Para santri Walesi yang masih tinggal di pondok

MUJAHIDDAKWAH.COM, WAMENA – Para santri di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Kampung Walesi, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua sedang larut dalam aktivitasnya pada Jumat (5/10) itu. Beberapa santriwati bermain bola voli di lapangan, anak-anak SD berkejaran, sementara yang lainnya hanya duduk-duduk sambil menikmati pagi dingin di Bumi Cenderawasih.

Aktivitas itu mendadak berhenti ketika Aksi Cepat Tanggap (ACT) datang membawa beberapa bantuan logistik untuk mereka tepat di depan gapura masuk pondok. Satu per satu santri berkejaran menghampiri kendaran yang datang itu dan membawa bantuan makanan itu masuk ke dalam bangunan pondok dengan riang.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih sekali karena kebutuhan mendesak anak-anak jadi bisa terpenuhi, seperti lauk pauk. Jadi kalau tidak ada ACT, bagaimana mau memenuhi kebutuhan mereka? Karena untuk saat ini kita tidak bisa turun ke kota karena Wamena sedang lumpuh untuk saat ini,” kata Mawaddah, salah satu ustazah di Pondok Pesantren Al-Istiqomah.

Ustazah Mawaddah telah mengajar di Walesi semenjak tiga tahun lalu, jauh dari kampung halamannya di Tanah Madura sana. Sampai saat ini ia terus mengajar setingkat santriwati  Madrasah Tsanawiyah yang mayoritas berasal dari Walesi, Kota Wamena. Begitu juga dengan Hendra, salah satu ustaz yang mengajar anak-anak setingkat Madrasah Ibtidaiyah.

“Saat ini jumlah santri kita sekitar 64 orang. Kalau sekarang memang sedang berkurang karena situasi seperti sekarang ini. Banyak yang dijemput orang tuanya, nanti mereka kembali lagi kalau sudah aman,” kata Hendra.

Selama anak-anak ini tinggal di pondok, kata Hendra, pihak pondok lah yang membiayai mereka meski seada-adanya. Mereka tak punya donatur tetap, tetapi ada saja para dermawan yang kerap berdonasi untuk mereka sejak Pondok Pesantren Al-Istiqomah mulai berjuang sekitar tahun 1980-an.

“Walaupun tidak ada donatur tetap di sini, tapi alhamdulillah anak-anak masih bisa makan walaupun seadanya karena ada saja orang-orang dermawan yang memberi. Soalnya semuanya ditanggung sendiri di sini. Baik segi makanan, pakaian, dan kebutuhan lain kita yang tanggung,” ujar Hendra.

Oleh karena kondisi di pondok yang demikian, respons positif atas bantuan dari ACT ini datang juga dari Abu Hanifah Asso selaku Wakil Ketua serta Pembina Pondok Pesantren Al-Istiqomah, terutama dalam situasi Wamena sekarang. Ia berterima kasih serta berharap bantuan dari para dermawan lewat ACT ini dapat menjadi amalan baik.

Mengenai konflik yang baru saja melanda Wamena, Abu Hanifah juga turut mengajak umat muslim untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal, apapun latar belakangnya. Menurutnya, kerja sama dan toleransi sangat diperlukan agar pembangunan yang dilakukan di Papua biasa berjalan dengan lancar.

“Kita ingatkan bahwa Islam itu tidak diajarkan untuk bertentangan dengan agama yang lain. Negara yang kita cintai ini Indonesia, yang berdasar dan berasas Pancasila. Oleh karena itu, semoga kita semua bisa bekerja sama, sehingga pembangunan di Papua umumnya, dan khususnya di Kabupaten Jayawijaya ini bisa membaik,” kata Abu Hanifah.

Satu dampak penting yang diharapkan dari pembangunan tersebut, kata Abu Hanifah, adalah bagaimana nantinya anak-anak di Papua dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Selain itu, ia juga berharap agar pondok pesantren di Walesi ini dapat setara perkembangannya dengan apa yang ada di Pulau Jawa.

“Yang penting harapan kami untuk saudara-saudara kami di Walesi ini, bagaimana anak-anak kami bisa mengenyam pendidikan dengan baik dan bagaimana pembangunan yang ada juga bisa berjalan dengan lancar. Sehingga, kita bisa merasakan seperti pengembangan pondok-pondok yang ada di Jawa bisa kami rasakan juga di kampung ini,” kata Abu Hanifah. []

Laporan: Akbar/ACT

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here