MUJAHIDDAKWAH.COM, PAPUA – Dokter Hisbullah Amin, seorang tenaga medis dari Para Relawan Indonesia (PRI), yang sempat berada di Wamena, Papua, mengabarkan tentang kondisi terkini dari lokasi konflik.

Menurut dokter spesialis anestesi itu, Wamena seperti kota mati, tanpa aktivitas sama sekali.

“Pengungsi masih standby di Bandara Wamena, yang menunggu penerbangan. Jumlahnya tinggal sedikit, karena sebagian besar sudah diterbangkan ke Sentani, Jayapura, dengan pesawat Hercules milik TNI AD dengan daya angkut 1000 orang per hari,” ujarnya, Selasa (1/10).

Hisbullah menyebut, di Sentani, pengungsi tersebar dan dilayani oleh paguyuban masing-masing sesuai asal daerah.

“Adapun yang tidak memiliki tujuan shelter (semacam tempat penampungan), mereka ditempatkan di Masjid Raya Sentani,” ujarnya

Hisbullah, yang sudah sering bertugas di wilayah konflik menangani bidang medis, melanjutkan pemantauan sekaligus pembagian bantuan bahan pangan di Jayapura, kemudian balik ke Kota Makassar, sore ini.

Wamena, selama beberapa pekan terakhir, dilanda tragedi kemanusiaan. Dikabarkan, sudah puluhan orang meninggal, ratusan terluka, dan ribuan warga pendatang terpaksa mengungsi, karena diusir dan diancam oleh sebagian besar warga setempat yang sebelumnya melakukan unjuk rasa disertai perusakan, pembakaran, bahkan pembunuhan.

Laporan: Irfan Abdul Gani

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here