MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Palestina yang telah bertahun-tahun berjibaku melawan Israel, kini harus berjuang pula melawan COVID-19, yang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah ditetapkan sebagai pandemi. Di tengah sistem kesehatan yang rapuh, Palestina melaporkan 48 kasus positif corona.

Gaza, hingga kini, menjadi salah satu wilayah di Palestina yang belum terjamah COVID-19. Meski demikian, otoritas setempat telah melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus tersebut. Selain tempat isolasi, untuk mewujudkan tujuan ini, tenaga medis dan warga Gaza juga sangat membutuhkan masker dan cairan disinfektan.

Merespon langkah itu, dan sebagai bagian dari misinya untuk mendukung rakyat Palestina, Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC) melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah Gaza.

NPC menempuh langkah preventif ini dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di di beberapa masjid. Tahap pertama penyemprotan di lakukan di wilayah Gaza utara dan Gaza timur, di antaranya: Masjid Raya Umari, Masjid Ibadurrahman, Masjid Bader, dan Musolah untuk wanita. Selain masjid, penyemprotan juga dilakukan di beberapa tempat halaqoh atau hifdzil qur’an.

Menyambut upaya NPC ini, takmir dan jamaah masjid mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Indonesia khususnya seluruh donatur NPC yang mengambil bagian dan berperan dalam usaha mencegah virus corona di Gaza.

Dilansir Days of Palestine, per tanggal 20 Maret 2020, tercatat 48 warga Palestina positif terjangkit Covid-19, yang tersebar di wilayah berikut: Betlehem 40 kasus, Ramallah 3 kasus, Tulkarem 2 kasus, Nablus 2 kasus, Salfit 1 kasus. Di Gaza sendiri, hingga kini pihak Kementerian Kesehatan belum mengkonfirmasi adanya kasus positif corona.

Lembaga kemanusiaan Nusantara Palestina Center (NPC) yang dibentuk oleh Bapak Abdillah Onim (Bang Onim) rutin menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Bantuan ini menargetkan keluarga dhuafa, anak yatim maupun para janda di Palestina.

Sumber: NPC Indonesia
Editor: Muhammad Akbar