Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, melaporkan jumlah orang dengan kelainan sekitar 100.000 orang. Mayoritas penyebab disorientasi seksi itu karena perilaku hidup bebas.

Terkait ibu rumah tangga di Bekasi mulai adalah-dengan kebijakan kebebasan interaksi di kalangan pria. Mereka menjadi khawatir jika salah satu membantah.

“Dari data yang ditampilkan di Dinkes Kabupaten Sukabumi, dikirim dari 2013 hingga September 2019 termasuk 862 kasus. Rincianya, 264 LSL, 146 Ibu Rumah Tangga (IRT), 136 lelaki beresiko tinggi, 107 wanita pekerja seks, 48 ​​anak, 37, pengguna napza suntik, 17 wanita, 14 pasangan beresiko tinggi, 93 lain-lain, “ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari yang dikutip dari sukabumiNews, Ahad (1/12/2019).

Ini adalah sekelumit berita tentang daerah di Jawa Barat yang terpapar penyimpangan seksual. Miris, di tengah isu radikalisme, ada peristiwa yang lebih buruk telah menggerogoti kehidupan manusia. Dan ini menjadi perhatian, karena teror penyimpangan yang lebih seksi dari yang dihabiskan untuk membahas tentang radikalisme di ruang-ruang ta’lim dan masjid.

Sungguh, kidung kebebasan telah dinyanyikan dari generasi ke generasi, turun temurun diwariskan. Ajaran bebas, lepas, mengganyang hiruk pikuk hidup manusia digerudukkan tanpa mengindahkan aturan. Kilauan dunia menggandeng para penikmat memenuhi syahwat birahinya. Manusia dibiarkan terbang bebas, lepas selepas-lepasnya, sesuka hawa nafsunya penuhi keinginannya. Kebahagiaan semu menghiasi seluruh relung lolos, bagai kuda lepas dari istalnya.

Mengapa bisa terjadi pada seseorang, ini karena bahwasannya tingkah Manusia menjadi mudah bertindak karena masih maksiat masih boleh-boleh saja selama di negerinya belum ada tindakan yang akan memberangus perilaku mereka.

Pemahaman ini sangat penting oleh paham tertentu dan yang cocok adalah liberalisme karena paham inilah yang menggunakan paham kebebasan yang tak terbatas. Paham yang memiliki prinsip bebas melakukan apa saja, tanpa butuh aturan, sesuai kemauan.

Paham yang membahas tentang sekulerisme yang hanya membutuhkan agama untuk ibadah mahdhah saja, sementara tentang kehidupan di dunia, manusia (memerlukan) bebas sesuai dengan kehendaknya, tanpa ada campur tangan agama untuk umat manusia yang dibagikan membutuhkannya sendiri, tanpa ada landasan yang pasti, kebobrokan dan keborokan hidup akhirnya membuat luka bernanah penuh nista dan dosa.

Islam Sebagai Solusi.

Dari lebih banyak dari yang ditransfer seksi, yang berlalu lalang dalam tatanan hidup manusia, yang menjadi tuhan bermunculannya penyakit-penyakit menular seksual, tidak ada upaya lain agar tak menularkan pada yang lain dengan bantuan yang disediakan dari islam, karena islam menyediakan solusi promotif, preventif , dan sistemik.

Secara promotif , Islam mengijinkan seorang muslim untuk mendapat kehormatannya.  Meninggikan derajat dan martabatnya untuk beriman dan bertaqwa, dengan penjagaan manusia ini tidak akan melakukan tindakan yang dilaknat Allah.

Karena penyimpangan seksi sangat menentang Allah. Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2915) dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, maka Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda:  “Allah melaknat siapa saja yang melakukan seperti halnya para nabi Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang melakukan seperti melakukan kaum Nabi Luth, dia sampaikan sampai tiga kali. “[Dihasankan Syaikh Syu’aib Al-Arna`uth].

Manusia dipromosikan Surga jika mereka bertaqwa dengan segera. Membuka firman Allah SWT: “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya meliputi langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran: 133)

Secara preventif, Islam memiliki metode yang dapat mencegah penyimpangan agar tidak menular yang lainnya. Islam mengharamkan perbuatan penyimpangan dan sejenisnya yang merusak akal. Oleh karena itu Islam juga memberikan hukuman yang tegas bagi pelakunya.

Negara pun memberantas sarana-sarana maksiat yang diarahkan pada penyimpanngan seksi sarana-sarana yang menghantarkannya seperti tontonan, lokalisasi, klub malam, diskotik, dan sejenisnya. Tidak akan ada sarana-sarana yang dapat digunakan untuk memudahkan bermaksiat.

