Pendidikan anak merupakan suatu pertentangan yang tidak perlu dipertanyakan oleh orang tua atau orang lain. Karena anak merupakan investasi jangka panjang kedua orang tuanya. Jika kedua orang tua salah dalam pendidikan, maka investasinya pun akan rusak atau hancur. Mendidik anak juga merupakan yang Allah Ta’ala bebankan kepada kedua orang tua. Allah Ta’ala berfirman,

يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون

” Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan . “(QS. Di Tahrim [66]: 6)

Nabi llallahu ‘alaihi wa allam bersabda,

كلكم راع, وكلكم مسؤول عن رعيته فالرجل راع في أهله ومسؤول عن رعيته , والمرأة راعية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها …

“ Setiap kamu menjadi pemimpin dan akan membahas apa yang dia pimpin. Seorang lelaki merupakan pemimpin bagi rakyat dan dia pun akan bertanya tentang kepemimpinannya. Seorang wanita merupakan pemimpin di rumah yang memutuskan dan dia pun akan bertanya tentang kepemimpinannya … “(HR. Bukhari no. 2554 dan Muslim no. 1829)

Inilah salah satu faktor yang melatarbelakangi kami menyajikan berbagai diskusi tentang pendidikan anak.

Faktor ke dua yang mendorong kami untuk menulis pembahasan ini adalah kami melihat meminta pembahasan masalah ini dengan bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita mungkin lebih suka membaca masalah pendidikan anak dari literatur Barat atau menulis orang kafir. Karena bukan berarti tulisan atau teori mereka semuanya salah dan tidak perlu diikuti, karena Islam adalah agama yang diminta untuk diambil secara adil. Akan tetapi, bisa jadi sebagian teori ini yang sebetulnya tidak sesuai atau malah bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebagai agama yang sempurna, kita percayaini semua aspek kehidupan kita, baik untuk kesejahteraan dunia akhirat, telah disetujui oleh Islam, termasuk dalam masalah pendidikan anak-anak untuk memperoleh generasi Muslim yang unggul dan bertakwa.

Serial ini merupakan ringkasan dari kitab Fiqh Tarbiyatul Abna ‘wa Ma’ahu Nukhbatu min Nashoihul Athibba’ karya Syaikh Musthafa Al-‘Adawi hafizhahullah [1] Buku ini memuat permasalah an seputar pendidikan anak dan beberapa saran pilihan dari para dokter. Dalam seri serial ini kami banyak mengambil faidah dari rekaman tinjauan guru kami, Ustadz Aris Munandar, SS., MPI. hafizhahullah yang saat ini sedang membahas kitab ini dalam salah satu majelis rutin beliau setiap pekan.

Mudah-meminta serial ini bermanfaat, terutama untuk kami dan kemudian untuk seluruh kaum muslimin.

Hidayah hanya Milik Allah Ta’ala

Hal pertama yang harus kita ketahui sebagai orang tua adalah Sang Pemberi Hidayah sebagai Allah Ta’ala Usaha yang ayah dan ibu lakukan adalah mengambil alasan dan menunaikan tuntutan yang Allah Ta’ala bebankan kepada kita, para orang tua. Selebihnya adalah hak Allah Ta’ala karena Dia-lah yang akan memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki Nya. Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

” Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi .” (QS. Al – A’r f [7]: 178)

فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ

“ Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberikan petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Maka janganlah kamu berlebihan dalam bersedih terhadap mereka . “(QS. Faathir [35]: 8)

وَلَوْ شِئْنَا لَآَتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا

“ Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami akan memberikan petunjuk kepada setiap orang . “(QS. As – Sajdah [32]: 13)

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآَمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا

” Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang yang ada di muka bumi ini beriman sepenuhnya .” (QS. Yunus [10]: 99)

يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ

“ Allah memberikan petunjuk kepada cahaya-Nya bagi siapa pun yang Dia kehendaki .” (QS. An – Nuur [24]: 35)

وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“ Dan Allah memberikan petunjuk kepada siapa pun dikehendaki Nya kepada jalan yang lurus . ” (QS. An – Nuur [24]: 46)

Unduh sekarang

“ Katakanlah, ‘Milik Allah lah hujjah yang jelas lagi kuat. Maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kalian semuanya . ‘ “(QS. Al – An’am [6]: 149)

