Kitab Al-Iman

Bab 16: Orang yang berpendapat bahwa iman adalah perbuatan

Hadis 25

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang amal apakah yang paling utama? Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”. Lalu ditanya lagi: “Lalu apa?” Beliau menjawab: “Al Jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah). Lalu ditanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Jawab Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam: “haji mabrur”.

Fawaid Hadits

1. Dalam hadis ini tidak disebutkan siapa nama yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa si penanya adalah Abu Dzar Al Ghifari radiyallahu ‘anhu.

2. Amalan yang paling utama dalam Islam adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian berjihad di jalan-Nya dan haji yang mabrur.

3. Hubungan antara judul bab dengan hadis ini bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang amalan yang paling utama, maka beliau menjawab beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang menunjukkan bahwa amalan adalah bagian dari iman.

4. Sabda Rasulullah “Al Jihad fi sabilillah” disebutkan dengan menggunakan Alif laam pada lafadz Jihad, namun dalam riwayat Musnad Al Harits dari Ibrahim bin Saad disebutkan dengan bentuk umum (tanpa menggunakan huruf alif laam) sehingga ketiga jawaban Rasulullah menjadi serupa yaitu, iman, jihad dan haji (kesemuanya tanpa menggunakan alif lam). Imam Al Kirmani rahimahullah menjelaskan bahwa penyebutan alif laam dalam riwayat Bukhari di atas untuk menjelaskan bahwa jihad dapat terjadi berulang kali, sedangkan iman tidak demikian, begitu pula ibadah haji yang kewajibannya hanya sekali, sehingga lafadz iman dan haji disebutkan Rasulullah tanpa memakai alif lam. Namun hal ini disanggah oleh Ibnu Hajar rahimahullah bahwa dalam riwayat Ibrahim bin Saad yang sebelumnya kita sebutkan menunjukkan bahwa penyebutan lafadz Al Jihad menggunakan alif lam, datang dari perawi hadis ini sehingga tidak perlu mencari-cari sebabnya seperti yang disebutkan oleh Al Kirmani.

5. Haji Mabrur artinya haji yang diterima oleh Allah ta’ala, atau haji yang tidak mengandung dosa padanya, atau haji yang tidak diniatkan karena riya.

6. Pada hadis ini disebutkan jihad setelah beriman, sedang dalam hadis Mu’adz disebutkan membebaskan budak dan tidak disebutkan ibadah haji, pada hadis Ibnu Mas’ud disebutkan ibadah shalat, berbakti, kemudian jihad, dan di hadis yang lainnya orang muslim selamat dari keburukan lisan dan tangannya, keseluruh jenis-jenis ibadah ini disebutkan Rasulullah sebagai amalan yang terbaik dalam Islam. Para Ulama menjelaskan bahwa perbedaan jawaban-jawaban tersebut berdasarkan perbedaan keadaan dan kebutuhan orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah. Atau beliau memberi tahu apa yang belum diketahui oleh orang-orang yang saat itu sedang bermajelis bersamanya.

7. Boleh jadi seseorang bertanya “mengapa Rasulullah mendahulukan penyebutan jihad sebelum haji, padahal ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima sedangkan jihad bukanlah merupakan bagian rukun Islam?”. Dijawab bahwa secara umum manfaat ibadah haji kembali kepada setiap personal jamaah haji, sedangkan manfaat jihad kembali kepada kaum muslimin dan kejayaan Islam. Atau boleh jadi karena Rasulullah ditanya tentang amalan terbaik sedang saat itu mereka berada dalam keadaan wajib untuk menegakkan jihad fi sabilillah.

***********

Penulis: Ustadz Rahmat Badani, Lc., MA

(Dosen STIBA Makassar, Alumni Islamic University of Madinah & Kontributor Mujahid Dakwah.Com)

Demikian Semoga Bermamfaat…

@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here