Oleh karena itu penting untuk melakukan hal-hal sebagai berikut sebagai langkah preventif:

-Hilangkan tantangan-tantangan yang dikembangkan di tengah-tengah masyarakat yang mengatasnamakan kebebasan pribadi dan berekspresi penyimpangan yang tetap mendapat tempat tersebut. Dan berharap ini tidak boleh (haram) dikembangkan di masyarakat.

– Secara individual menjauhi hal-hal yang dapat mengundang hasrat melakukan penyimpangan seksual. Islam sangat memperhatikan fitrah manusia. Terkait masalah ini.

Rasulullah bersabda: ”Jangan melihat laki-laki melihat laki-laki, jangan melihat perempuan melihat laki-laki. Janganlah seorang laki-laki tidur dengan laki-laki dalam satu selimut, begitu juga janganlah perempuan tidur dengan perempuan dalam satu selimut. ”(HR. Muslim).

Laki-laki yang melihat laki-laki setiap perempuan yang melihat laki-laki akan terangsang. Ini adalah bibit penyimpangan seksual. Lebih jika tidur dalam satu selimut. Islam sangat ketat mengatur hal tersebut. Bahkan, dimulai sejak anak baligh. Bahkan, adik dan kakak yang sudah sama-sama baligh tidak boleh melakukannya.

– Hilangkan berbagai hal di tengah masyarakat yang dapat diakses orang untuk mencoba-coba. Misalnya, hentikan pornografi terkait homo dan lesbi. Kini, di dunia maya berkeliaran promosi tentang itu. Tayangan penyimpangan seks seksi dengan mudah ditonton lewat media sosial.

Bahkan, promosi homo dan lesbi di media termasuk TV terus gencar dilakukan. Penampilan laki-laki menggantikan perempuan atau perempuan menggantikan lak-laki semakin menggila, padahal Islam memakainya.

”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam melarang laki-laki yang meniru perempuan, dan perempuan yang meniru laki-laki” (HR. Bukhari).

Ujungnya laki-laki merasa sebagai perempuan yang karenanya lebih melampiaskannya dengan sesama laki-laki. Pemerintah dalam aturan Islam harus mengeluarkan kebijakan tentang tegas terkait hal ini.

– Permudah pernikahan. Terkadang ada rasa takut menikah. Orang tua tidak setuju nikah usia muda dengan alasan belum mapan. Biaya pernikahan pun tinggi. Sementara itu, gejolak seksual besar akibat berbagai rangsangan yang ada. Pada sisi lain, ada kekhawatiran hamil di luar nikah. Jalan keluarnya, ada yang mengambil jalan menjadi homo dan lesbi.

Untuk itu orang tua dan pemerintah perlu mempermudah pernikahan. Dorong untuk nikah dini. Negara harus memfasilitasi. Bukan malah menghalang-halangi nikah usia muda. Rasulullah SAW memerintahkan menikah pada saat usia masih muda (HR. Muttafaq ’Alaihi).

Secara sistemik, terapkan hukuman. Bila berbagai pencegahan telah dilakukan tetapi tetap juga terjadi aktivitas penyimpangan seksual, maka pengadilan dalam pemerintahan Islam menerapkan hukuman sesuai syariah terhadap mereka.

Perbuatan tersebut terkategori perbuatan kriminal. Bila pengadilan menemukan bukti dan diputuskan di pengadilan, hukuman bagi para pelakunya adalah hukuman mati. Hal ini didasarkan kepada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda:

”Siapa saja yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth (liwath) maka hukum matilah baik yang melakukan maupun yang diperlakukannya.” (HR. Al-Khomsah kecuali an-Nasa’i).

Selain itu, para sahabat telah berijma’ bahwa hukuman bagi mereka adalah hukuman mati. Imam Baihaki meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang terkait seorang laki-laki yang menggauli sesama lelaki sebagaimana menggauli perempuan. Beliau bertanya kepada para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam. Semuanya sepakat pelakunya dijatuhi hukuman mati (Lihat, Abdurrahman al-Maliki, Nizham al-’Uqubat, hal. 80-82).

Demikianlah, tak ada aturan yang lebih baik dibandingkan dengan aturan dari Dzat yang telah menciptakan manusia, yakni Allah Subhanahu Wata’ala subhanahu wa ta’ala yang mampu menyelesaikan permasalahan ini.

“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah Subhanahu Wata’ala bagi orang-orang yang yakin?” (QS al-Maidah: 50).

***********

Penulis: Ummu Azkia Fachrina

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)


@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media