Lihatlah apa yang diminta Nabi Nuh ‘alaihis salaam untuk kaumnya,

ولا ينفعكم نصحي إن أردت أن أنصح لكم إن كان الله يريد أن يغويكم هو ربكم وإليه ترجعون

“ Dan nasihat yang bermanfaat bagiku jika aku meminta nasihat kepadamu, sekiranya Allah meminta kamu menyesatkan . Dia adalah Tuhanmu dan untuk – Nya lah kamu pergi . “(QS. Huud [11]: 34)

Terima pula, sapa Nabi Isa ‘ alaihis sala m,

قال إني عبد الله آتاني الكتاب وجعلني نبيا (30) وجعلني مباركا أين ما كنت وأوصاني بالصلاة والزكاة ما دمت حيا (31) وبرا بوالدتي ولم يجعلني جبارا شقيا

“ Nabi Isa berkata, ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikanku seorang nabi. Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi [2] di mana saja aku berada. dan Dia meminta kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Serta berbakti kepada ibuku. Dia tidak membuat aku menjadi kasar lagi celaka . “(QS. Maryam [19]: 30-32)

Maka perhatikanlah siapa kah Yang memberikan Al – Kitab? Siapakah yang menjadikan dia sebagai seorang Nabi? Siapakah yang menjadikan dia orang yang diberkahi? Dan siapa kah yang menjadikan dia orang yang tidak kasar dan celaka?

Jawab sebuah nya tentulah Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Lihat pula contoh anak durhaka kepada kedua orang tuanya dan juga ingkar kepada Allah Ta’ala mengundang ikut dalam Al Qur’an,

والذي قال لوالديه أف لكما أتعدانني أن أخرج وقد خلت القرون من قبلي وهما يستغيثان الله ويلك آمن إن وعد الله حق فيقول ما هذا إلا أساطير الأولين (17) أولئك الذين حق عليهم القول في أمم قد خلت من قبلهم من الجن والإنس إنهم كانوا خاسرين

” Dan orang yang mengatakan kepada kedua orang tuanya,” Uff [3] atas kalian berdua, apakah kalian berdua setuju tentang aku akan dibangkitkan, padahal apakah harus melewati beberapa umat sebelumku? ‘ Lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, ‘Celaka kamu, berimanlah Engkau (terhadap hari dibangkitkan, pena.)! Sesungguhnya Janji Allah adalah benar ‘. Lalu dia berkata, ‘Itu bukan cerita lain dusta orang-orang dahulu belaka’. Mereka adalah orang-orang yang pasti memiliki ketetapan (azab) atas mereka yang beragama-umat yang memiliki peradaban sebelum mereka dari antara bangsa jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi ”. (QS. Al – Ahq f [46]: 17-18)

Siapakah yang menjadikan dia sesat? Siapakah yang menyimpangkannya?

Jawabannya tentulah Allah Subhanahu wa Ta’ala saja.

Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan Hati, tetapkanlah hati kami di atas agama Mu. Wahai Dzat Yang Memalingkan Hati, hati yang palingkanlah kami menuju ketaatan kepada Mu. Perbaikilah keturuan kami, ajukan kepada kami istri dan utas yang menyejukkan jiwa dan teladan bagi orang-orang yang bertakwa …

____

[1] Biografi singkat dapat dilihat di tautan berikut ini:

https://rumaysho.com/3000-ilmuwan-yang-menjadi-ulama-3.html

[2] Ibnu Katsir ra himahullah mengutip perkataan Mujahid, ‘Amru bin Qois dan Ats – Tsauri ra himahumullah kompilasi menjelaskan maksud diberkahi pada ayat ini. Allah Ta’ala menjadikan Nabi Isa sebagai orang yang diberkahi maksudnya ia dibuat sebagai orang yang mendapat manfaat (pena) dan amal perbuatan, pena.) Di manapun ia berada. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5: 229)

[3] Perkataan “ Uff  maksudnya aku bosan dengan kalian berdua. Lihat Tafsir Jalalain , hal. 515]

**********

Bersambung, Insya Allah…

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Penulis: Aditya Budiman dan M. Saifudin Hakim
Rujukan: Fiqh Tarbiyatul Abna ‘wa Ma’ahu Nukhbatu min Nashoihul Athibba’ karya Syaikh Musthafa Al-‘Adawi

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

_______________________________

@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here