إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
صلوات ربي وسلامه عليه وعلى آله وصحبه أجمعين

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} .
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً}
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً} أما بعد ،،،
ڤإن أحسن الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم
و شر الأمور محادثاتها و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة و كل ض

Kaum muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah…

Bulan ini terdapat begitu banyak momentum, yang penuh dengan kebahagiaan dan perjuangan, salah satunya adalah bulan dilaksakannya haji bagi kaum muslimin dan bulan yang ditetapkan sebagai waktu Indonesia dalam meraih kemerdekaannya yakni 17 Agustus.

Tahukah kita, bahwa tidak ada tempat di dunia ini yang paling mulia melainkan Makkah dan Madinah, kota yang berperadaban, kotanya para Nabi dan Rasul, kota yang tak pernah sepi oleh manusia dalam setiap lorong waktunya.

Semoga kaum muslimin yang telah menunaikan ibadah hajinya, menjadi haji yang diberkati Allah dan pahalanya senantiasa tercatat disisi-Nya.

Kaum muslimin, a’aazakumullah…

17 Agustus 1945 merupakan momentum terpenting dalam sejarah bumi pertiwi ini.

Hari ketika rakyat Indonesia mengikrarkan dirinya lepas dari segala bentuk penjajahan Belanda dan sekutunya.

Kemerdekaan Indonesia adalah Rahmat, amanah dan berkah yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada kita yang harus di syukuri dengan baik.

Hal ini juga telah ditegaskan di dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Oleh sebab itu, kita semua harus mensyukuri berkah dan rahmat Allah ini dengan sebaik-baiknya, yakni dengan cara mengisinya dengan melaksanakan segala bentuk ketaatan kepada Allah sebagai rasa syukur kepada-Nya. Hanya dengan nilai-nilai taqwa inilah, suatu negeri akan mendapat berkah dari Allah.

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا ڪَانُواْ يَكۡسِبُونَ (٩٦)

Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS Al-A’raf [7]: 96).

Olehnya itu, dengan rahmat Allah berupa kemerdekaan bangsa ini dari cengkeraman penjajahan, dilanjutkan dengan mengisinya agar dapat menjadi negeri yang baik, penuh berkah serta ampunan Allah. Dan menjadikan negeri negeri yang.

 بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُوْرٌ

Jamaah Jum’at a’aazakumullah….

Tahukah kita, bahwa bumi Nusantara ini setiap jengkalnya bertasbih mensucikan Allah subhanahu wata’ala.

Tahukah kita, bahwa setiap tetes embun yang menetes di hutan-hutan lebatnya adalah makhluk yang demikian taat kepada Allah.

Tahukah kita, bahwa burung-burung yang beterbangan di angkasanya yang membentang adalah makhluk-makhluk yang penuh tawakkal tak lepas bertasbih kepada Allah Azza wa Jalla.

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hadid : 1).

Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan dalam tafsirnya, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan tentang keagungan-Nya, kebesaran-Nya dan luasnya kerajaan-Nya, yaitu bahwa semua yang ada di langit dan di bumi baik makhluk hidup yang bisa berbicara maupun yang diam dan lainnya serta benda-benda mati bertasbih dengan memuji Tuhannya serta mensucikan-Nya dari segala yang tidak layak dengan keagungan-Nya, dan bahwa semuanya taat kepada Allah Tuhannya dan tunduk kepada keperkasaan-Nya, dimana tampak di sana atsar (pengaruh) hikmah(kebijaksanaan)-Nya. Oleh karena itu, Dia berfirman, “Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Kaum Muslimin, Jamaah Jum’at Rahimakumullah…

Sejarah Indonesia dalam meraih kemerdekaannya tak pernah lepas dari peran dan kontribusi besar para ulama dan tokoh-tokoh Islam.

Peran Ulama, santri dan tokoh-tokoh Islam dalam perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara sangatlah besar. Bahkan, mereka rela mengorbankan harta, tenaga dan jiwa mereka dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Bahkan, tidak sedikit di antara mereka menjadi lini terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Sehingga, tak sedikit pula di antara mereka yang gugur sebagai seorang syuhada.

Jamaah Jum’at a’aazakumullah…

Tahukah kita, bahwa nenek moyang kita sejak beratus tahun lalu dengan pedang, keris dan bambu runcing merebut dan mempertahankan kemerdekaan negeri ini, dengan takbir yang membahana di setiap lorong waktu bangsa ini.

Dengarkan dengan jiwa pada dinding sejarah Indonesia, maka kan engkau dengarkan takbir yang mendengung dari timur hingga ke barat, dari utara hingga ke selatan.

Dari takbir komando seorang sultan Babullah di Ternate, hingga sultan Hasanuddin di Makassar, Sultan Agung di Jawa, hingga tuanku nan renceh di Sumatra.

Hingga negeri ini berwujud NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dimana darah para syuhada menggenangi bumi Nusantara, mewangi harum semerbak dengan Izzah dan kemuliaan Islam, mereka berhasil mengusir para penjajah kafir.

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,” (QS. Al-Imran: 140)

Kaum muslimin a’aazakumullah…

Lupakah kita, dengan resolusi jihad yang di kumandangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Merupakan perintah untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang sifatnya Jihad fi Sabilillah serta mempunyai hukum fardhu ain atau wajib bagi setiap orang Islam di Indonesia.

Kiprah ulama, santri dan tokoh-tokoh Islam dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia begitu panjang, nama mereka telah tercatat sebagai seorang syuhada.

Sebab, mereka telah membasahi negeri ini dengan tetesan darah, keringat dan air mata. Sejarah perjuangan mereka seharusnya membangkitkan semangat generasi Islam hari ini.
Bahkan, “Seandainya bumi Nusantara ini, dibelek (dibelah menjadi dua, maka yang keluar adalah darahnya para ulama).”

Kemerdekaan Indonesia bukan hanya semata melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan, tetapi juga melepaskan diri dari segala bentuk kesyirikan, kezaliman dan bentuk perbuatan dosa kepada Allah.

Kaum muslimin, jamaah Jum’at Rahimakumullah…

Maka ingatlah, bahwa tugas kesejarahan kita bermula kini dan disini.

Kutuliskan kata demi kata,
Dalam tetesan air mata
Yang telah mengering pada jiwa.

Untuk Nusantaraku tercinta
Tanahmu yang indah di pandang mata
Harum semerbak nafas imannmu
Menyatu pada garis khatulistiwa.

Kuhirup semangat mu dari seruan Iskandar Muda,
Dari keberanian Sultan Agung yang perwira,
Dalam kata bijak Karaeng Pattingalloang (sumbu ilmu di gelap buta),
Pada langkah-langkah tegar Sultan Hasanuddin sang Panglima,
Pada syahidnya Sultan Khaerun sang permata dari timur.

Untuk kutuliskan kembali sejarahmu Indonesiaku,
Dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang terindah,
Pada garis Sunnah sang Nabi tercinta.

Agar Tasbih semesta menyatu di setiap jengkalmu,
Wahai Nusantara, cintaku terhadapmu tak padam oleh badai kedengkian,
Tak hilang oleh derasnya kemungkaran,
Karena cintaku hanya karena Allah, untuk Allah dan melebur dalam cinta sejati kepada-Nya.

**********

Di sampaikan di Masjid Nurul Hidayatullah Desa Anrang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba.

Jumat, 23 Agustus 2019

Oleh: Muhammad Akbar, S.Pd

(Penulis Buku, Teacher, Pendiri Madani Institute – Center For Islamic Studies dan Founder www.mujahiddakwah.com)

BukaMall Carnival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here