Menyambut Hari Guru, 25 November 2019, dikunjungi Selamat Mendikbud Nadiem Makarim di internet. Di awal pidatonya, Nadiem mengumumkan, ia ingin berbicara apa yang hadir, dengan hati yang tulus, untuk semua guru di Indonesia dari Sabang hingga Merauke. “Guru Indonesia yang tercinta, tugasmu adalah termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membuat masa depan bangsa, tetapi lebih sering sesuai dengan pertolongan, ”kata Menteri Nadiem.

Ada beberapa poin penting dalam sambutan Mendikbud menyambut Hari Guru. Diantaranya adalah:

(a) Guru ingin membantu siswa yang memenuhi syarat di kelas, tetapi harus menyelesaikan tugasnya tanpa bantuan yang jelas.

(B) Guru tahu betul tentang potensi anak tidak dapat menerima dari hasil ujian, tetapi meminta angka karena didesak dari berbagai kepentingan.

(C) Guru ingin mengajak siswa keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu penuh menutup pintu petualangan.

(d) Guru frustasi karena tahu di dunia kemampuan nyata dan berkolaborasi akan menentukan keberhasilan anak, bukan kemampuan menghafal.

(e) Guru tahu setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, tetapi keseragaman telah memperoleh keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

(f) Guru ingin setiap murid terinspirasi, tetapi guru tidak berhak mendapat kepercayaan untuk berinovasi.

“Saya tidak akan membuat Janji-janji kosong untuk Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk belajar di Indonesia, ”begitu janji Menteri Nadiem.

*****

Kita menunggu persetujuan Menteri Nadiem tersebut. Insan pendidikan pasti memperbaiki kunci pendidikan nasional adalah perbaikan kualitas guru. Pahlawan Nasional dan Pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Mohammad Natsir – mengutip Dr. GJ Nieuwenhuis – menyatakan, “Setiap bangsa tidak akan maju, sebelum ada di negara itu segolongan Guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.”

            Dalam acara Pengajian Alumni HMI UI tahun 1960 dan 1970-an di Jakarta, ada yang bertanya tentang masa depan pendidikan di era Menteri Nadiem. Saya jawab, “Jika Mendikbud Nadiem bisa menyederhanakan birokrasi pendidikan dan memberikan kebebasan kepada guru untuk mengajar dan mendidik, itu sudah bagus. Sebab, tantangan di lapangan menantang berat. ”

Adab guru-murid

            Masalah pendidikan kita yang paling mendasar sebenarnya sederhana: terletak adab guru dan murid ( kehilangan adab ). Inilah akar masalah pendidikan kita, dan bahkan – menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas – menjadi akar krisis yang melanda umat Islam. Di Nusantara, banyak buku adab guru dan murid karya para ulama kita.

Di Jakarta, misalnya, Mufti Betawi Sayyid Utsman menulis buku Adabul Insan – satu buku kecil huruf Arab Melayu yang cocok dibaca pada anak-anak tingkat sekolah dasar. Tokoh Persatuan Islam (Persis), A. Hassan menulis buku berjudul ” Kesopanan Tinggi ” dan “Hai Putraku”, tahun 1946, yang sampai sekarang belum diterbitkan menjadi buku. Sastrawan besar kita, Raja Ali Haji, menulis buku “Gurindam 12” , yang memberikan panduan adab untuk diri sendiri, keluarga, pemimpin, bahasa, Nabi, juga Allah SWT.

Salah satu Kitab Adab guru dan murid yang terkenal adalah kitab ” abuldabul ‘Ālim wal-Muta’allim” karya KH Hasyim Asy’ari. Pesantren Santri-santri Attaqwa Depok, tingkat SMP, harus mengkaji kitab ini, disamping harus mengkhatamkan kitab ” Gurindam 12″ . Sementara mereka dikirim selama satu bulan ke Jawa Timur untuk mengkaji buku adab guru dan karya siswa KH Hasyim Asy’ari ini.

Sebab, menurut Syekh az-Zarnuji, penulis Kitab “ Ta’limul Muta’allim” , banyak orang mencari ilmu, dan akhirnya tidak dapat ilmu yang bermanfaat, karena salah niat dan salah jalan. Maksudnya, tidak beradab dalam mencari ilmu.

Sebagai contoh, dalam ” Ādabul ‘Ālim wal-Muta’allim”  Kyai Hasyim Asy’ari menyebutkan jumlah adab yang harus dijalani oleh guru. Misalnya, guru harus selalu mendekatkan diri ( taqarrub ) kepada Allah, memiliki rasa takut kepada Allah, rendah hati ( tawadhu ‘ ), khusyu’ dalam ibadah, mentaati hukum Allah, menggunakan ilmunya dengan benar, zuhud (tidak cinta dunia), selalu mensucikan jiwanya, menegakkan sunnah Rasul, dan sebagainya.

Tapi, bukan hanya guru yang harus beradab. Murid pun harus beradab. Diantara adab yang harus dimiliki oleh pelajar: senantiasa meminta hati dari segala penyakit hati, seperti kedengkian, akidah dan akhlak yang rusak, ikhlas dalam mencari ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak sesuai harapan duniawi. Pelajar juga harus puas tentang kehidupan yang sederhana, mampu mengatur waktu dengan baik, mengurangi makan dan minum, sedikit tidur, pandai memilih teman yang baik, dan sebagainya.

Pelajar juga dinasehatkan oleh Kyai Hasyim Asy’ari untuk berhati-hati dalam memilih guru. Pelajar harus selalu memohon petunjuk pada Allah: kepada guru siapa pun ia harus mencari ilmu. Pelajar pun mentasiati mentaati gurunya, laksana pasien mentaati nasehat dokternya. Pelajar jangan lupa layanan dan guru keutamaan. Ia perlu terus mendoakan gurunya, baik kompilasi hidup atau selesai wafatnya.

Konsep penanaman adab dalam diri seorang pelajar ( penanaman adab ) inilah, yang oleh Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, disebut sebagai ” elemen dasar pendidikan .” Jika elemen yang paling mendasar ini didasarkan pada pendidikan kita, maka tak ada lagi Yang Namanya “Pendidikan” ( opvoeding )? Bisa jadi tinggal belajar ( onderwijz ), atau pelatihan!

Ajaran para ulama Nusantara tentang adab ini bukan hanya ” kearifan lokal “, tetapi ” kearifan universal ” – yang lebih mendasar dan komprehensif dalam menciptakan manusia unggul, memahami konsep karakter Thomas Lickona!

Percayalah Pak Menteri! 

***********

(Depok, 25 November 2019)

Penulis: Dr. Adian Husaini

(Pendiri INSISTS, Ketua Program Doktor UIKA Bogor, Penulis Buku dan Pendiri Pesantren At-Takwa Depok)

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

_______________________________

@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media

Tinggalkan Balasan