MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Sudah sebulan lebih Covid-19 “menginvasi” Indonesia. Sampai hari ini, kasus positif masih terus ditemukan di berbagai provinsi, seiring dengan meningkatnya pula angka kesembuhan. Secara nasional, angka pasien positif tercatat 1.986 dan 1.671 dalam perawatan, sementara 134 dinyatakan sembuh. Di Sulawesi Selatan sendiri, tercatat 2009 kasus ODP, 187 PDP, dan 80 kasus positif. di

Kasus-kasus penularan Covid-19 di Indonesia tidak hanya menyasar kalangan dari masyarakat awam saja. Wabah yang sampai sekarang belum ditemukan vaksinnya ini tercatat telah menelan korban juga dari paramedis dan dokter.

Paramedis dan dokter baik di puskesmas maupun di rumah sakit adalah dua profesi paling rentan terpapar Covid-19, mengingat mereka adalah garda terdepan yang pertamakali yang mengadakan kontak langsung depan ODP dan PDP. Oleh karenanya, mereka adalah pihak yang perlu diberi perhatian khusus setidaknya dalam hal perlindungan dan kesehatan. Oleh karenanya, sampai hari ini baik pemerintah maupun masyarakat terus mendukung mereka baik dengan memastikan ketersediaan APD (Alat Pelindung Diri) maupun kebutuhan nutrisi mereka.

ACT (Aksi Cepat Tanggap) sebagai lembaga kemanusiaan yang sampai hari ini terus berkomitmen memerangi virus ini menyalurkan 300 porsi makanan gratis kepada para petugas medis di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Aksi yang bertajuk OMG (Operasi Makanan Gratis) kali ini berasal dari penggalangan dana publik yang diinisiasi oleh selebgram Rachel Vennya @rachelvennya melalui platform KitaBisa. Aksi ini disambut baik oleh pihak Humas RSUP Wahidin dan diapresiasi oleh segenap warga rumah sakit yang turut merasakan ungkapan kasih ini.

St. Fatimah, selaku perwakilan Tim Logistik RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar yang secara simbolis menerima bantuan ini tak lupa. menyampaikan terimakasihnya yang mendalam.

“Terima kasih banyak kepada Ibu Rachel Vennya atas kebaikannya yang telah menyalurkan bantuan makanan melalui kolaborasi ACT dan Kitabisa.com. Makanan ini insyaAllah akan dinikmati oleh teman-teman kami yang bertugas di Infection Center IGD dalam upaya mereka melayani pasien yang tengah dirawat di RS kami,” pungkasnya.

Selain menyalurkan beberapa varian bantuan kepada insan-insan medis, ACT juga membuat beberapa program yang bersifat kuratif dan relief yang ditujukan kepada para pekerja sektor informal yang terdampak Covid-19, misalnya ojol, buruh, dan termasuk warteg menjadi sepi pelanggan sejak wabah ini merebak. Untuk penerima manfaat dari segmen ini, selain OMG ACT sejauh ini juga telah meluncurkan program OBG (Operasi Beras Gratis) dan OPG (Operasi Pangan Gratis). Aksi-aksi ini akan terus diimplementasikan sepanjang wabah ini ada dan tentu saja melibatkan partisipasi yang lebih luas dari para dermawan.

Faizal Agunisman selaku Branch Manager ACT Sulsel menyampaikan terimakasihnya yang mendalam kepada bangsa dermawan ini.

“Salah satu hikmah terbesar yang kita bisa tarik dari ujian ini adalah bahwa sensitivitas kemanusiaan kita semakin diasah. Bangsa ini menolak untuk menyerah pada Corona. Bangsa dermawan ini akan terus berjuang membersamai saudara-saudara kita dari paramedis dan dokter yang berjibaku di garda terepan dan saudara-saudara kita yang terdampak secara sosial dan ekonomi oleh wabah ini,” tutupnya.

Laporan: Mustafa Mathar
Editor: Muhammad Akbar