MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Laboratorium pusat pemeriksaan Corona Gaza, terpaksa tutup akibat kehabisan alat diagnosis Covid-19. Kementerian Kesehatan mengumumkan, Rabu (08/04), masih terdapat puluhan sampel yang belum diperiksa.

Juru Bicara Kemenkes Gaza, Asyraf Al-Qudrah, mengatakan, “Habisnya alat diagnosis Covid-19 menjadi tantangan bagi Pihak Kesehatan dalam melawan wabah Corona. Dan berpengaruh terhadap pemeriksaan akhir bagi mereka yang sedang berada di karantina.”

Kondisi juga bertambah buruk dengan berkurangnya 40 % obat-obatan dan 31 % perlengkapan medis.

Dalam hal ini Kemenkes berharap negara Internasional dan organsisai yang bergerak di bidang kemanusiaan agar tersentuh hatinya untuk membantu Palestina. Asyraf mengatakan kebutuhan mendesak Palestina saat ini berupa alat diagnosis virus, 100 alat bantuan pernafasan dan  140 tempat tidur untuk perawatan intensif.

Gaza dilaporkan telah membaskan sebanyak 1018 warga yang diwajibkan untuk melakukan karantina. Termasuk 233 tim medis dan pihak keamanan. Namun demikian mereka masih diwajibkan untuk mematuhi peraturan preventif dari pihak Kesehatan.

Sumber: Palinfo
Editor: Muh Akbar