Tahun 15 H tentang peristiwa benteng Agnadin. Amru bin Ash sedang dalam perjalanan bersama pasukannya. Abdullah bin Amru, sang anak berada di sebelah kanannya dan Junadah bin Tamim Al-Maliki berada di sebelah kirinya. Ia telah mewakilkan pemerintahan Yordania kompilasi itu kepada Abul A’war As-Sulami.

Sesampainya di Ramalah, dia mendapati sepasukan besar yang dipimpin oleh Artabon. Ia adalah orang Romawi yang paling cerdik, paling pintar, dan paling licik. Ia telah memindahkan pasukan yang sangat besar di Ramalah dan Ila ‘. Amru pun mengirim surat kepada Umar bin Khatthab untuk mengabarkan hal itu. Umar pun membacanya dan berkata, “Aku telah menghadapkan Artabon Arab dengan Artabon Romawi, lalu lihatlah siapa yang lebih unggul.”

Amru bin Ash mengirim Al-Qamah bin Hakim Al-Farasi dan Masruq bin Bilal Al-‘Aki untuk menyerang Ila ‘. Kirim Abu Ayyub Al-Maliki untuk menyerang Ramalah yang sedang dilanda perang. Tujuan menyerang kedua kota ini adalah untuk mengalihkan perhatian mereka dari Amru bin Ash dan pasukannya. Saat bantuan dari Umar telah sampai ke Amru bin Ash, ia pun mulai membaginya; kumpulan pasukan yang dikirim kepada pasukan musuh dan pasukan yang lain menuju pasukan musuh yang lain.

Amru bin Ash tinggal di benteng Agnadin. Namun, ia belum bisa mengetahui kelemahan Artabon dan orang-orang yang diutusnya pun belum puas. Akhirnya ia pergi sendiri untuk mengundang Artabon seakan-akan meminta izin untuk meminta apa yang diinginkan Artabon dan mendengarkan perkuatannya serta membuka benteng pertahanannya memahami apa yang sedang dilakukan.

Ketika itu Artabon berkata dalam hati, “Demi Allah, ini pastilah Amru, atau ia adalah orang yang meminta pendapat Amru. Dengan membunuhnya aku telah melakukan serangan yang paling telak. “

Kemudian Artabon mengundang seorang penjaga dan membisikinya sesuatu, memerintahkannya untuk membunuhnya. “Pergilah dan tunggulah di tempat ini dan itu. Jika orang ini (Amru) lewat, terpaksalah ia, ” perintahnya kepada para pengikutnya.

Namun Amru mengerti rencana tersebut dan berkata kepada Artabon, “Wahai tuan, seharusnya aku telah mendengar perkataan Anda dan Anda pun telah mendengar perkataanku. Aku hanya salah satu dari dua belas utusan Umar bin Khatthab untuk meminta bantuan dari negara ini untuk melihat urusan-urusannya. Saya sangat ingin mengajak Anda membicarakannya agar mereka mendengarkan perkataan Anda dan melihat pendapat Anda. ”

Artabon menjawab, “Boleh, bawalah aku kepada mereka.”

Lalu Artabon memanggil laki-laki bawahannya dan membisikinya, “Pergilah kepada si fulan (penjaga) dan cegahlah tindakannya.”

Amru pun berdiri lalu pergi ke pasukannya. Barulah Artabon mewujudkan bahwa yang telah disetujui tersebut adalah Amru bin Ash.

Ia berkata, “Orang itu telah memperdayaku. Orang itu, demi Allah, adalah orang Arab yang paling cerdik (sedangkan di dalam konteks AthThabari, ‘Makhluk yang paling cerdik’). “

Saat berita sampai ke Umar, ia berkata, “Amru bin Ash memang hebat.”

***********

Penulis: Dhani El_Ashim

Sumber: Ajaib wa Tharaif Ibrat-Tarikh karya Hasan Ramadhan

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here