MUJAHIDDAKWAH.COM, PEKANBARU – Relawan Wahdah Peduli (WP) Muhammad Syukri Turusi melaporkan hasil pemantauan pihaknya, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau belum padam, bahkan asap semakin pekat hingga kualitas udara menyentuh level berbahaya.

Wakil ketua WP Pusat ini menuturkan, pihaknya telah menurunkan Relawan Medis untuk memberikan bantuan pengobatan dan terapi oksigen kepada korban bencana Karhutla, yakni warga Desa Segati, kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, kabupaten Pelalawan, Riau.

“Desa dan kecamatan ini merupakan pusat titik api terparah di Riau, dan dari hasil pemeriksaan Team Medis kami, terdapat 17 pasien penyakit ISPA dampak dari kabut Asap Karhutla,” ujar Syukri, Rabu (25/9/2019).

Posko medis WP menemukan tiga orang pasien terindikasi ISPA akut dan kemudian mendapatkan terapi oksigen, antara lain Nurlela purba (68), Misman (56), Samiani (47).

“Alhamdulillah setelah mendapatkan pengobatan dan terapi oksigen ketiga pasien merasa lebih baikan dan pernafasan lebih lancar,” ujar Kaharuddin, relawan Medis WP.

Bantuan tim medis ini kemudian disambut baik oleh pasien, salah satunya adalah ibu Nurlela. Dia mengucapkan terimakasih yang mendalam atas bantuan relawan. “Semoga nanti balik lagi kesini mengobati anak-anak disini, karena banyak yang terserang batuk pilek, itu si Ratna salah satu cucu saya,” ujar wanita paruh baya ini sambil menunjuk sang cucu.

Dalam keterangan tertulis tim relawan Wahdah Peduli, sampai berita ini diturunkan, beberapa titik api di kecamatan Langgam masih terus coba dipadamkan oleh team Gabungan BPBD, pemadam kebakaran, Warga dan beberapa NGO.

Laporan: Rustam Hafid
(Tim Media Wahdah Peduli)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here