Ada yang mengatakan hitam itu adalah hitam, putih juga tetap sama. Tapi ada yang juga berkata jika hitam itu hakikatnya putih, sebaliknya putih hakikatnya hitam. Ada juga yang berpendapat: hitam dan putih tidak berdiri sendiri, keduanya telah ‘sepakat’ mewujud dalam satu warna: abu-abu.

Tak ada yang salah pada ‘hitam’ dan ‘putih’ itu. Mereka tetap dalam warnanya masing-masing. Kacamata orang yang melihatnyalah yang seringkali keliru. Sehingga terkadang hitam dan putih ‘bertukar posisi’ dalam pandangannya. Atau jika kebenaran itu tak terlihat baginya, ia pun memutuskan bahwa segalanya telah menjadi kabur: itulah wilayah abu-abu yang kadang-kadang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Seumpama itulah kebenaran. Setidaknya bagiku, jika yang lain pun tidak sepakat dengan perumpamaan itu.

Hari ini, kebenaran seringkali teraniaya karena dituding sebagai suatu kesalahan. Benar dan salah lebih banyak ditentukan oleh kebebasan berpikir yang tak memiliki batas atau nilai-nilai suci yang membatasi liarnya. Benar dan salah tak banyak didasarkan pada alat ukur yang paling shahih, melainkan lebih sering diserahkan pada keinginan kebanyakan orang yang sekedar memperturutkan hawa nafsu semata.

***********

Penulis: A. Sri Suryani Musrah (Ummu Thufail)
(Guru SD IT Rabbani Bone)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here