During

MUJAHIDDAKWAH.COM, AMERIKA – Seratus mahasiwa Fakultas Hukum Harvard University pada Rabu (14/11/2019) melakukan aksi walkout saat Konsul Jenderal Israel di New York, Dani Dayan menyampaikan kuliah umum di kelas mereka.

Dayan terkejut ketika dia akan memulai ceramahnya tentang “Strategi Hukum Permukiman Israel di Palestina yang Diduduki”, tiba-tiba para mahasiswa yang telah mengisi ruang kuliah berdiri dan mengangkat poster bertuliskan “Permukiman adalah kejahatan perang”, lalu mereka berjalan keluar kelas.

Dayan yang kecewa lalu bergumam dan menyindir aksi mahasiswa tersebut. “Aku ingat melakukan ini di TK,”  katanya.

Salah seorang mahasiwa yang mengikuti aksi walkout, Samer Hjour, mengatakan, aksi dadakan itu dilakukan setelah para mahasiwa mendengar kabar adanya utusan Israel yang akan mengisi kelad mereka.

“Aksi 1oo orang walkout sekaligus ini sangat meninggalkan dampak serius. Kami merencanakan ini dan butuh banyak waktu, tapi kami memiliki tim di sekolah ini dan mencari orang untuk membantu kami mewujudkannya,” kata Samer kepada media, Rabu (14/11/2019).

Dayan adalah penasehat utama pendirian dan pemeliharaan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Dia menjabat sebagai Ketua Dewan Yesha, sebuah aliansi permukiman ilegal Israel dari 20017 hingga 2013. Dia kemudian ditunjuk sebagai Kepala Utusan Asing, satu-satunya perwakilan resmi dari gerakan penyelesaian ilegal ke komunitas internasional.

Ini bukan pertama kalinya pejabat Israel atau tokoh pro-Israel dipermalukan mahasiswa dan aktivis di acara-acara di universitas. Beberapa dari tokoh itu justru menuduh para mahasiswa telah menindas kebebasan berbicara.

Pada bulan Mei tahun lalu, mantan Duta Besar AS untuk Israel yang sangat pro-Israel Nikki Haley berpidato di Universitas Houston, diinterupsi oleh para pemrotes yang berteriak, “Nikki Haley, darah ada di tangan Anda!”

Meskipun Israel membangun permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang melanggar hukum internasional dan juga dianggap sebagai kejahatan perang, namun permukiman tersebut terus dibangun dan diperluas, dengan sekitar 650.000 warga Israel saat ini tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Permukiman itu dibangun dengan mengorbankan rumah-rumah, desa-desa dan seluruh lingkungan Palestina baik dievakuasi dan ditempati atau dihancurkan dan diganti, meninggalkan pemilik sah mereka miskin.

_______________________________

@Yuk Dukung MUJAHID DAKWAH dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH (0719501842) An. Akbar
  • KONFIRMASI DONASI hubungi : 0852-9852-7223
🖥 DONASI MUJAHID DAKWAH MEDIA

Baca Selengkapnya : https://mujahiddakwah.com/2018/09/donasi-mujahid-dakwah-media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here