCHA) mengumumkan bahwa Tim Kemanusiaan Regional membutuhkan $ 34 juta untuk menghadapi pandemi corona agar tidak menyebar lebih luas di wilayah Palestina yang diduduki.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan dalam laporannya bahwa kemampuan sistem kesehatan Palestina untuk menangani peningkatan jumlah pasien sangat terbatas karena tantangan jangka panjang dan kritis yang dialami, terutama di Jalur Gaza.

“Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki termasuk wilayah yang paling rentan, yang kondisinya mungkin memerlukan perawatan medis yang luas, seperti untuk para lansia, orang yang menderita hipertensi, penyakit paru-paru, gagal ginjal, penyakit kardiovaskular dan diabetes,” jelas OCHA.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa orang-orang yang tinggal di kamp-kamp pengungsi dan daerah-daerah miskin dan padat penduduk lainnya di wilayah Palestina yang diduduki berada pada risiko infeksi yang lebih besar, karena kepadatan penduduk dan sistem sanitasi yang buruk.

PBB menunjukkan bahwa pada tanggal 27 Maret, Tim Kemanusiaan Regional di tanah Palestina yang diduduki meluncurkan versi yang disesuaikan dari rencana respons antarlembaga untuk menangani COVID-19, yang mencakup tiga bulan ke depan.

Organisasi tersebut mengindikasikan bahwa tim tersebut meluncurkan permohonan untuk menyediakan $ 34 juta untuk mencegah penularan virus di tanah Palestina yang diduduki, untuk memberikan perawatan yang memadai kepada pasien yang terinfeksi, mendukung keluarga mereka serta untuk mengurangi dampak terburuk dari pandemi ini.

PBB mengonfirmasi bahwa sampai sekarang, 24 persen dari rencana respons yang disiapkan oleh Tim Kemanusiaan Regional telah didanai, diantaranya penyediaan $ 4,8 juta yang akan segera diberikan oleh Dana Kemanusiaan, setelah mengarahkan kembali alokasi standar pertama yang dialokasikan oleh dana tersebut. .UNRWA juga telah meluncurkan seruan independen yang mendesak, meminta $ 14 juta, mencakup intervensi COVID-19 di lima bidang operasinya, untuk sembilan puluh hari ke depan.

Sumber: SPNA
Editor: Muh Akbar