Setelah melewati masa kepengurusan selama 2 tahun, Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) akan menggelar Muktamar ke III bertujuan untuk pergantian kepengurusan baru selama 2 tahun kedepan. Sampai berita ini dimuat team, Mujahid Dakwah belum mengetahui pasti tentang tempat dan waktu akan laksanakannya Muktamar ke III ini, namun diberbagai media telah tersebar logo Muktamar ke III nya. Berikut maknanya..

Bentuk utama logo terinspirasi dari tutup kepala khas Makassar, Passapu, yang pada zaman perjuangan kemerdekaan dipakai oleh para Kesatria, termasuk diantaranya adalah pahlawan Nasional Indonesia, Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape yang terkenal dengan sebutan Sultan Hasanuddin.

Passapu adalah destar yang terbuat dari kain tenun berbahan katun. Motifnya biasa disebut “Cura Ca’di”. Ada yang di tenun dengan warna merah polos atau hitam. Passapu dipakai dalam pergaulan sehari – hari oleh para anak karaeng (bangsawan) dan para tubaranina (ksatria) suku Makassar pada zaman kerajaan.

Passapu pada masa Kesultanan Gowa menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan kolonial yang saat itu didominasi oleh VOC. Sultan Hasanuddin yang akrab dengan Passapu merahnya pada tahun 1666-1669 pernah terlibat konfrontasi dengan tentara penjajah VOC dalam perang laut yang bertajuk Perang Makassar, dan merupakan perang terbesar VOC di abad ke-17.

Semangat perjuangan inilah yang kemudian menginspirasi Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Lidmi) untuk melakukan gerakan juang dalam hakikat yang sama, menutup dominasi penjajahan gaya baru peradaban Barat dengan masuknya nilai-nilai dan propaganda barat dalam sendi-sendi kehidupan bangsa, salah satunya adalah Pendidikan.

Lidmi melihat semua permasalahan bangsa yang terjadi tidak lepas dari penjajahan gaya baru ini, dengan masuknya berbagai bentuk pelemahan kepada karakter anak bangsa. Diantaranya adalah virus sekularisme yang menyasar setiap jengkal jiwa generasi penerus. Inilah yang menyebabkan Peradaban bangsa, bahkan Islam, jauh dari simpul masa keemasannya yang pernah ada di abad pertengahan.

Maka dengan tema “Berpikir, Bergerak, Berkarya untuk Indonesia yang Beradab”, Lidmi berupaya untuk menjadikan momen muktamar sebagai hulu perjuangan perbaikan terhadap permasalahan-permasalahan bangsa yang ada.

Laporan: Rustam Hafid
(Kadep. Infokom PP LIDMI)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here